Thursday, July 30, 2015

The Jose Flash Review
Bajrangi Bhaijaan

Beberapa filmografi terakhir Salman Khan berhasil menciptakan image action hero bagi dirinya. Apalagi film-filmnya rajin dirilis dalam rangka Idul Fitri. Kalau Lebaran tahun lalu kita disuguhi aksinya di Kick, maka Lebaran tahun ini Salman lagi-lagi menghiasi layar, bukan dengan film aksi, namun justru drama komedi yang melibatkan anak-anak, Bajrangi Bhaijaan (BB). Kabir Khan duduk di bangku sutradara, yang mana menandai kedua kalinya mengarahkan Salman setelah sebelumnya sukses dengan film aksi fenomenal, Ekh Tha Tiger.

BB berkisah seputar Pawan Kumar Chaturvedi atau yang akrab dipanggil Bajrangi Bhaijaan, pemuda lugu yang selalu berusaha jujur dan berbuat baik kepada siapa saja. Dia tidak keterbelakangan mental seperti yang sering digambarkan sinema Hindi (misalnya Koi Mil Gaya dan Barfi!), hanya saja dia memang tidak cakap dalam banyak hal, terutama akademis dan olahraga. Kalau ada pepatah yang mengatakan bahwa the foolish is the most obedient one, begitulah Pawan yang sangat patuh, tak hanya kepada Dewa Hanoman, tapi juga mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hubungannya dengan seorang wanita cantik bernama Rasika diuji ketika Pawan dibuntuti seorang gadis kecil bisu yang terpisah dari keluarganya. Maka dimulailah petualangan Pawan membawa pulang gadis yang diberi nama Munni ini ke orang tuanya. Plot ini sebenarnya tidak ada yang benar-benar baru. Malahan seperti gabungan dari berbagai plot tipikal film Hindi. Tapi seperti biasa, film Hindi mampu mengundang simpati dan emosi penonton secarama maksimal.

Jangan salah, BB bukanlah tipe film Hindi yang menguras air mata penonton karena peristiwa-peristiwa malang yang menimpa karakter-karakternya. Tidak ada pula anak-anak penyakitan yang menunggu kematian untuk memancing air mata. Narasi BB disusun oleh kejadian-kejadian sederhana sehari-hari dengan bumbu komedi ringan dan manis. Namun ketika sampai pada titik puncaknya… Oh yes, there will be tears, tapi lebih karena merasakan betapa feel good perasaan yang dibawa olehnya. Latar belakang pertikaian antara India-Pakistan menjadi latar yang sempurna untuk menghantarkan drama humanity-nya. Pun juga perbedaan reliji (Hindu dan Muslim) disampaikan dengan cara yang begitu halus, tak memihak salah satu, bahkan komedi tanpa embel-embel ofensif. Sounds cheesy and dreamy, but somehow has made me believe in humanity over hatred again and that the world is still beautiful.

Memerankan karakter yang berbeda dari tipikalnya, Salman ternyata mampu tampil memukau dan mencuri simpati penonton. Karakter Pawan menjadi begitu loveable di tangannya. Kareena Kapoor tetap saja mempesona meski screen presence-nya tak begitu banyak. Nawarzuddin Siddiqui sebagai Chand Nawab juga dengan mudah mencuri hati penonton berkat karakternya yang awalnya agak komikal namun berubah menjadi mudah menarik simpati penonton berkat aksinya. Terakhir, tentu saja pendatang baru cilik, Harshaali Malhotra yang jadi scene stealer paling kuat. Melihatnya tersenyum saja sudah bisa membuat penonton mencintai karakternya.

Sinematografi berhasil merekam berbagai set indah, mulai Kurukshetra yang meriah dengan warna-warni cerah, pegunungan di desa Sultanpur, sampai Karachi yang terasa tandus. Kamera juga berhasil meng-capture emosi dari tiap momen tanpa dramatisasi yang terasa berlebihan. Slow-mo masih ada di berbagai adegan, bahkan di adegan-adegan yang terasa tidak butuh di-slowmo, namun secara keseluruhan tak sampai mengganggu pace cerita. Tak ada yang istimewa dengan tata suara, selain cukup menghidupkan berbagai adegan sebagaimana mestinya, terdengar megah di adegan tarian dan begitu menggetarkan hati ketika adegan klimaks. Lagu-lagu yang menghiasi sepanjang durasi 2 ½ jamnya memang tak banyak, namun cukup memorable dan menyatu dengan film. My favorite, Selfie Le Le Re dan The Chicken Song.

BB memang punya cerita yang cheesy dan dreamy, tapi working at its best. Toh sesekali kita perlu sajian manis untuk mengingatkan kita kalau kemanusiaan itu masih ada dan dunia masih indah. Feels good, doesn’t it?

Lihat data film ini di IMDb
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates