Wednesday, November 12, 2014

The Jose Movie Review
Big Hero 6

Overview

Langkah Walt Disney mengakuisisi Marvel tentu punya tujuan dan rencana yang besar. Secara finansial, jelas Marvel mampu mendatangkan keuntungan yang luar biasa besar berkat portfolio lusinan superhero yang bisa dieksploitasi semaksimal mungkin. Tapi siapa sangka ternyata Disney juga berniat “mengawinkan” karakter-karakter Marvel dengan portfolio karakteristik animasinya yang sangat khas. Maka sebagai permulaan, Disney meluncurkan Big Hero 6 (BH6).
Dilihat dari desain karakter-karakternya, BH6 jelas sekali terasa memadukan versi komiknya yang bergaya manga dengan khas Disney. Hasilnya ternyata menarik. Tanpa menghilangkan kekhasan dari keduanya, karakter-karakter BH6 berhasil menjadi satu gaya unik tersendiri, yang lantas menjadi kekuatan utama filmnya.
Dilihat dari premise-nya, sebenarnya tergolong klise: seorang anak jenius menemukan dirinya melalui robot ciptaan almarhum kakaknya, lantas menyempurnakannya dan menghentikan penjahat yang diduga juga menjadi tersangka pembunuh sang kakak. But hey, it’s primarily targeted for kids anyway. Selama punya adegan-adegan menggelitik, momen-momen menyentuh, dan yang pasti punya pesan moral yang positif, BH6 sudah bisa dianggap berhasil.
Tapi sayang, hanya sampai sejauh itu saja pencapaian BH6. Adegan-adegan yang dirangkai dengan sangat rapi hanya mampu menghantarkan BH6 menjadi tontonan dengan emosi yang standard. Ya, ia memang punya momen emosional, namun hanya sekedar ada, tidak sampai digali semaksimal mungkin. Even more, sisi yang paling menonjol adalah humornya yang lebih mengandalkan tingkah lugu karakter-karakternya, terutama karakter robot gemuk Baymax. Beberapa dari Anda mungkin masih akan tertawa terbahak-bahak. Tapi jika hanya mampu membuat Anda tersenyum atau malah tanpa ekspresi sama sekali, kesalahan bukan pada diri Anda juga. Karena memang hanya seperti demikianlah BH6 didesain.
Sebagai film aksi petualangan, BH6 tentu menawarkan porsi yang cukup mendominasi (selain sisi humornya). Namun sekali lagi, karena ditata dengan sangat rapi, adegan-adegan aksi BH6 pun hanya menjadi cinematic eye candy yang memanjakan mata, tanpa menimbulkan thrill sama sekali.
In short, BH6 adalah tontonan yang sangat menghibur dan cocok untuk disaksikan oleh semua umur. Tidak banyak yang akan membekas lama dalam ingatan Anda selain sosok dan tingkah laku Baymax.
Opening short animation Feast pun terasa biasa saja. Tampak manis, tapi sama sekali tidak terasa sampai benak saya. Tidak seperti animasi-animasi pendek pembuka Disney sebelumnya. Untung saja after-credit-nya tidak terduga dan sangat menyenangkan untuk diketahui, terutama bagi fans superhero-superhero Marvel.

The Casts

Semua pengisi suara terdengar mengisi perannya dengan sangat pas, pun juga tak ada yang lebih menonjol ketimbang yang lain. Terkecuali tentu saja suara Baymax yang diisi oleh Scott Addist akan menjadi ikonik selama beberapa tahun ke depan. Nama-nama populer yang didapuk menjadi pengisi suara, seperti Daniel Henney, T. J. Miller, Jamie Chung, Damon Wayans Jr., dan James Cromwell, cukup memberikan warna tersendiri di setiap karakternya.

Technical

Selain desain karakter yang sangat menggemaskan dan mengesankan, desain produksi BH6 secara keseluruhan pun tampak sangat indah. Mulai desain kota San Fransokyo yang unik, perpaduan San Francisco dan Tokyo yang megah sekaligus indah. Dan yang paling membuat saya terkesan adalah tampilan microbot yang berubah-ubah bentuk. Untuk efek 3D-nya, hanya efek depth yang paling terasa, sedangkan gimmick pop-outnya tidak begitu banyak dan tidak begitu terasa.
Visual yang mumpuni didukung pula tata suara yang tak kalah dahsyatnya. Suara bass yang dalam dan efek surround yang dimanfaatkan secara maksimal berhasil menciptakan dimensi ruang yang nyata. Henry Jackman semakin memberikan nafas megah dan keseruan ke dalam adegan-adegan melalui scoring-nya.

The Essence

Kelebihan yang dimiliki tidak akan berarti jika tidak digunakan untuk sesuatu yang positif. Toh dendam tidak akan menghilangkan perasaan kosong.

They who will enjoy this the most

  • All ages, especially kids under 10
  • General audiences who seek for an exciting instant entertainment
  • Audiences who is easily love adorable characters
Lihat data film ini di IMDb.

The 87th Annual Academy Awards nominee(s) for

  • Best Animated Feature Film of the Year
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates