Monday, October 20, 2014

The Jose Movie Review
Dracula Untold


Overview

Dracula adalah salah satu sosok monster klasik yang sudah berpuluh-puluh atau beratus-ratus kali diangkat ke medium film dengan berbagai variasinya. Mulai pure horor yang melahirkan sosok klasik Nosferatu dan Count Dracula, teenage romance ala Twilight Saga, sampai komedi seperti animasi Hotel Transylvania. Dengan trend sword and armor yang sebenarnya juga sudah mulai tiring, Dracula Untold (DU) berusaha dibangun.

Sebenarnya premise cerita yang coba ditawarkan oleh DU seperti perpaduan berbagai konsep legendaris sosok Dracula. Terutama sekali versi Bram Stoker yang pernah diangkat dengan begitu memorable oleh Francis Ford Coppola. Bahkan prolog-nya pun begitu terasa tribute kepada Bram Stoker’s Dracula. Lantas digabungkan dengan elemen war action sword-and-armor bak Kingdom of Heaven dan The Lord of the Rings. Buruk? Well, jika Anda belum pernah menyaksikan versi vampire manapun dan referensi-referensi yang saya sebutkan sebelumnya, mungkin jawabannya adalah tidak sama sekali. Tapi jika Anda cukup familiar, maka DU tak punya sesuatu yang baru untuk ditawarkan, selain just another standard blockbuster formula based on sword-and-armor concept.

Jika Anda mengharapkan horor, maka Anda menyaksikan film yang salah. Tapi jika Anda mengharapkan sedikit bumbu romance dan humanity, mungkin Anda akan menemukannya sedikit. Tapi sekali lagi, kesemuanya hanyalah bumbu pelengkap sekaligus penyedap yang sama sekali tidak berhasil membuat DU menjadi lebih menarik secara keseluruhan. Emosi yang dibangun pun masih gagal menggerakkan hati saya, either itu simpati, anger, maupun pain. All’s just in standard level.

In the end, bagi saya DU hanyalah film hiburan standard yang akan dengan mudah dilupakan begitu saja. Upaya Universal untuk mulai membangun Monster Universe masih saja memungkinkan jadi lebih menarik. Tapi untuk saat ini saya masih belum melihatnya di sini. Semoga saja bangunan universe di fase-fase berikutnya bisa semakin kuat seperti layaknya universe The Avengers di ranah superheroes.

The Casts

Cukup mengejutkan Universal tidak memasang aktor-aktor yang sudah punya nama di sini. Bahkan untuk peran pendukung atau figuran. Padahal secara production value, DU jelas termasuk high profile project. Praktis, DU hanya berusaha menjual dengan nama besar “Dracula” dan embel-embel “Untold” yang rentan menjadi bahan bully-an dari penonton yang tidak menyukainya.

Sebagai karakter utama, Luke Evans yang sebelumnya hanya jadi pemeran pendukung, sebenarnya cukup punya kharisma. Porsinya yang memang paling dominan memudahkannya untuk tampil paling menonjol. Tapi masih jauh jika ingin menjadi aktor yang iconic. Apalagi sosoknya di sini sedikit mirip (atau malah sangat mengingatkan saya akan) sosok Orlando Bloom. But he’s still okay so far. Begitu juga dengan Sarah Gadon yang harus saya akui cantik dan mempesona, namun sama-sama belum mampu menjadi aktris yang ikonik dan melekat lama di benak saya.

Dominic Cooper pun masih tampil so-so sebagai villain. Yang cukup menarik sebenarnya adalah penampilan Charles Dance yang sudah kenyang bermain di film sword-and-armor. But yeah, porsinya yang tidak begitu banyak membuatnya terlupakan begitu Vlad terlihat lebih mendominasi layar.

Technical

Harus saya akui, setidaknya DU sangat unggul di divisi teknis. Mulai CGI yang memanjakan mata, terutama transformasi Vlad menjadi gerombolan kelelawar dan sebaliknya. Tata suara juga punya andil yang cukup besar dalam membangun suasana keseruan perang yang setidaknya membuat DU masih layak untuk terus diikuti.

Desain produksi, terutama sekali desain kostum juga terlihat stunning, meski ada beberapa yang begitu mirip dengan Bram Stoker’s Dracula. Sayang scoring dari Ramin Djawadi masih kurang berhasil menjadi alunan nada yang memorable dan hummable. Memang terdengar grande and sometimes, creepy, tapi hanya sampai sebatas mediocre.

The Essence

Meski melalui jalan yang salah dan gelap, suatu niat baik tetap akan berbuah kebaikan. Tentu saja tetap akan menimbulkan konsekuensi yang harus ditanggung.

They who will enjoy this the most

  • General audiences who seek for light entertainment
Lihat data film ini di IMDb. Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates