Sunday, August 6, 2017

The Jose Flash Review
Jab Harry Met Sejal
[जब हैरी मेट सेजल]

Bekerja sama dengan sang raja, Shah Rukh Khan (SRK), mungkin sudah menjadi pencapaian tersendiri bagi sineas di tanah Hindustani. Setelah sekian tahun dan sekian kali belum berjodoh, Imtiaz Ali (Jab We Met, Love Aaj Kal, Rockstar, Highway, dan Tamasha) akhirnya menemukan peran yang pas untuk SRK. Berpasangan kembali dengan Anushka Sharma setelah Rab Ne Bana De Jodi, Jab Tak Hai Jaan, dan Ae Dil Hai Mushkil (di sini keduanya tak dipasangkan. SRK pun hanya menjadi cameo), kisah asmara bertajuk Jab Harry Met Sejal (JHMS) ini bukanlah remake dari komedi romantis legendaris, When Harry Met Sally. Judul tersebut hanyalah atribut sebagai penghormatan semata, sementara plot dan tema yang diusung jauh berbeda. Imtiaz sendiri sempat mengubah konsep awal yang mengangkat pria yang hendak bunuh diri menjadi lebih ceria dan berwarna. Tentu saja star power sebesar SRK tak boleh kelewat membuat fanbase raksasa yang tersebar di seluruh penjuru dunia kecewa, bukan?

Bekerja sebagai pemandu wisata Eurotrip, Harry memilih untuk menjadi penyendiri dan takut untuk menjalin hubungan dengan wanita. Comfort zone yang ia nikmati selama ini tergoyahkan ketika salah satu turis, Sejal, meminta ditemani mencari cincin kawin yang hilang selama mengikuti tour yang ia pandu. Mengingat ketakutannya untuk berhubungan kelewat dalam dengan wanita, Harry sempat menolak meski dengan tawaran bayaran yang menggiurkan. Namun ia akhirnya menerima juga setelah Sejal membuat surat perjanjian batas-batas hubungan mereka selama meruntut ulang perjalanan.
‘Topeng’ yang dipakai keduanya di depan satu sama lain perlahan terlepas dan membuat percikan asmara mulai tumbuh di antara keduanya. Sejal memutuskan untuk berusaha ‘menyembuhkan’ ketakutan Harry, sementara diam-diam Harry membuat Sejal menemukan jiwa sebenarnya yang selama ini terpendam. Namun ketika perjalanan selesai, mereka harus membuat keputusan terbaik atas hubungan mereka selama ini.
Hubungan asmara pura-pura yang berujung pada penemuan jati diri masing-masing untuk saling melengkapi sebenarnya bukan tema baru, bahkan bagi Imtiaz Ali sekalipun. Tamasha punya tema yang serupa meski dengan treatment dan kemasan yang berbeda. JHMS lebih memilih untuk membangun chemistry antara Harry dan Sejal lewat rangkaian dialog bak Before Trilogy. Sayangnya, dialog yang dihadirkan JHMS lebih banyak  bersifat basa-basi dan ‘hanya sebatas di permukaan’ saja. Sisanya, PR bagi penonton untuk menganalisis dan menerka-nerka dari ‘modal’ yang samar.
Visualisasi latar belakang konflik pribadi Harry pun masih kelewat samar. In the end konflik tersebut cukup bisa disimpulkan, tapi masih jauh dari kesan solid. Alhasil samarnya konflik pribadi Harry turut membuat perkembangan hubungan antara Harry dan Sejal menjadi samar. Dengan durasi yang hampir dua setengah jam, tarik ulur dan pasang-surut hubungan Harry dan Sejal bisa jadi melelahkan meski didistraksi oleh kejadian-kejadian ‘absurd’ dalam upaya pencarian cincin kawin Sejal serta keindahan panorama Amsterdam, Praha, Vienna, Lisabon, dan Budapest sebagai latar yang dibidik oleh sinematografi K.U. Mohanan.
Untungnya JHMS masih punya penampilan musikal yang memorable, terutama sekali Radha dan Hawayein. Chemistry antara SRK dan Anushka Sharma pun masih terjalin dengan meyakinkan dan manis meski tergolong samar di atas kertas, pun juga penampilan keduanya di Jab Tak Hai Jaan masih jauh lebih memorable. Thanks to Pritam dan tak boleh dilupakan kontribusi Diplo untuk Phurr yang turut ‘menyemarakkan’ film.
Dengan konsep yang familiar tapi bisa jadi menarik, Imtiaz agaknya masih kesulitan untuk menyampaikan semua konsepnya secara solid dan jelas. Alhasil JHMS masih bisa dipahami bagi penonton yang related secara langsung ataupun disimpulkan hasil menerka visualisasi-visualisasi yang samar. Andaikan saja dialog-dialog-nya lebih komunikatif, JHMS bisa menjadi kisah asmara dan pertaliannya dengan kepribadian yang menarik dan solid.  Ibarat cincin yang menjadi elemen terpenting di film ini, JHMS belum mencapai satu lingkaran penuh. Cukup jauh malah. Namun setidaknya masih ada chemistry dan penampilan SRK-Anushka Sharma yang sedikit meningkatkan daya tariknya sebagai sebuah romance.
Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates