Deadpool 2

Deadpool to face his long time love-hate relationship with Cable.
Read more.

Solo: A Star Wars Story

Young Han Solo to be the lates Star Wars' side story.
Read more.

Jurassic World: Fallen Kingdom

What will happen to the dinosaurs after Jurassic World has fallen?
Opens June 6.

The Avengers: Infinity War

The Avengers gank to face the almighty, Thanos.
Read now.

Incredibles 2

Elastigirl to save the world when Mr. Incredible has to stay at home to take care the kids.
Opens June.

Thursday, March 21, 2019

Review Film menurut ViJo
(Read this first to understand The Jose Movie Review)

The Jose Movie Review
Entah sejak kapan saya mulai menulis review film-film yang pernah saya tonton. Kalau tidak salah sejak jaman Friendster mungkin yah. Waktu itu saya menggunakan fitur “Review”. Lantas ketika Facebook merebak, saya menggunakan fasilitas “Notes”. Enaknya, di “Notes” Facebook saya punya space lebih banyak untuk menjabarkan apa yang ada di otak saya tentang film-film yang saya tonton. Banyak yang suka dan rajin membacanya, tapi tentu saja ada juga yang membencinya dan menganggap saya sok pintar serta sok tahu soal film. Keadaan itu memuncak ketika saya mengkritik orang-orang yang segitu tergila-gilanya dengan 2012 dan Twilight Saga. Bahkan ada teman dekat yang lantas mengunfollow Twitter saya gara-gara saya mengatakan Twilight Saga sebagai film ababil. What??? What’s happened to these people??? But that’s okay, banyak juga koq yang mendukung saya untuk menuliskan buah-buah pikiran saya tersebut. “Biarin lah, setiap orang berhak punya opini,” begitu hibur mereka.
Yes, he’s right! Tiap orang berhak punya opini! Kenapa saya tidak boleh punya opini bahwa Transformers dan Twilight Saga adalah film sampah, sementara mereka yang mengatas-namakan penonton mayoritas merasa fine-fine saja mencaci maki film semacam Watchmen dan film-film berkelas Oscar hanya dengan alasan “membosankan”? Padahal jelas-jelas di setiap review, saya menyertakan argumen yang kuat dan objektif kenapa saya menyukai atau tidak menyukai suatu film. Sekarang siapa sih yang sok pintar? Siapa sih yang shallow?
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Monday, March 18, 2019

The Jose Venue Review
Bioskop dengan
Lapangan Olahraga
di CJ CGV* Cinemas fX Mall



Kehadiran CJ CGV* Cinemas di Indonesia rupanya semakin inovatif. Mengusung istilah ‘cultureplex’ untung menggambarkan bisnis mereka, satu per satu fasilitas unik dihadirkan di berbagai site-site CJ CGV* Cinemas yang tak hanya sekedar tempat eksibisi film.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Friday, March 15, 2019

The Jose Event Review
Sensasi Benar-Benar
Dikelilingi Adegan Film
di Format ScreenX

Pengalaman sinematik terus-terusan mengalami perkembangan dengan berbagai varian yang menawarkan pengalaman lebih. Setelah 3D, IMAX, Sphere X, 4DX, dan Starium, satu format lagi yang turut memberikan semakin banyak pilihan format bagi penonton Indonesia; Screen X. 
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Tuesday, January 8, 2019

The Jose Flash Review
Escape Room

Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

The Jose Flash Review
Swing Kids
[스윙키즈]

Ragam sinema Korea Selatan semakin berani untuk menggabung-gabungkan berbagai genre. Akhir tahun 2018 lalu, sutradara blockbuster, Kang Hyeong-cheol (Scandal Makers, Sunny, Tazza: The Hidden Card) mencoba mengadaptasi drama panggung musikal berjudul Rho Ki-soo karya Jang Woo-sung yang menggabungkan tema tap dance dengan latar Perang Korea tahun 1951. Film bertajuk Swing Kids ini mempercayakan vokalis utama boyband Exo, Do Kyung-soo atau yang lebih dikenal dengan nama panggung D.O. (Unforgettable, My Annoying Brother, dan duologi Along with the Gods. Didukung pula oleh Park Hye-soo (serial Hello, My Twenties! dan Introverted Boss), Oh Jung-se (Tazza: The Hidden Card, The Accidental Detective, Fabricated City), dan pendatang baru Kim Min-ho. Meski sempat menjadi kontroversi karena temanya yang mengungkit-ungkit sentimen terhadap Korea Utara di tengah kondisi keduanya yang tengah akur, Swing Kids (SK) masih sempat mampu menjadi jawara box office di minggu pertama penayangannya di negara asal, melewati penjualan tiket Aquaman dan berhasil mengumpulkan sejuta penonton hingga minggu berikutnya. Penonton (dan tentu saja penggemar berat D.O. Exo) tak perlu menunggu lama menantikan SK karena Feat Pictures menayangkannya di bioskop-bioskop non-XXI mulai 9 Januari 2019.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

The Jose Flash Review
How to Train Your Dragon:
The Hidden World

Satu per satu franchise laris DreamWorks Animation (DWA) berakhir, setidaknya untuk versi layar lebar. Setelah Shrek, Kung Fu Panda, dan Madagascar, kali ini giliran How to Train Your Dragon (HTTYD). Dengan hanya dua film, franchise ini sudah mencapai penghasilan lebih dari satu milyar dolar di seluruh dunia. Maka sebenarnya sangat disayangkan jika harus diakhiri di installment ketiga ini. Well, kondisi DWA yang kerap bergonta-ganti kesepakatan membuat masa depan produksi-produksi animasi dan kelangsungan franchise-franchise berharganya tak menentu. HTTYD mungkin bisa menjadi kasus yang menarik dimana ketiga installment-nya diedarkan oleh distributor yang berbeda-beda. HTTYD ketika masih berada di bawah naungan Paramount, HTTYD2 bersama 20th Century Fox, dan HTTYD3 dengan sub-judul The Hidden World (THW) yang menjadi produksi pertama DWA sebagai bagian dari MCA Company alias Universal Pictures. Masih digawangi oleh sutradara/penulis naskah Dean DuBlois yang sudah menangani versi filmnya sejak pertama kali dari buku cerita berjudul sama karya Cressida Cowell, THW masih pula didukung voice talent dari Jay Baruchel, America Ferrera, Cate Blanchett, Craig Ferguson, Jonah Hill, Kit Harrington, Kristen Wiig, dan Christopher Mintz-Plasse. Hanya T.J. Miller yang absen dan pengisi suara karakternya, Tuffnut, digantikan oleh Justin Rupple karena ulah-ulah T.J. yang jadi bulan-bulanan media pertengahan 2018 silam. Digadang-gadang sebagai penutup franchise HTTYD, maka sayang jika harus melewatkan THW di bioskop.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Saturday, January 5, 2019

The Jose Flash Review
Simmba

Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

The Jose Flash Review
Unstoppable
[성난황소]

Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Friday, January 4, 2019

The Jose Flash Review
App War

Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Thursday, January 3, 2019

The Jose Flash Review
Keluarga Cemara



Keluarga Cemara (KC) memang layak dinobatkan sebagai salah satu acara TV paling populer dan ikonik di Indonesia era ’90-an. Coba tanya siapa saja yang pernah hidup di era ’90-an, khususnya tahun 1996 hingga 2005. Niscaya pasti setidaknya pernah mendengar nama-nama karakter KC seperti Abah, Emak, Euis, Ara, dan Agil. Sinetron yang diangkat dari seri novel karya Arswendo Atmowiloto (diterbitkan sejak 1981 dan sudah ada enam buku) ini begitu legendaris sehingga sangat sayang jika belum pernah diangkat ke layar lebar. Adalah Visinema yang pernah menelurkan karya-karya berkualitas seperti Cahaya dari Timur: Beta Maluku, Filosofi Kopi, Wonderful Life, Surat dari Praha, Bukaan 8, dan Love for Sale yang kemudian tertarik untuk mengangkatnya ke layar lebar. Pasangan Angga Dwimas Sasongko dan Anggia Kharisma yang menggawangi Visinema Pictures mempercayakan naskahnya disusun oleh Yandy Laurens dan Gina S. Noer (Ayat-Ayat Cinta, Perempuan Berkalung Sorban, Habibie & Ainun, Posesif, dan Kulari ke Pantai), sementara bangku penyutradaraan dipercayakan kepada Yandy Laurens sebagai debut film panjang/layar lebar pertamanya. Nama Yandy sendiri sebenarnya sudah cukup populer sebagai sutradara film pendek dengan reputasi sangat baik, seperti Wan An yang memperoleh penghargaan di mana-mana, termasuk XXI Short FIlm pertama. Dengan filmografi yang selalu hangat lewat tema keluarganya, ekspektasi saya langsung melambung tinggi ketika mendengar kabar ia yang dipercaya menanganinya. Pilihan cast pun tak main-main. Memasangkan Nirina Zubir dan Ringgo Agus Rahman (setelah Kamulah Satu-Satunya dan Get Married), ditambah Adhisty Zara JKT48 (setelah debut sebagai adik Dilan, Disa, di Dilan 1990) dan putri bungsu pasangan Dwi Sasono-Widi Mulia yang sempat muncul di 3 Dara 2, Widuri Sasono. KC versi layar lebar pun siap mencoba peruntungan di awal tahun 2019, memanfaatkan sisa liburan sekolah pergantian semester/akhir tahun.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Wednesday, January 2, 2019

The Jose Flash Review
DreadOut

Lihat data film ini di filmindonesia.or.id.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates