Thursday, October 12, 2017

The Jose Flash Review
Chef [2017]

Chef (2014) merupakan film ‘kejutan’ yang diproduksi, disutradarai, ditulis naskahnya, sekaligus dibintangi sendiri oleh Jon Favreau. Tergolong produksi ‘kecil’ (budgetnya ‘hanya’ US$ 11 juta) tapi punya ide yang menarik dan menggoda. Menggabungkan tema kuliner dengan father-and-son relationship sekaligus self-rediscovery. Tak salah jika kemudian menarik perhatian sinema Hindi yang dikenal suka mengadaptasi materi asing menjadi relevan dengan budaya setempat. Adalah Raja Menon (Airlift) yang memproduksi, menyutradarai, sekaligus menyusun naskahnya bersama Ritesh Shah dan Suresh Nair (keduanya pernah berkolaborasi untuk naskah Airlift, Kahaani, D-Day, Te3n, dan Kahaani 2). Aktor Dil Chahta Hai, Kal Ho Naa Ho, Omkara, Love Aaj Kal, dan Cocktail, Saif Ali Khan dipercaya mengisi karakter utama. Didukung pula oleh Padmapriya yang lebih dikenal di film-film berbahasa Telugu, Malayalam, dan Tamil, Ram Gopal Bajaj yang pernah mendukung The Myth-nya Jackie Chan dan terakhir kita lihat di Jolly LLB 2, serta aktor cilik pendatang baru, Svar Kamble yang pernah mendukung Chidiya (2016).

Karir Roshan Kalra, chef berbintang tiga Michelin di New York ada di ujung tanduk ketika videonya menghantam seorang pelanggan yang mengkritik masakannya tersebar secara viral. Restoran tempat ia bernaung tak punya pilihan lain selain memecatnya. Di saat yang sama sang mantan istri yang berprofesi sebagai penari tradisional, Radha, mengajaknya pulang ke Kochi untuk menghabiskan waktu bersama putra tunggal mereka, Arman, setelah selama ini ia terlalu sibuk dengan ambisi pribadinya. Mendengar nasib Roshan, Radha dan kekasih barunya, Biju, beride untuk menyulap van rongsokannya menjadi food van keliling. Awalnya Roshan merasa tersinggung, tapi perlahan menerimanya juga. Terutama mengingat ini bisa jadi kesempatan untuk menghabiskan waktu berkualitas yang lebih banyak dengan Arman. Maka dimulailah upayanya dibantu oleh asisten Roshan dari tempat kerja lama, Nazrul, dan seorang sopir ugal-ugalan bernama Alex. Seiring dengan upaya menjadi ayah yang selama ini absen bagi Arman, yang juga mengingatkan Roshan akan hubungannya dengan sang ayah dulu.
Secara garis besar, Chef versi 2017 masih mengikuti formula dasar versi 2014. Hanya saja terjadi pergeseran porsi yang cukup terasa, terutama untuk elemen food-porn. Ia memang menghadirkan kepiawaian Roshan dalam mengolah pasta dengan begitu meyakinkan dan menggoda. Pun juga memperkenalkan kuliner-kuliner tradisional India khususnya Punjabi, seperti idiyappam (semacam bihun), Chole bhature (roti goreng dengan bumbu chana masala), dal goreng lengkap dengan chutney tomat, pinni, rotiwala, serta tentu saja hidangan fusion, rottza (roti + pizza). Namun kesemuanya sekedar muncul, tanpa membuat penonton semenginginkan menyantap sandwich Kuba seketika saat menonton Chef versi 2014, misalnya. Bukan hanya soal porsi yang terasa kurang memberikan detail pembuatan atau penjelasan masing-masing makanan, tapi juga camera work Priya Seth yang tidak mengeksplorasi lebih, baik lewat shot yang hanya sejauh medium shot maupun pergerakan kamera yang terkesan sekedar melewati objek.
Namun Chef versi 2017 mengeksplorasi lebih jauh dan lebih mendalam porsi self-rediscovery karakter utama, Roshan. Alhasil, tema parenting, terutama rekoneksi Roshan-Arman, terasa punya pertalian yang makin solid dengan kepribadian Roshan sekaligus masa lalu hubungan antara Roshan dan sang ayah. Kesemuanya digulirkan dengan flow yang mengalir lancar dan atmosfer yang hangat, feel-good, serta humor-humor kecil yang mampu sekedar mengundang senyum dari bibir penonton. Tentu ini berkat editing Shivkumar V. Panicker yang mampu menggerakkan plot dengan pace dan porsi yang serba seimbang. Ditutup pula dengan konklusi yang memuaskan semua elemen-elemen cerita yang berusaha dirangkainya. Sekali lagi, hangat dan feel good.
Selain naskah dan arahan Menon, keberhasilan berbagai upaya Chef versi 2017 juga sangat dipengaruhi oleh penampilan jajaran cast-nya. Saif Ali Khan sebagai Roshan yang mampu menghadirkan transformasi karakter dengan begitu jelas terasa, natural, mulus, dan realistis. Chemistry yang dibangunnya bersama Svar Kamble sebagai Arman pun mampu menghadirkan kehangatan serta keakraban utama dari keseluruhan film. Begitu juga chemistry antara Khan dan Ram Gopal Bajaj sebagai sosok sang ayah yang tak kalah menyentuh di balik porsi yang tergolong lebih terbatas. 
Padmapriya memberikan sumbangsih kesahajaan, hati besar, dan kehangatan yang cukup di balik porsi perannya sebagai Radha. Sementara Milind Soman sebagai Biju, Chandan Roy Sanyal sebagai Nazrul, Dinesh Nair sebagai Alex, dan Sobhita Dhulipala sebagai Vinnie cukup mencuri perhatian dan berkesan dengan porsi peran masing-masing.
Musik yang digarap Raghu Dixit (tampil juga di layar sebagai cameo) makin memperkuat atmosfer feel-good dan tentu saja, punya eksotisme tersendiri meski tak lagi terlalu terdengar kental khas Kuba seperti versi aslinya. Digantikan dengan musik-musik beraroma Punjabi yang festive seperti di Shugal Laga Le dan irama Broadway seperti di Tan Tan. Nomor-nomor musikal pun cukup suportif dalam memperkuat emosi dari adegan-adegan yang diiringi meski harus diakui tak begitu memorable dan beberapa kali terkesan sedikit mengulur-ulur laju plot. Nevertheless, saya menyukai nomor Darmiyaan kendati terdengar sangat familiar di scene musik Hindi.

Pertanyaan yang selalu muncul dari karya remake atau adaptasi adalah, mana yang lebih bagus. Untuk kasus Chef, jujur saya bingung menentukan karena masing-masing punya pilihan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Saya pribadi sih merekomendasikan keduanya dengan alasan tersebut. Toh Chef versi 2017 punya lokalitas yang unik dan khas serta eksplorasi tema fatherhood dan perkembangan kepribadian yang bagus. Sayang untuk dilewatkan, apalagi jika Anda termasuk kaum ayah yang sudah dikaruniai anak dan punya hubungan yang menarik dengan ayah Anda sendiri. Sementara bagi yang tidak (dan/atau belum), nikmati Chef sebagai sajian hangat, feel-good, sekaligus memperkaya wawasan tentang kuliner khas India.
Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates