Sunday, October 15, 2017

The Jose Flash Review
A Day
[하루]

Tema time-loop sudah semakin banyak digunakan untuk berbagai kejadian dan genre film. Kuncinya selalu ada sesuatu yang dipecahkan untuk membuatnya layak (baca: bikin penasaran) untuk diulang-ulang. Misalnya untuk menemukan pelaku pemboman di Source Code, mencoba segala cara mengalahkan pasukan alien di The Edge of Tomorrow, menyadari apa yang selama ini kita lewatkan dalam hidup di Groundhog Day, atau mencegah sebuah kejadian tragis terjadi di Before I Fall. Korea Selatan sebagai salah satu industri film terbesar dan termaju di Asia tak mau kalah mempersembahkan film bertema time-loop dengan segala kekhasan mereka lewat A Day (AD). Disutradarai dan ditulis oleh Cho Sun-ho (penulis naskah Killer Toon) dimana ini merupakan debut penyutradaraan layar lebarnya, AD dibintangi Kim Myung-min dan Byeon Yo-han yang keduanya pernah kita lihat bersama di Six Flying Dragons, serta aktris cilik yang sempat memukau di The Handmaiden, Jo Eun-hyung. 

Kesibukan Jun-young sebagai dokter membuatnya sering mengabaikan putri ciliknya, Eun-jung. Suatu hari ketika baru saja pulang dari dinas di luar negeri dan hendak memenuhi janji menghabiskan waktu bersama Eun-jung di hari ulang tahunnya, serangkaian kejadian merintangi hingga ia sadar bahwa Eun-jung menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Anehnya, ia kemudian mengalami pengulangan hari yang sama. Ia mencoba berbagai cara agar kecelakaan tersebut urung terjadi tapi gagal. Pengulangan terus terjadi dan Jun-young pun terus mencoba berbagai cara untuk menggagalkan kejadian tersebut. Ternyata tak hanya dirinya yang mengalami pengulangan hari tersebut. Min-chul, seorang sopir ambulance juga kehilangan sang kekasih yang menjadi salah satu korban kecelekaan tersebut. Jun-young dan Min-chul memutuskan untuk bekerja sama. Satu per satu misteri di balik kecelakaan tersebut terkuak hingga membongkar rahasia masa lalu mereka.
Tak mudah membuat sebuah film bertemakan time-loop. Tak hanya diperlukan detail yang luar biasa untuk menjaga konsistensi, tapi juga desain konstruksi yang tepat guna di tiap pengulangan, serta tentu saja penjagaan pace tiap pengulangan agar tak membuat penonton bosan. AD ternyata menjadi sebuah sajian time-loop yang mampu memenuhi semua persyaratan tersebut. Banyak terbantu oleh tema investigasi yang berpacu dengan waktu, Sun-ho ternyata punya skill pembangunan thriller yang sangat intens. Didukung oleh camera work dari Kim Ji-Yong, editing Shin Min-kyung, dan musical score dari Mowg membuatnya berhasil menggedor adrenaline penonton dengan timing-timing yang serba tepat.  Ditambah dengan penulisan naskah yang detail dan tepat guna, alih-alih membosankan, tiap pengulangan mengundang rasa penasaran yang semakin besar dari penonton. Variasi melibatkan lebih dari satu karakter yang mengalami pengulangan menjadikannya salah satu film bertemakan time-loop yang unik, remarkable, dan kuat in any ways. Tentu seperti kebanyakan film Korea Selatan pada umumnya, AD tak lupa menjadi sajian menyentuh, terutama lewat hubungan antara Jun-young dan putrinya.
Tak hanya sajian drama thriller yang intens sekaligus menyentuh, AD juga mempertanyakan moralitas dan kode etik dari sebuah keputusan yang diambil oleh seorang dokter di tengah-tengah situasi yang serba tidak menguntungkan. Sesuatu yang menyentil tapi dengan konklusi yang mendamaikan semua pihak dan tidak menyudutkan profesi dokter.
Keberhasilan AD sebagai sajian drama menyentuh tentu tak lepas dari performa para aktor yang tampil luar biasa. Dipercaya mengisi peran lead, Kim Myung-min sebagai Jun-young menampilkan kharisma yang sangat kuat dan range emosi yang sangat pas serta efektif di tiap kebutuhan. Ketika dibenturkan dengan konflik moral pun ia tahu betul bagaimana membuat penonton terhenyak pun tetap mengundang simpati terhadapnya. Tak perlu pula mempertanyakan chemistry yang begitu hangat dan menyentuh dengan Jo Eun-hyung. Byeon Yo-han pun mampu mengimbangi kekuatan kharisma Myung-min. Penonton dengan mudah ikut bersimpati dan peduli terhadap karakternya meski dengan porsi yang masih di bawah Myung-min. Terakhir, tak boleh melupakan performa Yoo Jae-myung sebagai Kang-sik yang juga punya momen emosional yang begitu kuat hingga sulit untuk mengabaikannya begitu saja.
Dengan berbagai elemen dan variasi yang digabungkan ke dalamnya, bagi saya pribadi membuatnya layak menjadi salah satu film Korea Selatan terbaik tahun ini. Pun juga menjadi film bertema time-loop yang remarkable dan bahkan salah satu terbaik yang pernah dibuat oleh industri manapun. A must see and experience!
Lihat data film ini di IMDb.


Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates