Monday, January 23, 2017

The Jose Flash Review
Hacker [Anonymous]

Seiring dengan perkembangan teknologi, kejahatan cyber pun juga semakin canggih. Semaju apapun teknologi yang digunakan oleh pihak berwenang untung mengungkap, selalu saja ada pelaku yang beberapa langkah di depan. Begitu juga kisah cybercrime yang diangkat ke layar lebar. Terakhir, saya cukup dibuat terpukau oleh film Jerman berjudul Who Am I – Kein System ist sicher (2014) yang meski menggunakan treatment penceritaan dan visual ala Fight Club-nya David Fincher, tetap saja merupakan thriller cybercrime yang asyik diikuti sekaligus detail yang convincing. Begitu juga Snowden (2016) lalu yang menjadi biopic intriguing dan thought-provoking dari sosok Edward Snowden. Tahun 2016, satu lagi film bertemakan cybercrime yang tampak menarik untuk disimak. Merupakan produksi joint-venture antara Amerika Serikat, Thailand, Kazakhstan, Hong Kong, dan Kanada, Hacker (atau Anonymous di beberapa negara) merupakan debut film berbahasa Inggris pertama dari Akan Satayev, sutradara asal Kazakhstan yang dikenal lewat Zabludivshiysya (2009) dan Zhauzhürek myng bala (2012). Dibintangi bintang muda Callan McAuliffe (masih ingat pemeran Bryce Loski dari Flipped atau Jay Gatsby muda di The Great Gatsby versi Baz Luhrmann?), Lorraine Nicholson (pemeran putri Adam Sandler dan Kate Beckinsale, Samantha Newman remaja di Click), dan Daniel Eric Gold (Matt di serial Ugly Betty). Filmnya sendiri sebenarnya sudah direncanakan sejak 2013 dan sudah selesai digarap 2014, tapi baru beredar akhir 2016 lalu. Untuk pasar Indonesia, Hacker didistribusikan oleh MVP dan mulai tayang sejak 27 Januari 2017.

Dengan harapan bakal memperbaiki kondisi perekonomian, keluarga Alex Danyliuk memutuskan untuk pindah dari Ukraina ke London. Bukan di Inggris, tapi kota kecil di Kanada. Nyatanya kehidupan mereka tidak membaik. Sang ayah bermalas-malasan sementara sang ibu sibuk bekerja di bank. Teman Alex cilik hanyalah komputer milik sang ibu. Dari komputer itu pulalah ia mulai belajar mendapatkan uang dengan menjadi clicker. Seiring dengan waktu, ia belajar mendapatkan lebih banyak uang dalam waktu lebih singkat. Kabar seorang hacker bernama Zed membuat Alex penasaran. Untuk meyakinkan Zed, ia mulai memberanikan diri memperbesar kejahatan cyber-nya; meng-hack kartu kredit orang lain untuk dibelanjakan barang-barang mewah lalu menjualnya lagi. Bisnis haram inilah yang mempertemukannya dengan Sye dan Kira yang juga piawai dengan kemampuan masing-masing. Ketamakan membuat mereka dalam posisi yang semakin berbahaya. Hingga akhirnya mereka berkesempatan untuk bertemu langsung dengan sosok Zed yang misterius dan ternyata sudah mempersiapkan misi puncak yang jauh lebih berbahaya untuk mereka ketiga.
Kasus kejahatan cyber, terutama hacker kartu kredit lewat online sudah tergolong modus lawas yang sekarang sudah sangat jauh berkembang untuk di-prevent. Maka apa yang disajikan di Hacker sebenarnya tergolong out-of-date. Dengan logika saat ini, modus ‘basi’ yang mereka lakukan dengan mudah dan bebas malah jadi tidak masuk akal dan terkesan terlalu menggampangkan. Mungkin faktor pembuatan yang sejak 2013-2014, sehingga membuat Hacker terasa sudah tidak lagi relevan.  However, aksi yang dilakukan Alex, Sye, dan Kira tetap saja terasa terlalu dimudahkan.
Treatment penceritaan Hacker yang memulai latar belakang keluarga Alex sebagai setup cerita sebenarnya bisa dijadikan pondasi yang menarik dan juga kuat jika dikembangkan ke arah transformasi karakter Alex yang jelas serta terarah. Sayangnya, apa yang ditampilkan di layar seolah hanyalah runtutan kronologis yang hanya peduli akan bigger crime, more dangerous, more intense semata, tanpa memberikan esensi-esensi perkembangan karakter yang berarti ataupun statement yang bold terhadapa keseluruhan cerita. Masuknya karakter Sye, Kira, dan Zed yang disusun a la chapter pun terkesan hanya gaya-gayaan semata. Pada akhirnya, tema 'money won't change people, it will only reveal the real them' yang sempat beberapa kali disampaikan lewat dialog tak benar-benar terasa kuat menjadi highlight cerita.
Other than that, alur plot yang digelar oleh Hacker sebenarnya cukup seru dan asyik untuk diikuti. Dengan sedikit twist yang lumayan menghibur ketika saya sudah mulai pesimis dan berpikir ini akan jatuh menjadi just another B-class cybercrime thriller. Ia pun menutup kisahnya tanpa konklusi berarti, hanya cukup memuaskan sebagai film yang mengandalkan runtutan kronologis biasa.
Para aktor yang mendukung Hacker sebenarnya tampil dengan cukup menarik. Terutama Callan McAuliffe yang semakin menunjukkan talenta akting yang menjanjikan dengan mengisi peran Alex Danyliuk. Lorraine Nicholson pun mampu memerankan karakter Kira dengan tak kalah menariknya, sekaligus chemistry dengan McAuliffe yang convincing. Begitu pula Daniel Eric Gold yang mengisi peran Sye dan Clifton Collins, Jr. sebagai karakter misterius, Zed. Tak ada yang benar-benar istimewa, tapi kesemuanya tampil dengan layak dan menunjukkan potensi yang besar ke depannya.
Kendati juga tak ada yang benar-benar istimewa di teknis, tapi setidaknya kesemuanya digarap dengan sangat layak. Mulai sinematografi Pasha Patriki yang cukup sinematis di genrenya, hingga editing Alex Marquez yang masih mampu menggerakkan cerita dengan pace dan timing yang pas. Scoring Renat Gaissin pun mengiringi adegan-adegan thriller-nya dengan energi yang pas kendati tergolong formulaic di genrenya.
Bagi Anda yang cukup familiar dengan tema internet, teknologi, maupun financial, apa yang disajikan Hacker memang terkesan out-of-date dan terlalu serba digampangkan. Namun jika Anda mencari hiburan instant di kala tak punya pilihan film lain yang mampu menarik minat, Hacker masih layak untuk disimak. Setidaknya masih cukup asyik untuk diikuti.
Lihat data film ini di IMDb
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates