Friday, August 28, 2015

The Jose Flash Review
How to Make Love Like an Englishman

Di Hollywood ada semacam kecenderungan, atau bahkan ada yang menyebutnya sebagai ‘kutukan’, bahwa aktor/aktris yang pernah memainkan karakter iconic di franchise besar, karirnya tak akan lebih besar atau setidaknya mengulang ketika memerankan karakter iconic itu. Ada cukup banyak kasus yang membuktikan teori ini. Lihat saja karir Hayden Christensen pasca peran Anakin Skywalker. Next yang sudah menunjukkan gejala ini, seperti Daniel Radcliffe dan Kristen Stewart yang cenderung tampil di project-project indie pasca histeria Harry Potter dan Twilight Saga. Harrison Ford adalah sedikit dari contoh kasus yang berhasil survive dari ‘kutukan’ ini. Sayangnya, sang James Bond era 90-an, Pierce Brosnan, termasuk salah satu yang lebih banyak bermain di film indie pasca James Bond digantikan oleh Daniel Craig. Kalaupun di proyek major studio, dia bukanlah pemeran utama, seperti di Mamma Mia!, misalnya. Tak heran jika Brosnan akhirnya memilih merangkap sebagai produser, termasuk untuk film komedi romantis terakhirnya, How to Make Love Like an Englishman (HTMLLAE) atau yang juga dirilis dengan judul alternatif Some Kind of Beautiful.

Pierce Brosnan di sini berperan sebagai seorang dosen sastra di Cambridge, Richard. Peran sang ayah yang pecinta ulung bak Cassanova membuat Richard juga punya kecenderungan untuk gampang jatuh cinta. Richard menjalin hubungan asmara dengan salah satu mahasiswinya, Kate. Di tengah keseriusan yang mulai terjalin antara keduanya, Richard bertemu dan tertarik dengan Olivia, kakak tiri Kate. Berusaha setia, Richard memendam rasanya dan memilih untuk menikahi Kate serta menurutinya untuk pindah ke Los Angeles. Kebahagiaan tak berlangsung lama karena Kate jatuh cinta dengan pria lain. Sebagai warga negara Inggris, Richard terancam untuk kehilangan semuanya. Mulai istrinya, greencard, yang artinya juga kehilangan putranya bersama Kate, Jake.

Sejatinya HTMLLAE adalah sebuah komedi romantis yang diperuntukkan oleh penonton dewasa. Dibandingkan komedi romantis untuk remaja, kategori ini masih tergolong jarang ada, apalagi yang berhasil secara komersial. Isu mature relationship dan segala komplikasinya sebenarnya sudah divisualisasikan dengan cukup baik di sini. Guyonan baik yang berupa dialog, tema seksis dan battle of sexes, olok-olok stereotip orang Inggris dan Amerika, bahkan sampai yang sedikit slapstick, diselipkan di sana-sini untuk mewarnai film. Memang hanya berhasil membuat saya sekedar tersenyum kecil, tak sampai tertawa terbahak-bahak, but it’s just okay. Romance-nya pun tergolong manis dengan penampilan Pierce Brosnan dan Salma Hayek. Namun yang menjadi kendala terbesar dari HTMLLAE sehingga menjadi kurang nyaman dinikmati secara utuh adalah terlalu banyak isu pendukung yang turut dimasukkan, seperti parenting yang sebenarnya punya sedikit korelasi dengan isu utama, sisterhood rivalry, dan yang paling mengganggu, kehilangan kewarganegaraan. Khusus yang terakhir, menurut saya yang paling parah mencederai penceritaan dan simpati penonton terhadap Richard sebagai tokoh utama. Tak salah juga jika ada yang mengatakan bahwa ketiga karakter utama di sini tak ada yang benar-benar bisa mengundang simpati penonton karena tindakannya yang tidak benar.

Kendati demikian, sebenarnya kehadiran para cast turut memberikan alasan lebih kenapa HTMLLAE masih menarik untuk disimak. Pierce Brosnan masih memikat dengan peran pecinta ulung yang berusaha do the right thing. Adegan-adegan komikal dari karakternya pun berhasil dilakoni dengan baik dan berhasil tanpa terkesan dibuat-buat. Jessica Alba tak diberi porsi yang cukup untuk memikat penonton ditambah karakternya yang terkesan menyebalkan. Salma Hayek pun sebenarnya juga tak diberi screen presence yang cukup untuk membangun chemistry layak dan convincing dengan Pierce Brosnan, tetapi Hayek masih sedikit lebih memikat daripada Alba di sini. Di deretan pemeran pendukung, aktor veteran, Malcolm McDowell yang paling menarik perhatian.

Divisi teknis tak ada yang begitu istimewa. Yang paling menonjol mungkin hanya art directing, terutama untuk set rumah Richard-Kate di Los Angeles yang begitu cantik. Pilihan track yang digunakan untuk menghidupkan adegan-adegannya sebenarnya cukup menarik dan sesuai, sayangnya tidak familiar sehingga gagal untuk menjadi memorable.

Di tangan sutradara Tom Vaughan (What Happens in Vegas), sebenarnya HTMLLAE jadi komedi romantis yang cukup manis dan menghibur. Bisa lebih manis lagi dan lebih bold jika tanpa memasukkan terlalu banyak isu yang mendistraksi isu utamanya. Not bad, tapi juga tidak akan jadi begitu memorable. At least, HTMLLAE bisa jadi pilihan yang lumayan menghibur jika Anda bingung mau nonton apa karena film lainnya sudah ditonton dan tak ada film lain yang menarik perhatian Anda. Atau Anda fans Brosnan atau Hayek.

Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates