Saturday, February 13, 2016

The Jose Flash Review
Spotlight


Kasus pemuka agama yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak di bawah umur sudah bukan sesuatu yang benar-benar baru. Ini terjadi di agama saja dan negara mana saja. Namun tak mudah untuk menyajikan kisahnya tanpa menyinggung salah satu pihak, karena menyangkut keyakinan banyak orang. Salah satu skandal kasus pelecehan seksual oleh pemuka agama terjadi di Boston, Amerika Serikat, diangkat oleh sutradara Tom McCarthy dan naskahnya dibantu oleh Josh Singer, lewat kacamata jurnalistik. Spotlight pun melaju menjadi salah satu kandidat Best Motion Picture of the Year di Oscar 2016 setelah memenangkan beberapa kategori di ajang penghargaan bergengsi lain. Beruntung, kita di Indonesia yang biasanya ‘kurang ramah film-film Oscar’ punya kesempatan untuk menilai secara langsung kelayakannya di Oscar tahun 2016 ini.

Boston, Juli 2001. Kedatangan Marty Baron yang menjadi editor in chief baru di Boston Globe membuat tim Spotlight melakukan investigasi terhadap kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang pastur, Romo Geoghan, lebih dari 30 tahun lalu. Kepala divisi Spotlight, Robby Stewart, reporter Mike, Sacha, dan Matt pun bekerja sama untuk mengulik segala sesuatu terkait kasus ini. Bukan pekerjaan mudah karena selain sudah lama terjadi, pihak Gereja Katolik, pemerintah kota, dan bahkan masyarakat ternyata memilih untuk tutup mulut terhadap kasus ini. Setelah melakukan interview dengan puluhan korban, pengacara, dan jaksa wilayah, terkuaklah sesuatu kasus yang lebih besar. Ternyata kasus pelecehan seksual yang dilakukan pastur kepada anak-anak juga terjadi di negara bagian lain, bahkan negara-negara lain. Tantangan lain bagi tim Spotlight adalah memilih angle berita yang tergolong sensitif ini. Maka profesionalisme mereka sebagai jurnalis dipertaruhkan.

Di permukaan, Spotlight menyajikan sebuah plot investigatif yang begitu cerdas, seru, dan cukup mengejutkan. Namun tak hanya itu, ia juga menunjukkan sisi-sisi lain yang tak kalah menarik untuk dibahas sekaligus memperkuat cerita utama. Pertama, aspek jurnalisme yang terasa begitu kuat dan realistik. Jika jaman sekarang semakin banyak reporter yang terkesan asal menulis tanpa riset tentang topik yang mendalam, Spotlight menunjukkan kinerja jurnalis sebenarnya yang tak semudah mencari sensasi dalam tiap cerita yang diangkat. Memilih angle yang tepat sehingga tak terkesan menyudutkan salah satu pihak menjadi aspek jurnalis yang paling menarik di sini. Kedua, bagaimana kasus pelecehan seksual yang ternyata begitu global bisa mempengaruhi iman penganutnya. Adegan Sacha yang tak kuasa membayangkan ‘kekotoran’ terjadi ketika berada di dalam gereja menunjukkan sebuah kesan yang sangat kuat dan thoughtful. Bayangan itu tak bisa ditepis begitu saja mengingat fakta yang memang benar-benar terjadi.

Kekuatan naskah didukung pula oleh performa-performa para aktornya yang mungkin tak terlalu spesial, tapi memainkan peran masing-masing dengan begitu kuat. Lihat saja bagaimana Rachel McAdams sebagai Sacha mengulik informasi dari para korban dengan penuh rasa penasaran tanpa menghilangkan rasa simpati. Begitu juga ketika ia menunjukkan moral dilemma ketika berada di dalam gereja. Lihat juga Mark Ruffalo sebagai Mike Rezendes yang begitu meyakinkan sebagai reporter cerdas dan kharismatik. Michael Keaton, Liev Schreiber, John Slattery, Billy Crudup, dan Stanley Tucci turut mendukung dengan performa kharismatik masing-masing yang tak kalah kuatnya.
Spotlight tergolong film yang begitu kuat di cerita, tapi tak melupakan aspek-aspek teknisnya. Sinematografi Masanobu Takayanagi mungkin tak ada yang istimewa, selain lebih dari cukup untuk kebutuhan penceritaan. Editing Tom McArdle mampu membuat laju cerita Spotlight berjalan lancar dan dinamis, meski sebenarnya lebih banyak diisi oleh dialog. Scoring dari Howard Shore yang tergolong minimalis membawa nuansa ‘terenyuh’ dan tensi ketegangan yang terasa berkelas, jauh dari kesan dramatis berlebihan.

Sebagai salah satu kandidat Oscar dengan nominasi di kategori-kategori utama, termasuk Best Motion Picture of the Year, Best Writing, Original Screenplay, dan Best Achievement in Directing, Spotlight memang merupakan sajian yang sangat layak diganjar penghargaan. Tema yang penting, disajikan dengan sangat kuat, diisi pula dengan performa-performa yang tak kalah kuat, ia menjadi salah satu film terbaik dan tepenting tahun ini. Atau malah salah satu terbaik untuk beberapa tahun belakangan. Dukungan saya untuk Best Motion Picture of the Year di Oscar 2016 pun jatuh kepadanya.

Lihat data film ini di IMDb.

The 88th Annual Academy Awards Nominees for:

  • Best Motion Picture of the Year
  • Best Performance by an Actor in a Supporting Role - Mark Ruffalo
  • Best Performance by an Actress in a Supporting Role - Rachel McAdams
  • Best Achievement in Directing - Tom McCarthy
  • Best Writing, Original Screenplay - Josh Singer and Tom McCarthy
  • Best Achievement in Film Editing - Tom McArdle
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates