Thursday, August 20, 2015

The Jose Flash Review
Child 44

Biasanya film perang yang didasarkan pada kejadian nyata tak pernah jauh-jauh dari tema action ataupun drama kemanusiaan. Maka apa yang ditawarkan oleh Child 44 ini cukup menarik: thriller investigasi misteri pembunuhan berantai di tengah latar Uni Soviet era kepemimpinan Stalin. Belum lagi ada nama Ridley Scott yang awalnya didapuk untuk duduk di bangku sutradara, meski akhirnya hanya menjadi salah satu produser, aktor Tom Hardy, Noomi Rapace, dan Gary Oldman. Trailernya pun menunjukkan tingkat kemenarikan yang serupa. Film yang diangkat dari novel trilogy best seller berjudul sama dari penulis Inggris, Tom Rob Smith ini benar-benar menjanjikan sebuah gripping thriller.

Cerita bergulir dari Leo Demidov, anak yatim piatu yang diasuh oleh keluarga militer, hingga saat dewasa menjadi petugas keamanan pro-Stalin yang idealis. Kehidupannya semakin sempurna ketika menikahi gadis pujaannya, Raisa. Namun idealismenya mulai memudar ketika mendapati putra sahabat sesama petugas keamanan tewas dengan keadaan yang mencurigakan. Meski akhirnya harus melaporkan kecelakaan sebagai penyebab kematian karena doktrin “there’s no murder in paradise” dari Stalin saat itu, Leo terusik untuk menyelidiki kasus pembunuhan ini. Ternyata pembunuhan dengan modus serupa juga muncul di berbagai wilayah. Kehidupannya dan Raisa harus terancam karena tekanan dari pihak pemerintah gara-gara ulah Leo.

Dari premise di atas pun, Child 44 punya potensi untuk menjadi cerita thriller yang seru, menegangkan, dan bikin penasaran. Memang di awal, film bergulir dengan setup-setup yang menarik untuk membangun rasa penasaran penonton. Namun seiring dengan semakin bergulirnya cerita, semakin banyak sub-plot yang idealnya dimasukkan untuk menyatu dengan plot utama sehingga menjadi lebih menarik, namun jatuhnya malah terkesan meluber ke mana-mana, tak fokus, dan paling parahnya, membuat saya sebagai penonton, sudah tidak peduli lagi untuk mengetahui siapa pelaku pembunuhan sebenarnya. Beberapa sub plot yang terasa tidak menyatu seperti tentang hubungan Leo-Raisa dan Leo vs pemerintahan. Penyelidikan kasus pembunuhan pun seolah berkembang dengan sangat lambat. Peran General Mikhail Nesterov yang selalu dicantumkan di berbagai media promosi, termasuk trailer dan poster pun ternyata sangat sedikit. Kesannya tokoh ini ada di semua materi promo semata-mata supaya dilirik, karena diperankan oleh Gary Oldman. Entah permasalahannya sudah berawal dari naskah adaptasinya, penyutradaraan Daniel Espinosa (Safe House) yang masih kurang smooth dalam memblend berbagai formulanya, atau editing yang kurang jeli menyusun adegan. Konon, first cut dari film ini awalnya berdurasi 5 ½ jam!

Tom Hardy dan Noomi Rapace, seperti biasa tampil gemilang di lini utama. Catatan khusus untuk Hardy, meski aksen Rusia-nya tidak terkesan dibuat-buat, namun tetap saja terdengar ada yang aneh dan kurang match. Gary Oldman, seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, seolah-olah menyia-nyiakan kekuatan aktingnya gara-gara karakter yang terkesan tak begitu ‘penting’ di hasil akhirnya. Di lini pemeran pendukung, Joel Kinnaman sebagai Vasili dan Jason Clarke sebagai Anatoly cukup menarik perhatian.

Kelebihan lain dari Child 44 adalah desain produksinya yang terlihat begitu otentik dengan settingnya. Mulai desain lokasi, properti, hingga kostum. Sinematografi pun cukup berhasil menangkap segala keindahan dan detail desain produksinya. Sementara tak ada yang terlalu istimewa di divisi tata suara, selain lebih dari cukup untuk menghidupkan berbagai suasana adeagn, mulai perang dengan desingan peluru dari berbagai kanal surround, hingga scoring dari Jon Ekstrand yang setidaknya berhasil membangun nuansa misteri dan suspense di tengah-tengah ketidak fokusan cerita yang mendistraksi.

Meski banyaknya sub plot yang dijejalkan dengan tujuan memperkaya cerita terbukti tidak mampu ditangani dan nge-blend dengan baik, Child 44 setidaknya masih berhasil membangun nuansa thriller dan suspense-nya dengan stabil sepanjang durasi. Setidaknya saya masih cukup bisa menikmatinya. Dengan sedikit perasaan tak puas yang mengganjal, tentu saja. Sayang sekali.

Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates