Sunday, December 13, 2015

The Jose Flash Review
Legend

Kehadiran film biopic kriminal atau mafia agaknya sudah ada setua usia sejarah perfilman sendiri. Selain faktor chance untuk menghadirkan adegan laga yang terkesan lebih seru dengan klaim ‘berdasarkan kisah nyata’, kharisma tiap tokoh kriminal besar yang bisa jadi sama besar atau malah lebih besar dari tokoh protagonis, membuatnya jadi kesempatan emas untuk aktor pemerannya menunjukkan kemampuan terbaiknya. Tak heran jika aktor watak sekelas Johnny Depp langganan ditawari peran semacam ini, terakhir sebagai James ‘Whitey’ Bulger di Black Mass. Kali ini giliran aktor Tom Hardy yang berkesempatan menarik perhatian publik lewat peran gandanya sebagai si kembar Ronald dan Reggie Kray, mafia asal Inggris yang berjaya di era 1960-an. Ini bukan kali pertama Hardy memerankan karakter kriminal legendaris. Sebelumnya, ia pernah menuai pujian ketika memerankan Charles Bronson tahun 2008 lalu lewat Bronson. Uniknya, Bronson dan Reggie Kray saling mengenal karena berada pada sel yang sama. Di belakangnya, ada penulis naskah/sutradara yang tidak main-main, Brian Helgeland, yang pernah dinominasikan Oscar untuk Best Adapted Screenplay lewat Mystic River dan menang 1 Oscar untuk naskah adaptasi L.A. Confidential.

Lingkungan East End London tahun 1960-an dipegang oleh sepasang saudara kembar, Reggie dan Ronnie Kray. Meski kembar, keduanya punya perbedaan yang cukup kontras. Karena diagnosis schizophrenia, Ronnie jadi lebih temperamental dan brutal dalam menghadapi berbagai konflik. Sementara Reggie lebih memilih jalan yang lebih intelektual, meski pada limit tertentu juga tak kalah brutalnya. Ronnie seorang gay, sementara Reggie jatuh cinta kepada wanita muda setempat, Frances Shea. Meski ditentang oleh sang ibu, Frances percaya Reggie sebenarnya adalah orang yang baik. Jalan cerita pun berjalan dari sudut pandang Frances sebagai narator. Blood is thicker than water. Sebesar apapun rasa cinta Reggie kepada Frances, Ronnie yang perlahan menghancurkan bisnis mereka dengan tabiatnya, membuat Reggie harus memilih hidup bersih dan bersama dengan Frances, yang artinya juga meninggalkan Ronnie sendirian dalam lembah hitam  mafia, atau mendampingi sekaligus melindungi Ronnie, bersama-sama menjalankan bisnis haramnya.

Kalau Anda tergolong rajin atau menggemari film-film biopic kriminal atau gangster, tentu plot di atas bukan barang baru lagi, atau mungkin akan merasa bosan. Helgeland memang tidak menggunakan formula yang unik untuk menyampaikan cerita The Kray Brothers. Sudut pandang Frances pun tak memberikan keunikan penceritaan yang berarti, selain sekedar memperkuat pengaruh Frances terhadap dilematis yang dihadapi oleh Reggie. Cukup menarik sebenarnya, namun tak juga menjadi sesuatu yang unik di sub-genrenya. Yang menjadi poin lebih dan menjadikan narasi Legend jadi fresh adalah penggunaan musik-musik populer era 60-an yang dominan soul sebagai penggerak mood sepanjang film.

Kekuatan utama Legend jelas akting yang begitu mengagumkan dari Tom Hardy. Apalagi memerankan dua karakter dengan perwatakan berbeda. Perkembangan karakter Reggie yang cukup banyak sekaligus representasi tiap dilema yang ia pikul mampu dilakoni secara maksimal oleh Hardy. Tak semengesankan perannya sebagai Charles Bronson, namun tetap layak diapresiasi lebih. Emily Browning yang memerankan karakter Frances mungkin tak diberi porsi ataupun penulisan karakter yang cukup untuk membuat penonton bersimpati, tapi kharismanya dan aura keseksiannya tak bisa dipungkiri begitu saja. Sementara sisanya di deretan karakter pendukung mengisi peran masing-masing dengan porsi yang serba pas.

Tak ada sinematografi yang terlalu istimewa dari Dick Pope (The Illusionist, Topsy-Turvy) selain mampu menyampaikan narasi ceritanya dengan jelas. Begitu juga editing Peter McNulty yang mampu menjaga pace Legend menjadi pas untuk genre drama. Desain produksi Tom Conroy mampu menghidupkan nuansa era 60-an dengan sangat nyata, didukung pula oleh tata musik Carter Burwell dan berbagai pengisi soundtrack yang mampu membangun mood sepanjang film.

Legend mungkin bukan karya film drama-action-crime yang terlalu memikat dengan storytelling yang cenderung generik di genre-nya. Namun performa yang sangat prima dari Tom Hardy dan pendukung cast lainnya, serta musik pengiring yang membangun mood sepanjang film, jadi aspek yang membuatnya lebih dari cukup untuk disimak.

Lihat data film ini di IMDb.


Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates