Wednesday, October 22, 2014

The Jose Movie Review
The Judge

Overview

Genre drama courtroom pernah cukup booming di era 90-an. Apalagi adaptasi dari novel-novel John Grisham seperti The Firm dan The Pelican Brief. Namun semakin lama selera pasar bergeser sehingga kurang meminati film-film yang memerlukan kinerja otak untuk menganalisis kasus pidana, meski seringkali jadi menarik berkat twist yang sering diletakkan di keputusan hakim ketua. Maka drama courtroom pun semakin jarang muncul di layar lebar dan lebih sering muncul di layar kaca. Maka kemunculan The Judge di tengah-tengah gegap gempita film bang bang boom blockbuster dan teenage romance menjadi semacam oase yang cukup menyegarkan.
Jujur, ketika menyaksikan trailernya, saya kurang begitu tertarik untuk menyaksikan film utamanya. Terutama karena serasa seperti film yang terlalu serius, namun juga tidak menyajikan ketegangan khas courtroom drama. Namun ternyata The Judge menawarkan lebih dari sekedar courtroom drama. Secara garis besar, The Judge sebenarnya punya premise utama father-and-son drama yang dikembangkan dengan background ruang persidangan. Lengkap dengan atribut profesi hakim ketua untuk sang ayah dan pengacara handal untuk sang anak.
Seperti kebanyakan father-and-son drama, The Judge juga punya cerita hubungan ayah-putra yang sudah lama tak akur. Tak jelas penyebab utamanya hingga menjelang klimaks film. Sebuah konsep dasar yang sebenarnya klise, namun di-drive dengan blend bersama tema courtroom yang sangat sangat menarik. Dengan durasi yang termasuk di atas rata-rata (2 jam 21 menit), The Judge sebenarnya punya alur yang lambat. Untungnya adu argumen yang terjadi di tiap adegan berhasil menghiasi storyline menjadi lebih segar dan menarik untuk diikuti. Belum lagi beberapa adegan penting yang dengan sangat maksimal berhasil menyentuh penontonnya. Tidak perlu tampil terlalu mellow atau menye-menye, The Judge cukup menyentuh dengan menyajikan suasana adegan apa adanya serta penampilan akting dari para aktornya yang luar biasa.
Tak hanya berhasil mengembangkan plot father-and-son-nya sebagai menu utama. Koneksi antar karakter lainnya, seperti Hank dengan Samantha serta Hank dengan putrinya, Lauren, juga berhasil berjalan dengan sejajar dan seimbang, tanpa mengganggu fokus plot utamanya.
Dengan blend yang sempurna antara courtroom drama dan koneksi antar karakter di baliknya, saya mengakui bahwa The Judge adalah salah satu film terbaik tahun ini yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Tak hanya sebagai courtroom drama yang memang sudah lama tidak kita saksikan, tapi juga sebagai father-and-son drama yang deeply touching, tanpa harus mendayu-dayu.

The Casts

Salah satu faktor terkuat dari The Judge adalah para aktornya yang bermain dengan gemilang. Robert Downey, Jr. tampil menarik memainkan karakter yang terasa berbeda dengan image Tony Stark yang terlanjur melekat terlalu. Padahal kalau mau diperhatikan lagi, sebenarnya antara karakter Hank dan Tony Stark punya sedikit kemiripan. Terutama dari segi kesinisan dialog. Robrt Duvall juga berhasil mengimbangi penampilan Downey, Jr. dengan akting yang sama gemilangnya.
Di deretan pemeran pendukung, hampir semua menunjukkan kharisma yang sama seimbang kuatnya, tanpa terasa mengalahkan porsi karakter-karakter utama. Terutama sekali Vera Farmiga yang terlihat lebih chubby ketimbang biasanya, Vincent D’Onofrio, dan Billy Bob Thornton. Sementara Leighton Meester dan Emma Tremblay cukup memberi nuansa cute dan manis ke dalam cerita.

Technical

Sinematografi Janusz Kaminski tampak paling menonjol dibandingkan teknis lainnya. Mulai framing dan pergerakan kamera yang cantik, hingga white light yang menjadi signatural tersendiri.
Scoring dari Thomas Newman juga berhasil menghantarkan emosi sesuai kebutuhan dengan maksimal. Terkadang terasa witty, manis, mengharukan, sekaligus berkelas. Tak ketinggalan pilihan-pilihan soundtrack-nya yang turut mewarnai nuansa sepanjang film, terutama The Scientist versi Willie Nelson di credit yang berhasil mengiris-ngiris hati di tengah kesunyian.

The Essence

Meski seringkali punya point of view dan tujuan yang berbeda, koneksi dan naluri antara orang tua dan anak selalu menjadi yang terkuat dan menyatukan. At some point, they will collide somewhere.

They who will enjoy this the most

  • Courtroom drama enthusiast
  • Father-and-son themed fans
  • A father and his mature son
Lihat data film ini di IMDb.

The 87th Annual Academy Awards nominee(s) for

  • Best Performance by an Actor in a Supporting Role - Robert Duvall
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates