Friday, November 21, 2014

The Jose Flash Review
Third Person

Di antara jajaran penulis naskah handal yang juga sering merangkap sutradara, nama Paul Haggis adalah salah satu yang paling atas di Hollywood. 2 Oscar untuk naskah sekaligus mengantarkan Crash menjadi Best Motion Picture of the Year, sudah menjadi buktinya. Sekali lagi Paul Haggis membuktikan diri sebagai maestro penulis naskah sekaligus sutradara handal lewat Third Person (TP) yang tergolong proyek indie.
Keunggulan utama dari TP adalah naskahnya yang tidak hanya punya story telling unik, tapi juga dialog yang cerdas dan memberikan banyak hint menuju konklusi cerita, dan mampu memanipulasi plot utama. Mengusung konsep interwoven omnibus, TP pun sebenarnya punya konsep cerita yang tidak bisa dibilang baru, meski memang masih sangat jarang digunakan. Dengan memasang seorang penulis novel sebagai karakter utama, sebenarnya bisa ditebak arah cerita yang interwoven ini akan dibawa ke mana. Namun Haggis mampu memoles konsep penceritaan dengan lebih menarik hingga terasa beda dan unik, terutama dalam menyampaikan poinnya. Anda hanya perlu menganalisa benang merah dari ketiga karakter utama di tiap segmen; Julia (Mila Kunis), Scott (Adrien Brody), dan Anna (Olivia Wilde). Itu pun tetap akan menimbulkan rasa penasaran dari penonton (yang peduli) jauh setelah film berakhir, hingga mengundang diskusi untuk menyatukan kepingan-kepingan puzzle yang ditebar sepanjang film menjadi satu konsep cerita yang utuh dan kuat. Multiple viewing mungkin diperlukan bagi beberapa penonton yang penasaran. Di situlah letak menariknya TP yang ditulis dengan detail sangat rapi, meski punya banyak metafora yang bertebaran untuk mengidentifikasi mana yang real, mana yang fiktif. Tak heran jika penonton pasif yang tidak mau repot-repot memahami ceritanya, akan dengan mudah menganggap TP film tidak jelas dan super pretensius. But that’s a warning, terserah Anda merasa termasuk penonton yang mana.
Didukung aktor-aktris papan atas, turut menambah value TP. Saya sangat menyukai akting Mila Kunis sebagai Julia di sini. Menurut saya dia yang paling terasa kuat sepanjang film, sekaligus peran yang paling kuat sepanjang karirnya selama ini. Olivia Wilde pun tampak lebih mempesona dari biasa berkat peran yang sedikit ‘nakal’ namun tetap emotionally gripping dan elegan. Moran Atias juga mencuri layar berkat permainannya yang tak kalah mengundang simpati sekaligus memanipulasi penonton. Sementara di lini aktor, baik Liam Neeson, Adrien Brody, maupun James Franco cukup memberi warna film meski secara emosional tidak sekuat para aktrisnya.
Lihat data film ini di IMDb. Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates