Sunday, October 22, 2017

The Jose Flash Review
Only the Brave

Di telinga dunia internasional, kejadian kebakaran hutan Yarnell Hill di Arizona, Amerika Serikat pada Juni 2013 yang disebut-sebut sebagai kebakaran hutan paling mematikan ketiga di Amerika Serikat. Bagaimana tidak? 19 petugas pemadam kebakaran tewas, 23 orang luka-luka, dan 129 bangunan hancur akibat kebakaran hutan yang disebabkan oleh halilintar ini. Sebuah artikel yang mengangkat kisah heroik tim pemadam kebakaran hutan Granite Mountain Hotshots yang tewas dalam kejadian tersebut di majalah GQ berjudul No Exit oleh Sean Flynn menggugah produser Lorenzo di Bonaventura untuk mengangkatnya ke layar lebar sebagai bentuk penghormatan terhadap para pahlawan yang tewas. Ken Nolan (Black Hawk Down dan Transformers: The Last Knight) beserta Eric Warren Singer (The International dan American Hustle) ditunjuk untuk menyusun naskah adaptasi film  yang diberi judul Only the Brave (OtB). Sementara bangku penyutradaraan dipercayakan kepada Joseph Kosinski (Tron Legacy, Oblivion, dan upcoming, Top Gun: Maverick) dengan jajaran cast yang menjanjikan. Mulai Josh Brolin, Jeff Bridges, Miles Teller, Taylor Kitsch, Jennifer Connelly, hingga Andie MacDowell.

Tim pemadam kebakaran Granite Mountain yang dipimpin oleh Eric Marsh sedang mengupayakan serifikasi dari pusat supaya mendapatkan kesempatan maju ke titik api terdekat ketika ada kejadian kebakaran hutan di sekitar kota mereka, Prescott, Arizona. Amanda, istri Eric, memang selalu mendukung ambisi sang suami meski dalam hati mendambakan waktu kebersamaan yang lebih banyak dan kehadiran seorang anak. Rekrutmen terhadap anggota baru dilakukan untuk mencapai target ini. Salah satunya adalah Brendan McDonough, seorang mantan pemadat yang bertekad memulai hidup baru yang bersih setelah mengetahui bahwa pacarnya sedang mengandung anaknya. Namun upaya dan keberhasilan tak bisa terlalu lama mereka nikmati. Sebuah kebakaran hutan di Yarnell Hill yang mematikan tak hanya mengancam reputasi Granite Mountain Hotshot, tapi juga nyawa mereka semua.
Kisah sebuah bencana besar biasanya dibangun lewat character investment yang kuat sehingga penonton dapat peduli, bersimpati, dan bahkan merasa kehilangan ketika ada karakter yang dimatikan. OtB pun masih memanfaatkan formula tersebut. Tak masalah, selama memang di-handle dengan baik sehingga harapan impact terhadap penonton bisa benar-benar berhasil tercapai. Joseph Kosinski ternyata punya kualitas tersebut. Ia tahu betul bagaimana harus membangun simpati terhadap para karakternya dan kapan saja harus meletakkan momentum-momentum emosionalnya sehingga tak terkesan terlalu berusaha memeras air mata penonton. Memilih momen upaya mendapatkan sertifikasi dan motivasi sederhana membuatnya terasa down-to-earth (sehingga relatable dengan range penonton yang lebih luas) sekaligus menghadirkan ironi sebagai salah satu bentuk pembangunan simpati yang mujarab.
Pemilihan formula character investment didukung dengan sangat kuat pula oleh performa para aktornya. Meski memang tak mungkin membuat ke-duapuluh anggota tim Granite Mountain punya porsi dan daya emosi yang sama terhadap penonton. Secara tepat dipilih karakter-karakter dengan motivasi paling mudah dipahami tapi berpotensi punya daya penguras emosi yang cukup kuat. Josh Brolin dan Jennifer Connelly membangun chemistry love-hate relationship dengan begitu baik sehingga sama-sama berhasil membuat penonton peduli, memahami, tanpa menyalahkan salah satu pihak, dan pada satu titik, menggetarkan. Terutama sekali Jennifer Connelly yang tampil paling emosional pada momentumnya. Di lini berikutnya Miles Teller menjadi performa yang tak kalah berhasilnya memikat penonton lewat karakter Brendan McDonough. Tak hanya lewat transformasi karakter yang meyakinkan dan natural, tapi juga kompleksitas emosi antara bersyukur masih bisa mendampingi keluarga dan perasaan bersalah terhadap krunya. Di lini-lini berikutnya, berturut-turut Taylor Kitsch, Geoff Stults, Alex Russell, Thad Lickinbill, Ben Hardy, Scott Haze, Jake Picking, Scott Foxx, Dylan Kenin, dan pendukung lainnya dalam tim Granite Mountain Hotshots memberikan performa yang layak sesuai porsi masing-masing. Begitu pula Jeff Bridges dan Andie MacDowell yang menjadi pencuri perhatian tersendiri di balik porsi yang tak begitu banyak dan punya pengaruh yang signifikan.
Memang masih ada saat-saat dimana Kosinski terasa agak kesulitan menjelaskan strategi tim Granite Mountain ketika bertugas memadamkan api, terutama bagi penonton yang benar-benar awam akan ranah profesinya. Alhasil penonton bisa jadi merasa kesulitan memahami dan peduli terhadap keseruan yang berusaha dibangun lewat adegan-adegan aksinya. Namun setidaknya masih tersisa upaya basic survival yang cukup bikin was-was lewat camera work efektif dari Claudio Miranda dan sharp editing dari Billy Fox. 
Ditambah score music Joseph Trapanese yang cukup memberikan emosi lebih ke dalam adegan, seiring dengan pemilihan soundtrack yang sejalan dengan atmosfer serta tema desain produksi. Mulai yang bergenre hard rock macam It’s a Long Way to the Top dari AC/DC, Jump Into the Fire dari Metallica, Even Flow dari Pearl Jam, dan Salute Your Solution dari The Racounteurs yang memompakan energi terhadap adegan-adegan aksinya, hingga blues dan country yang memperkental nuansa western sekaligus pelarut emosi seperti Live On dari Kenny Wayne Shepherd, Copperhead Road dari Steve Earle, serta theme song Hold the Light yang dibawakan Dierks Bentley dan Sean Carey. Tak boleh dilewatkan juga penampilan Jeff Bridges bersama band yang diberi nama The Rusty Pistols dalam membawakan nomor legendaris Riders in the Sky (A Cowboy Legend).

In the end, OtB berhasil menjadi sebuah tribute yang powerful bagi penonton terhadap para pahlawan yang belum banyak dikenal. Tak hanya memperluas informasi tentang kisah heroik ini, tapi juga membuat penonton menghayati hingga bersimpati secara penuh. Bahkan ketika credit title yang bak penghantar mengheningkan cipta. Tak banyak pengangkatan kisah heroik dari sebuah tragedi yang berhasil menjadi powerful. OtB adalah salah satunya.
Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates