Deadpool 2

Deadpool to face his long time love-hate relationship with Cable.
Read more.

Solo: A Star Wars Story

Young Han Solo to be the lates Star Wars' side story.
Read more.

Jurassic World: Fallen Kingdom

What will happen to the dinosaurs after Jurassic World has fallen?
Opens June 6.

The Avengers: Infinity War

The Avengers gank to face the almighty, Thanos.
Read now.

Incredibles 2

Elastigirl to save the world when Mr. Incredible has to stay at home to take care the kids.
Opens June.

Wednesday, March 21, 2018

The Jose Flash Review
Pacific Rim: Uprising

Meski Hollywood tergolong terdepan dalam hal visual effect, tapi tema mecha (robot) dan kaiju (monster raksasa) agaknya kurang begitu populer di Amerika Utara jika dibandingkan negara-negara Asia, terutama Jepang. Di saat Jepang punya puluhan judul franchise di tema tersebut, Amerika hanya punya Transformers (itupun sebenarnya hasil kerjasama Amerika dan Jepang) yang benar-benar bisa dianggap punya pengaruh besar selama beberapa dekade dan sukses secara komersial. Maka sebenarnya adalah langkah berani ketika Legendary Pictures memberi lampu hijau atas konsep franchise baru yang disusun oleh Travis Beacham dan kemudian diperkuat oleh Guillermo del Toro yang dikenal sebagai master of creature modern untuk menantang kedigdayaan Transformers dengan budget mencapai US$ 190 juta. Pendapatannya di Amerika Utara saja mungkin memang ‘hanya’ US$ 101.8 juta, tapi siapa sangka mampu mencapai US$ 309.2 juta di pasar internasional, termasuk Cina yang menyumbangkan box office terbesar, yaitu mencapai US$ 114.3 juta sendiri. Sebuah kasus langka yang tidak boleh dianggap remeh begitu saja.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Tuesday, March 20, 2018

The Jose Flash Review
Sherlock Gnomes

Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

The Jose Flash Review
Raid

Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

The Jose Flash Review
A Wrinkle in Time

Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Sunday, March 18, 2018

The Jose Flash Review
The Strangers: Prey at Night

Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Wednesday, March 14, 2018

The Jose Flash Review
Love for Sale

Lihat data film ini di filmindonesia.or.id.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

The Jose Flash Review
Game Night

Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

The Jose Flash Review
Winchester

Nama Winchester Mystery House yang berdiri di San Jose, California sudah menjadi salah satu rumah hantu paling populer di Amerika Serikat. Dimiliki oleh Sarah Winchester, janda bos pabrik senjata William Wirt Winchester, rumah tersebut konon sudah dihantui oleh arwah-arwah korban tewas dari senjata produksi Winchester sejak pertama kali dibangun pada era 1880-an. Keunikannya terletak pada bentuk yang bak labirin dengan berbagai ruangan rahasia. Pembangunannya pun terus dikerjakan siang-malam selama 38 tahun dan baru berhenti tepat pada hari kematian Sarah Winchester tahun 1922. Hingga kini dibuka untuk umum sebagai atraksi rumah berhantu, rumah Winchester telah menjadi inspirasi banyak budaya pop seperti komik Swamp Thing karya Alan Moore, serial TV Superboy, hingga video game The Evil Within. Namun selama ini belum ada satu pun film yang secara resmi mengambil kisah asli Sarah Winchester hingga hak yang dipegang oleh Hammer Films lewat divisi Exclusive Media memutuskan untuk memproduksinya bersama Imagination Design Works. Peter dan Michael Spierig atau yang lebih dikenal sebagai The Spierig Brothers (Daybreakers, Predestination, Jigsaw) ditunjuk untuk menyusun naskahnya bersama Tom Vaughan sekaligus menyutradarai. Jajaran cast-nya tak main-main. Mulai aktris veteran pemenang Oscar, Helen Mirren (The Queen, RED), Jason Clarke (The Great Gatsby, Terminator Genisys, Dawn of the Planet of the Apes), dan Sarah Snook (Predestination, The Dressmaker). Dari sumber materi dan nama-nama tersebut, Winchester sebenarnya menjanjikan sebuah sajian horor berkualitas.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Saturday, March 10, 2018

The Jose Flash Review
Sekala Niskala
[The Seen and Unseen]

Lihat data film ini di filmindonesia.or.id.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Friday, March 9, 2018

The Jose Flash Review
Tomb Raider

Adaptasi video game ke layar lebar sudah punya reputasi yang kurang baik. Maka kesuksesan komersial Lara Croft: Tomb Raider (2001) yang direpresentasikan dengan sempurna oleh Angelina Jolie dan mengumpulkan lebih dari US$ 274 juta di seluruh dunia membawa titik cerah tersendiri. Sayang sekuelnya, Lara Croft: Tomb Raider: The Cradle of Life (2003) dianggap gagal secara box office meski sebenarnya masih menghasilkan US$ 156.5 juta di seluruh dunia dari budget sebesar US$ 95 juta. Installment ketiga yang sebenarnya masih bisa dilakukan dengan penghasilan demikian akhirnya benar-benar dibatalkan ketika Angelina Jolie menyatakan tidak lagi tertarik untuk memerankan sosok Lara Croft. Setelah hak adaptasinya berpindah dari Paramount ke MGM, rencana reboot menjadi pilihan yang tepat. Apalagi versi video game-nya juga mengalami reboot pada tahun 2013 silam yang lantas menjadi pijakan dari versi tahun 2018 dengan judul Tomb Raider (TR). Sutradara asal Norwegia, Roar Uthaug (The Wave) dipercaya untuk menangani, sementara aktris Swedia, Alicia Vikander (Ex Machina, The Danish Girl) dipilih untuk merepresentasikan sosok sang penjarah makam yang baru. Pemilihan Alicia pun tak lepas dari kontroversi mengingat jelas berbeda jauh dari Angelina Jolie. Namun bagaimana pun tak adil rasanya jika tak menyaksikan terlebih dahulu aksinya secara langsung baru memutuskan mana yang lebih cocok menghidupkan sosok Lara Croft.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Thursday, March 8, 2018

The Jose Flash Review
Early Man

Animasi dengan teknik stop-motion memang punya pesonanya tersendiri. Dibuat dari ‘boneka-boneka’ asli yang digerakkan secara manual per frame membuatnya tampak nyata sekaligus indah. Prosesnya yang relatif lebih rumit dan memakan waktu lebih lama dari animasi 3D komputer membuatnya terkesan jarang dibuat. Mungkin hanya Aardman Animations dari Inggris yang secara konsisten melahirkan karya animasi stop-motion. Bahkan beberapa di antaranya mampu mewakili pop culture pada eranya, seperti Wallace & Gromit dan Shaun the Sheep. Setelah terakhir tahun 2015 silam sukses dengan Shaun the Sheep Movie, baik secara komersial maupun resepsi kritikus, tahun 2018 ini mereka kembali mencoba peruntungan lewat materi baru yang mengangkat tema kehidupan prasejarah dan ‘mengawinkannya’ dengan olah raga sepak bola. Film bertajuk Early Man (EM) kembali dipercayakan kepada Nick Park (Chicken Run dan film-film Wallace & Gromit) dengan menggandeng nama-nama populer seperti Eddie Redmayne, Tom Hiddleston, Maisie Williams, Timothy Spall, dan Richard Ayoade. 
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Sunday, March 4, 2018

The Jose Flash Review
Death Wish [2018]

Tema vigilante di era sekarang memang sudah bukan menjadi sesuatu yang baru di perfilman dunia. Sudah puluhan bahkan ratusan kisah dan tokoh vigilante coba dihadirkan. Mulai dari kaum ‘kecil’ seperti seorang supir taxi di Taxi Driver, ayah yang berniat membalaskan dendam keluarganya di Taken atau John Wick, hingga superhero wannabe seperti Kick-Ass. Jauh sebelum kaum vigilante yang ada, sosok Charles Bronson sebagai arsitek bernama Paul Kersey yang menjadi salah satu ikon vigilante paling populer dan dihormati hingga saat ini sejak pertama kali film bertajuk Death Wish dirilis tahun 1974. Film yang diangkat dari novel berjudul sama karya Brian Garfield ini kemudian berkembang menjadi franchise dengan lima seri dan kini mendapatkan kesempatan untuk di-remake di bawah arahan Eli Roth yang kita kenal lewat film-film kental dengan kekerasan, kesadisan, dan darah seperti Cabin Fever, Hostel, The Green Inferno, dan terakhir, Knock Knock. Aktor laga veteran, Bruce Willis, dipercaya menggantikan sosok legendaris Charles Bronson. Didukung Vincent D’Onofrio, Elisabeth Shue, Dean Norris, dan debut menjanjikan dari Camila Morrone. Tentu dengan adanya nama Roth dan Willis, Death Wish (DW) versi 2018 menjadi remake yang menjanjikan. 
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Saturday, March 3, 2018

The Jose Flash Review
Loving Vincent

Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Friday, March 2, 2018

The Jose Flash Review
Benyamin Biang Kerok

Sukses melahirkan kembali grup lawak Indonesia legendaris Warkop lewat Warkop DKI Reborn, membuat Falcon Pictures melirik legenda-legenda Indonesia lainnya untuk di-‘lestarikan’. Pilihan berikutnya jatuh kepada komedian yang kental dengan budaya Betawi sekaligus penyanyi, Benyamin S. Dengan konsep yang tak berbeda jauh dari yang dilakukan lewat Warkop DKI Reborn, dipilihlah judul Benyamin Biang Kerok (BBK) yang juga merupakan judul salah satu film paling ikonik Alm. Benyamin S. pada tahun 1972. Aktor watak nomor satu saat ini di Indonesia, Reza Rahadian, ditunjuk untuk memerankan sosok titular alias Pengki, didukung model muda, Delia Husein yang mana ini merupakan debut aktingnya, Meriam Bellina, komika Adjis Doaibu, Aci Resti, Rano Karno, Qomar, Billa Barbie, Lydia Kandou, dan banyak lagi bintang-bintang yang dihadirkan untuk meramaikan. Dari naskah yang disusun Bagus Bramanti (Mencari Hilal, Talak 3, Kartini, Dear Nathan, Yowis Ben), Senoaji Julius (sutradara Turis Romantis), dan Hilman Mutasi (5 cm, Mama Cake, Coboy Junior The Movie), giliran Hanung Bramantyo yang dipercaya mengerjakan genre dan konsep yang selama ini menjadi spesialisasi Anggy Umbara.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Thursday, March 1, 2018

The Jose Flash Review
Red Sparrow

Jauh sebelum isu women empowerment menjadi trend di Hollywood selain diversity, genre spionase sebenarnya sudah sering memberikan ruang bagi wanita untuk beraksi. Mulai dari yang klasik macam Mata Hari yang diperankan oleh Greta Garbo, hingga modern seperti trio Charlie’s Angels, Salt yang dibintangi Angelina Jolie, hingga yang belum lama ini beredar, Atomic Blonde yang dibintangi Charlize Theron. Belum lagi jika memperhitungkan tema yang lebih luas, femme fatale yang mana termasuk Anne Parillaud di La Femme Nikita, Bridget Fonda di The Assassin, Charlize Theron di Aeon Flux, Scarlett Johansson di seri-seri MCU, Ghost in the Shell, dan Lucy. Namun memanfaatkan tema women empowerment yang kian marak, satu lagi sosok mata-mata wanita seksi tapi berbahaya dihadirkan, Red Sparrow (RS). Diangkat dari novel karya Jason Matthews berjudul sama yang dirilis tahun 2013 silam, hak diangkat ke film sudah dikantongi sebelum novelnya dirilis di pasaran. Bahkan kontrak untuk sekuel bukunya sudah dikantongi oleh Matthews. Francis Lawrence (sutradara spesialis music video yang lantas dikenal di layar lebar lewat Constantine, I Am Legend, Water for Elephants, The Hunger Games: Catching Fire, serta Mockingjay - Part 1 dan 2) yang dipercaya duduk di bangku sutradara langsung menggandeng Jennifer Lawrence yang dianggap cocok mewakili sosok Dominika Egorova alias sang Red Sparrow setelah sukses bekerja sama di seri-seri The Hunger Games. Didukung pula oleh Joel Edgerton (The Great Gatsby), Matthias Schoenaerts (The Danish Girl), Charlotte Rampling (45 Years, Assassins Creed), CiarĂ¡n Hinds (Tinker Tailor Soldier Spy), hingga Jeremy Irons.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates