Monday, August 28, 2017

The Jose Flash Review
A Gentleman:
Sundar, Susheel, Risky

Trend aktor memainkan peran ganda di sinema Bollywood agaknya masih belum surut. Sebelum Varun Dhawan di Judwaa 2 akhir September 2017 nanti, rekan sesama pendatang baru yang pernah dipertemukan di Student of the Year 2012 silam, Sidharth Malhotra, yang mengikuti jejak panjang tersebut lewat A Gentleman: Sundar, Susheel, Risky (sundar = charming, susheel = gentle). Sempat dirumorkan sebagai sekuel dari Bang Bang! yang merupakan remake dari film Hollywood, Knight and Day, gara-gara pernyataan sutradara Siddharth Anand yang menyebutkan kemungkinan ada sekuel tersebut dengan Siddhart mengisi peran utama. Namun kemudian ternyata A Gentleman disutradarai oleh duo Krishna D.K. dan Raj yang populer lewat Flavors, Go Goa Gone, dan Happy Ending, serta sebuah foto produksi menampilkan clapboard bertuliskan judul Not Bang Bang 2, yang mematahkan rumor tersebut. Ada pula klaim yang menyebut A Gentleman sebagai remake bebas dari The Big Hit, film action comedy Hollywood berbudget kecil yang dibintangi Mark Wahlberg, Lou Diamond Phillips, Antonio Sabato Jr., dan Christina Applegate. Apapun referensinya, A Gentleman agaknya memang menyuguhkan treatment perpaduan antara The Big Hit dan Bang Bang!

Didukung aktris muda berdarah Sri Lanka-Malaysia yang eksotis, Jacqueline Fernandez (Race 2, Kick, Broters, Dishoom, dan upcoming, Judwaa 2), Hussain Dalal (Yeh Jawaani Hai Deewani dan Dishoom), serta Darshan Kumar (Ashoka the Great, Sarbjit), A Gentleman tampak begitu menjanjikan tontonan action-comedy yang seru dan menghibur.
Gaurav yang tampak sangat family man dengan karir bagus sebagai tim marketing produk IT, rumah besar di kawasan perumahan elit di Miami yang ditinggali sendiri, hobi masak, dan lebih memilih mobil van untuk keluarga, sudah sangat siap untuk membina keluarga sendiri. Maklum selama ini dia belum pernah merasakan punya keluarga. Sayang gadis yang dicintainya, Kavya hanya menganggapnya sahabat saja karena ia mendambakan pria yang lebih suka tantangan ketimbang Gaurav yang cenderung serba play safe. 
Sementara itu ada Rishi, seorang anggota pembunuh bayaran yang sudah diasuh dan dilatih Kolonel Vijay Saxena sejak kecil. Wajahnya persis dengan Gaurav. Setelah sekian banyak misi diselesaikan, Rishi berniat untuk berhenti dan memulai hidup sebagai manusia biasa dan membina keluarga. Takdir mempertemukan keduanya ketika Gaurav ditugaskan ke Mumbai dan berurusan langsung dengan Rishi sebagai misi terakhirnya sebelum pensiun. Karena kemiripan fisik, Gaurav menjadi sasaran tim pembunuh bayaran Kolonel Vijay Saxena yang menganggap Rishi telah berkhianat dan membahayakan rahasianya selama ini. Gaurav mau tak mau terlibat dalam aksi kejar-kejaran yang membahayakan Kavya dan juga sahabatnya di kantor, Dikshit.
Formula kembar dan salah paham di tema mafia memang bukan lagi hal baru. Tak heran ketika plot ini bergulir di awal-awal film, A Gentleman terasa belum punya daya tarik lebih selain  sekedar menghibur lewat gelaran humor dari sub-plot Gaurav maupun adegan-adegan aksi yang cukup seru dan bahkan beberapa di antaranya tergolong inventif. Taring daya tariknya baru keluar ketika mencapai titik temu antara Gaurav dan Rishi. Barulah kepiawaian Krishna-Raj dalam menipu persepsi penonton lewat penyusunan strukturnya harus diakui cerdas. Plot pun menjadi menarik setelah titik temu tersebut. Meski secara keseluruhan grafik intensitasnya masih naik-turun, tidak naik secara konsisten, serta gabungan berbagai elemen seperti tema heist, yang sedikit menghambat flow-nya sebagai paket action-pack, ia masih punya beberapa momen yang seru dan cukup menegangkan. Termasuk juga paduan action-thriller-comedy a la The Big Hit yang rupanya hanya dijadikan sebagai referensi konsep di salah satu adegan saja. 
Dipercaya mengisi peran lead, Gaurav dan Rishi, Sidharth Malhotra terbukti punya kharisma yang sama-sama kuat; baik sebagai family man yang charming maupun jagoan aksi dengan skill bela-diri yang dahsyat. Sensualitas Jacqueline Fernandez pun mengimbangi dengan daya tarik yang menggoda sekaligus kickass. Darshan Kumar sebagai Yakub dan Suniel Shetty sebagai Kolonel Vijay Saxena pun punya kharisma yang cukup meyakinkan dalam mengisi peran-peran villainous. Bahkan penampilan Hussain Dalal sebagai karakter komedik, Dikshit (ya, nama karakter ini memang disengaja sebagai salah satu gimmick komedi), pun cukup memberikan kesan tersendiri bagi penonton.
Sebagai action-thriller-comedy yang fun, A Gentleman punya teknis yang tertata suportif. Mulai sinematografi Roman Jakobi yang dengan camerawork secekatan gerakan tangan Sidharth berhasil meng-elevate keseruan adegan-adegan aksi, bersama-sama dengan editing Aarif Sheikh yang terasa punya momentum-momentum pas sesuai kebutuhan adegan. Sementara musik dari Sachin-Jigar memang tak terlalu memorable, tapi lebih dari cukup untuk menyemarakkan film sehingga terkesan fun sebagaimana konsep keseluruhannya, seperti Disco Disco, Bandook Meri Laila, dan Chandralekha. Atau yang manis seperti Baat Ban Jaye dan Laagi Na Choote.
Dengan konsep perpaduan genre action-thriller-comedy (dan sedikit romance), A Gentleman menjadi paket yang fun dan begitu menghibur bak memadukan cool and sexy couple action spirit  a la Bang Bang!, keseruan dan kegokilanThe Big Hit, dan kecerdasan struktural plot. Memang sebagai sajian film action secara keseluruhan, grafik intensitasnya bisa terus meningkat hingga klimaks, pun juga bisa punya gelaran adegan-adegan aksi yang lebih padat. Namun apa yang tersaji di layar sudah lebih dari cukup sebagai tontonan yang sangat menghibur dan keren. 
Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates