Friday, February 19, 2016

The Jose Event Review
Exclusive Screening A Copy of My Mind

Para peserta kuliah umum beserta para dosen berfoto
bersama Joko Anwar dan Tia Hasibuan di Auditorium UK Petra Surabaya.
Film terbaru Joko Anwar, A Copy of My Mind (ACOMM) yang “hanya” ber-budget US$ 10 ribu (atau sekitar 150 juta Rupiah) tapi berhasil mendulang prestasi internasional bergengsi, seperti Venice Film Festival dan Toronto Film Festival, membuat siapa saja yang bermimpi menjadi filmmaker penasaran. Bagaimana bisa me-manage budget rendah untuk menghasilkan karya berkualitas baik? Itulah highlight kuliah tamu dari Joko Anwar dan produser, Tia Hasibuan,  atas undangan dari Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Kristen Petra Surabaya, yang bekerja sama dengan The Jose Movie Review, Rabu, 17 Februari 2016 mulai jam 11.30 siang lalu. Lawatan ini sekaligus menjadi bagian dari promo film ACOMM di Surabaya. Ratusan mahasiswa dan peserta umum membanjiri Auditorium UK Petra untuk menggali inspirasi dari keduanya. Joko membuka kuliah umum dengan sedikit penjelasan tentang basic storytelling sebelum akhirnya membagi pengalaman seputar pembuatan ACOMM.

Joko Anwar membagi pengalaman produksi
A Copy of My Mind.
Menjawab pertanyaan besar soal budgeting itu, menurut Tia kuncinya terletak pada meminimalisir pengeluaran fee untuk kru yang terlibat.

“Banyak kru yang tidak dibayar di ACOMM. Bahkan kamera dan post-pro, kami mendapatkan bantuan secara cuma-cuma. Kami juga menggunakan set yang sudah ada, jadi tidak perlu membangun lagi. Kalau mau dihitung-hitung, budget 150 juta justru kebanyakan dipakai untuk katering dan transportasi,” aku Tia.

Fasilitas yang serba ‘gratis’ dan minimalis tidak lantas membuat penggarapan ACOMM asal-asalan. Salah satu buktinya adalah musik-musik pengiring sepanjang film yang dibikin mulai dari nol. Mulai dangdut koplo, tarling, Melayu, metal, Manado, sampai Mandarin. Konon total ada sekitar 70-an lagu yang ditulis serta diaransemen oleh Rooftop Sound demi menghidupkan nuansa-nuansa realis di film.

Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana para kru mau bekerja dengan mood serta semangat terjaga tanpa dibayar.

“Itulah sebabnya menjadi produser dan sutradara perlu yang namanya leadership. Sutradara harus bisa membuat para kru percaya akan hasil akhir dari karya,” kali ini Joko yang menjawabnya.

Tia pun menambahkan sambil sedikit berpromosi, “Perjanjian di awal, para kru mendapatkan share dari keuntungan penayangan di layar lebar. Makanya nonton, bantu kami membayar kru kami. Supaya kami juga bisa bikin film lagi.”


Dari kiri ke kanan: host Rial Adian, produser Tia Hasibuan,
dan sutradara/penulis naskah Joko Anwar.
Tak hanya membagi pengalaman saat produksi ACOMM, Joko dan Tia juga seakan memberikan ‘pencerahan’ bagi mahasiswa dan peserta yang punya passion serta cita-cita di dunia film, yang mungkin selama ini mengira tidak punya penghasilan maupun masa depan yang cerah.

“Selain produksi film, kami di Lo-Fi Flicks juga mengerjakan segala sesuatu yang berkaitan dengan audio visual. Mulai iklan komersial, web-series, apa saja yang berhubungan dengan audio visual. Syukur selama belasan tahun saya bekerja di bidang ini, tidak pernah sampai kekurangan uang,” jelas Tia yang juga sempat menyebutkan beberapa angka minimal fee penulis naskah dan sutradara, seolah memberikan harapan kepada peserta yang punya passion di film.

Suasana pengambilan tiket Exclusive Screening A Copy of My Mind
di CGV Blitz Marvell City Surabaya.
Setelah kuliah umum di UK Petra, Joko dan Tia meluncur ke CGV Blitz Marvell City Surabaya untuk Exclusive Screening film ACOMM. Dari kapasitas 152 seat di auditorium 1, sebanyak 140 seat sudah habis terjual. Antusiasme yang besar ini membuat Joko dan Tia senang. Apalagi menurut Joko, dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan peserta, terlihat bahwa yang hadir benar-benar penonton yang paham film dan nonton film-film yang pernah dibuat Joko sebelumnya.
Peserta Exclusive Screening ACOMM mengantri masuk auditorium.

Suasana Q&A setelah film berakhir.
Joko Anwar menyempatkan selfie bersama
para peserta Exclusive Screening ACOMM.

Tak lupa sebelum rangkaian promo ACOMM di Surabaya berakhir, Joko dan Tia membagi-bagikan merchandise berupa poster ACOMM bertanda tangan serta tumbler stainless steel ACOMM kepada lima orang penonton yang beruntung. 

Para pemenang doorprize poster bertanda tangan
dan tumbler eksklusif ACOMM.



Tim sukses Exclusive Screening ACOMM (dari kiri ke kanan:)
Vincent Jose, Ayu Dwi Astiti dari DuaTiga Project, Tia Hasibuan,
Joko Anwar, host Rian Adian, dan Helene.




Baca review A Copy of My Mind di sini.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates