Saturday, April 8, 2017

The Jose Flash Review
Get Out


Tema ‘black’ atau kulit hitam beberapa tahun belakangan ini memang menjadi trend di Hollywood. Tentu saja seiring dengan isu anti-racism yang sampai sekarang masih menjadi topik hangat di Amerika Serikat. Jika biasanya tema ini dituangkan dalam genre drama biografi, drama sosial, atau drama romantis (interracial), maka apa yang dilakukan oleh Jordan Peele (dikenal lewat acara sketsa komedi TV, Key and Peele) sebagai debut penyutradaraannya di layar lebar, Get Out (GO) ini tergolong unik. Ia memasukkan isu ‘black’ dan anti-racism dari sudut pandang yang berbeda dan lewat genre mystery thriller a la Hitchcock. Tak heran jika kemudian produser horror yang paling jeli memproduksi horror/thriller murah tapi berpotensi laris, Jason Blum, lewat Blumhouse tertarik untuk memproduksinya. Siapa sangka pula jika GO ternyata menjadi kejutan di box office Amerika Serikat, dengan mengumpulkan hingga US$ 134 juta (di Amerika Serikat saja dan masih terus bertambah). Padahal budgetnya ‘hanya’ US$ 5 juta! Dengan nama-nama aktor/aktris yang belum dikenal, ini adalah prestasi yang jarang terjadi. Masih ditambah resepsi kritikus yang rata-rata positif. Semakin besarlah penonton di belahan dunia lain akan seberapa unik dan dahsyat mystery thriller yang ditawarkan Peele ini.

Chris Washington, seorang fotografer muda berkulit hitam sedang deg-degan. Pasalnya sang kekasih yang berkulit putih, Rose Armitage, berniat memperkenalkannya dengan keluarganya. Meski diyakinkan bahwa kedua orang tua Rose sama sekali tidak rasis, bahkan sang ayah pernah mengeluarkan statement bahwa akan kembali memilih Barrack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat untuk ketiga kalinya jika diperbolehkan, Chris tetap saja merasa tidak tenang. Terutama fakta bahwa Chris adalah pacar kulit hitam pertama Rose selama ini. Benar saja, ketika awal berkenalan, sambutan kedua orang tua Rose memang hangat meski sering terjadi awkwardness karena mereka kerap berusaha untuk menunjukkan bahwa mereka sangat welcome terhadap orang kulit hitam. Chris justru mulai curiga ada yang aneh dengan keluarga Armitage, apalagi setelah semakin mengenal kedua karyawan di rumah mereka yang berkulit hitam dan bertingkah aneh. Penyelidikan diam-diam Chris membawa ke sebuah penyingkapan misteri yang tak terduga.
GO sebenarnya tergolong film yang makin seru diikuti jika makin sedikit informasi yang diketahui sebelum menonton, termasuk trailer, sinopsis, apapun. Namun jika Anda penasaran akan gambaran apa yang membuatnya menarik, I’d say that GO adalah sebuah mystery thriller yang membangun nuansa thriller-nya secara perlahan tapi stabil, dengan pengungkapan yang (mungkin) tak terduga (tergantung seberapa banyak pengalaman dan referensi Anda) tapi ternyata punya setup-setup yang kuat dalam mendukung pengungkapannya.
Jika mau menganalisis strukuralnya, GO sebenarnya masih menggunakan formula dasar mystery thriller. Mulai setup, keanehan demi keanehan, pengungkapan, hingga resolusi. Berangkat dari tema ‘bertemu calon mertua’ yang mungkin bagi beberapa orang sudah ‘horror’, Peele masih sedikit membubuhkan bumbu-bumbu komedi ringan (tapi tak sampai membuat terbahak-bahak) untuk sekedar membuat suasana eerie dan tegang menjadi lebih santai. Secara cerdas pula Peele menghadirkan dialog-dialog yang diarahkan untuk menjadi komedi satir bahwa usaha sikap yang ‘trying too hard to show that we’re not racist’ justru terasa rasis. Sampai pada akhirnya keanehan demi kengerian mencapai klimaksnya dan saat revealing, bisa jadi membuat Anda melongo saking tidak menyangka akan diarahkan ke titik tersebut. Sedikit kelewat glorifikasi terhadap kaum tertentu dan 'fantasi', tapi masih acceptable karena disampaikan lewat argumen yang masih masuk akal (meski secara medis, nonsense). Namun tunggu dulu, plot  masih belum berakhir. Masih ada resolusi yang tak kalah menegangkannya hingga akhir film. Tak salah bukan jika GO yang meski secara struktur dan formula sebenarnya masih ‘template’ thriller a la Hitchcock, tapi terasa fresh dengan kemasan tersebut. Apalagi dengan directing dan sense Peele yang ternyata sangat baik dalam menyampaikan misteri, membangun thriller dengan timing serba tepat, dan revealing sekaligus resolusi yang berada pada porsi yang serba pas pula.
Keberhasilan GO tentu tak lepas dari penampilan aktor-aktris yang ternyata tampil sangat baik kendati masih tergolong belum populer. Terutama sekali Daniel Kaluuya yang menjadi kunci dari mood-driving sepanjang film. Lihat saja ekspresi wajahnya dari khawatir, marah, hingga ketakutan yang masing-masing terasa punya kedalaman dimensi lebih. Allison Williams sebagai Rose pun menghadirkan turning point yang menakjubkan dan sama-sama kuat untuk masing-masing ‘sisi’. Catherine Keener dan Bradley Whitford juga menampilkan sisi misterius yang memorable sebagai pasangan Missy dan Dean Armitage. Namun pencuri perhatian terbesar (mungkin karena menjadi kengerian terbesar pula) adalah Betty Gabriel sebagai Georgina dan Marcus Henderson sebagai Walter. Tak boleh diabaikan juga penampilan LilRel Howery sebagai Rod Williams yang meski terkesan sekedar ‘comedic character’ tapi ternyata punya andil yang cukup penting serta dibawakan dengan baik pula oleh Howery.
Teknis yang mungkin tak terlalu luar biasa tapi ternyata mampu memaksimalkan impact menjadi jauh lebih kuat. Mulai sinematografi Toby Oliver yang menyuguhkan storytelling dan thrilling moment yang efektif. Begitu juga editing Gregory Plotkin yang tahu persis timing tiap momen sesuai kebutuhan. Musik Michael Abels semakin mempertegas nuansa eerie, seiring dengan pemilihan lagu Run Rabbit Run dari Flanagan and Allen yang haunting dalam ingatan untuk jangka waktu yang cukup lama dan Redbone dari Donald Glover yang seksi. Terakhir, sound mixing yang jernih tapi terdengar dahsyat di banyak kesempatan sangat mendukung jumpscare secara maksimal.
Ya, bagi yang cukup akrab dengan genre thriller, bahkan sejak era Hitchcock-ian, formula yang digunakan GO memang tergolong template. Namun harus diakui Peele memanfaatkan template tersebut dengan plot serta style khas-nya secara cerdas, sehingga secara keseluruhan terkesan fresh. Pun juga Peele punya sense serta skill yang sangat baik di genre ini. For that purpose, GO was a rare movie nowadays. Pantang dilewatkan, terutama oleh penggemar thriller.
Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates