Monday, May 29, 2017

The Jose Flash Review
Half Girlfriend
[हाफ गर्लफ्रेंड]

Jika diperhatikan, premise dasar film-film romance Hindi adalah a boy meets a girl, baru kemudian dikembangkan dengan berbagai topik, termasuk sosio-kultural yang mewarnai perjalanannya. Generik, memang, tapi somehow ia selalu punya cara untuk membuat perjalanannya menjadi menarik untuk disimak dan yang terpenting, mampu menggaet emosi penonton. Namun masih sangat jarang film Hindi yang diangkat dari novel roman. Toh, novel Hindi sendiri juga masih sangat jarang terdengar secara global. Maka apa yang dilakukan Mohit Suri yang dikenal sebagai sutradara Aashiqui 2, Raaz – The Mystery Continues, dan Ek Villain yang sukses secara komersial, ini cukup menarik. Diangkat dari novel coming of age berjudul sama karya Chetan Bhagat (penulis novel Five Point Someone yang diadaptasi menjadi film 3 Idiots, 2 States, dan The 3 Mistakes of My Life yang diangkat menjadi film Kai Po Che!) yang dirilis pertama kali tahun 2014 dan hak adaptasi filmnya sudah terjual bahkan sebelum dipublikasikan, Half Girlfriend (HG) menawarkan kehadiran pasangan Arjun Kapoor (Gunday dan Ki & Ka) dan Shraddha Kapoor (Aashiqui 2, Ek Villain, ABCD 2, dan Baaghi) sebagai daya tarik utamanya. 

Madhav Jha adalah pemuda asal Bihar yang bertekad kuliah di St. Steven’s College yang bereputasi bagus dengan kuota prestasi olahraga dengan tujuan ingin memajukan sekolah yang dikelola ibunya di daerahnya. Kelemahannya hanya satu: kemampuan berbahasa Inggris. Inilah yang membuatnya minder dengan hasil interview. Untung pertemuannya dengan sesosok gadis yang juga jago basket, Riya Somani, membuatnya kembali optimis diterima kuliah di situ. Hubungan mereka berdua pun berjalan semakin romantis, tapi Riya yang anak orang kaya hanya setuju untuk menjadi ‘setengah-pacar’ Madhav. Madhav yang sebenarnya bingung dengan maksud ‘setengah-pacar’ terima-terima saja status tersebut. Teman satu kamarnya, Shailesh, lah yang terus-terusan mendesak Madhav untuk meminta penjelasan status dari Riya. Menurutnya, Riya tergolong out of Madhav’s league dan only take Madhav for granted. Kekhawatiran Shailesh terbukti ketika Riya tiba-tiba menyodorkan undangan pernikahannya dengan anak orang kaya. 

Madhav melanjutkan hidup, bahkan hingga berhasil menarik perhatian yayasan milik Bill Gates untuk berdonasi di sekolah kelolaan ibunya yang berniat membangun toilet untuk murid perempuan sehingga mendapatkan kesempatan belajar yang sama dengan pria. Tak disengaja Madhav kembali bertemu dengan Riya yang juga menjadi wanita karir. Harapan untuk kembali menjalin hubungan pun muncul lagi. Sayang, kali ini Riya seolah menjaga jarak tapi selalu enggan untuk memberikan penjelasan. 

Secara garis besar HG seolah tak menawarkan sesuatu yang baru. Semua menggunakan formula dasar romance khas film Hindi. Setidaknya di paruh pertama film. Namun memasuki paruh kedua, konsep-konsep yang digunakan untuk membangun plotnya baru terlihat menarik. Mulai konsep ‘half-girlfriend’ yang dari lapisan terluar tampak seperti istilah lain untuk ‘friends with benefits’, ‘no strings attached’, ataupun ‘hubungan tanpa status’, tapi ternyata lebih mendalam, yaitu pemahaman ‘half-half’ sebagai bentuk hubungan yang saling mengisi, sampai soal penyampaian pesan yang lebih efektif ketimbang sekedar faktor bahasa, sekaligus menyindir konsepsi penggunaan bahasa Inggris yang seolah kastanya lebih tinggi daripada bahasa lokal. Sempat nyaris tergelincir pada formula kelewat cliché di genrenya, tapi untung saja urung di konklusi. 

Penulisan karakter pun menjadi highlight yang cukup penting di HG, terutama karakter Riya yang menjadi konflik utama. Kondisi keluarga tempat dibesarkan sekaligus lingkungan yang membentuk konsepsi sosial membentuk pilihan sikap Riya menjadi understandable dan rasional. Sedikit menjadi kritik sosial yang disampaikan dengan begitu halus tapi punya impact yang menggerakkan.

Baiknya lagi, Mohit Suri masih punya daya yang kuat untuk menjadikan momen-momen terpenting di HG terasa begitu emotiionally invested untuk menghanyutkan penonton, termasuk final conclusion yang begitu memuaskan di genre romantic drama.

Arjun Kapoor sebagai karakter utama sekaligus penggerak sudut pandang cerita, Madhav Jha kembali memberikan performa lead yang kharismatik dan dengan mudah mengundang simpati penonton. Chemistry yang dibangunnya dengan Shraddha pun cukup hangat, manis, dan meyakinkan. Sementara Shraddha sendiri mengimbangi porsi Arjun dengan pesona dan kharisma yang sama kuatnya, kecuali singing part yang mana suaranya terdengar sangat berbeda dari suara asli Shraddha dan lipsync yang masih kurang meyakinkan. Di lini pendukung, Vikrant Massey sebagai Shailesh, Seema Biswas sebagai ibu Madhav, Rhea Chakraborty sebagai Anshika, dan Anisa Butt sebagai istri Shailesh, tampil sesuai dengan porsi masing-masing yang memang tak banyak.

Teknis HG tergarap dengan baik, meski tak sampai pada terlihat grandeur seperti kebanyakan produksi Bollywood pada umumnya. Setidaknya sinematografi Vishnu Rao masih mampu menyampaikan plot dengan jelas dengan tetap menonjolkan tiap sisi emosionalnya dan sesekali shot-shot cantik yang sinematik (favorit saya adegan romantis dengan woman in red dress, berlatar landscape skycrapper New York City, dan salju. Perfectly beautiful!). Editing Devendra Murdeshwar menggerakkan plot dengan pas pula, termasuk di paruh awal yang sebenarnya tergolong formulaic di genre-nya. Musical score dari Raju Singh memberikan kelas tersendiri sekaligus mempertajam emosi-emosi adegannya, seiring dengan nomor-nomor cantik dan hummable gubahan Mithoon, Tanishik Bagchi, Rishi Rich, Farhan Saeed, Ami Mishra, dan Rahul Mishra. Favorit saya Lost Without You dan Stay a Little Longer yang dijamin akan terus terngiang dalam memori Anda untuk jangka waktu yang cukup lama setelah film berakhir.

Dari layer terluar, HG memang masih menawarkan segala formula dasar dari Hindi romance. Namun dengan konsep-konsep menarik untuk membangun plot dan tangan dingin Mohit Suri dalam menyuguhkan adegan-adegan dengan emosi yang cukup mendalam, serta nomor-nomor musikal yang memorable, HG sangat layak untuk disimak, terutama bagi penggemar Hindi romance. 

Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates