Friday, March 20, 2015

The Jose Flash Review
Run All Night

Pesona Liam Neeson masih belum pudar pasca Taken 3 yang terasa begitu melelahkan. Setidaknya begitulah menurut studio-studio Hollywood. Maka sekali lagi di tahun 2015 ini, kita diajak menyaksikan aksi Liam Neeson sebagai sosok action-hero tua. Kali ini ia tak sendiri, karena ia harus head to head dengan aktor gaek lainnya, Ed Harris. Di bawah komando Jaume Collet-Serra yang pernah berkolaborasi dengan Liam di Non-Stop dan Unknown, Run All Night sebenarnya menawarkan cerita yang tak beda jauh dari franchise Taken: karakter utama action hero yang harus beraksi untuk menyelamatkan keluarganya.

Bedanya Run All Night dibekali storyline yang lebih kompleks. Karakter utamanya, Jimmy Conlon ditampilkan sebagai pembunuh bayaran, instead of penegak hukum seperti di Taken. Dengan karakter anak yang tak kalah jagoannya dan digambarkan membenci ayahnya, Mike Conlon, cerita menjadi menarik. Apalagi setelah Mike dikejar-kejar oleh bos Jimmy karena dituduh membunuh putra satu-satunya. Cerita pun bergerak menjadi menarik, sebenarnya. Sayang rupanya cerita bergerak cukup lambat di babak pertama, terutama ketika memperkenalkan karakter Jimmy dan hubungannya dengan Mike. Di babak ini mungkin hanya visualisasi scenic yang menarik perhatian. Cerita baru terasa benar-benar hidup dan seru ketika Mike mulai diserang hingga penghujung adegan. Satu per satu adegan kejar-kejaran, hide and seek,  serta baku hantam head to head ditampilkan mewarnai layar dengan pace yang terasa sangat pas dan dinamis. Tak lupa pula perkembangan hubungan antara karakter Jimmy-Mike yang diberi porsi cukup banyak  dan cukup berhasil menyentuh saya meski tak sampai emosional berlebihan.

Liam Neeson sekali lagi membuktikan ketangguhannya sebagai action-hero tua. Ed Harris pun menjadi rival yang seimbang, baik dari segi akting maupun ke-bad ass-an. Joel Kinnaman sebagai Mike juga memberikan performa yang seimbang dengan Liam, sekaligus menampilkan chemistry yang cukup kuat pula. Di lini pemeran pendukung, Vincent D’Onofrio dan Common turut mencuri perhatian berkat penampilan masing-masing.


Overall, Run All Night mungkin tidak menawarkan sesuatu yang baru. Pun juga bukan yang terbaik di sub-genre maupun untuk premise sejenis. Namun saya rasa  bisa saja menjadi bagian dari franchise Taken, dengan jalinan cerita yang jauh lebih menarik dan emosi yang sedikit lebih terasa, tanpa meninggalkan adegan-adegan aksi yang intens, thrilling, dan disajikan bertubi-tubi. Menarik dan sangat menghibur.

Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates