Saturday, May 30, 2015

The Jose Flash Review
The Taking of Deborah Logan

Cerita kerasukan atau pengusiran roh jahat (possession atau exorcism) sudah sangat sering dibuat. Bahkan mungkin saat ini jadi salah satu materi horor yang paling banyak diangkat. Tak sedikit pula yang menggunakan gaya found footage atau mockumentary. Namun apa yang ditawarkan sutradara baru, Adam Robitel, lewat The Taking of Deborah Logan (The Taking) ini sedikit berbeda. Tak heran jika berhasil menarik perhatian seorang Bryan Singer (sutradara X-Men dan The Usual Suspects) untuk memproduserinya.

Sebagai sebuah horor, dengan gaya mockumentary sekalipun, The Taking tak begitu mengikuti pakem. Di awal, ia justru seperti sebuah documentary biasa tentang seorang nenek yang menderita Alzheimer. Penonton dengan mudah dibuat iba dengan kondisi si nenek, Deborah Logan. Bahkan disisipkan pula penjelasan dan fakta-fakta tentang Alzheimer, persis seperti sebuah documentary biasa. Namun kemudian perlahan mulai dimunculkan kejadian demi kejadian ganjil yang membawa penonton ke serangkaian adegan menyeramkan.

Dari segi plot sebenarnya tak ada yang istimewa dari The Taking. Cerita possession dengan latar belakang ritual okultisme sudah sering diangkat. Namun yang patut diacungi jempol adalah kerapihan menyusun plot dari awal hingga akhir, dengan adegan-adegan mengerikan yang slow-burn hingga klimaksnya. Meski menggunakan style mockumentary, The Taking tak sampai membuat penonton merasakan motion sickness atau ketidak jelasan adegan. Ya, tentu saja kompensasinya ada beberapa adegan yang tampak tak mungkin untuk ukuran found footage. Namun tanpa mempedulikan logika angle, style mockumentary cukup berhasil menmbuat adegan-adegan mengerikannya menjadi lebih nyata.

Keberhasilan The Taking jelas terletak pada akting Jill Larson sebagai Deborah Logan yang sukses membuat penonton iba sekaligus merinding dengan perubahan pada dirinya yang begitu meyakinkan. Sementara supporting casts yang lain meski tak begitu  diberi porsi lebih namun cukup mengisi perannya dengan baik, seperti Anne Ramsay sebagai Sarah Logan, Michelle Ang sebagai Mia, Ryan Cutrona sebagai Harris, dan tak ketinggalan Julianne Taylor pemeran si cilik Cara, yang di bagian akhir ternyata juga mampu tampil mengintimidasi penuh misteri.

Desain tata suara dan scoring pun turut andil dalam membangun suasana creepy. Meski scoring-nya tak begitu sering ditampilkan, namun diletakkan pada timing yang tepat.

Well yeah, memang tak banyak yang baru maupun begitu istimewa dari The Taking. Bahkan mungkin banyak penonton penggemar horor yang menganggapnya terlalu slow dan membosankan, namun di ranah horor mockumentary, The Taking patut menjadi salah satu yang menarik untuk disimak dan diapresiasi.

Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates