Thursday, October 23, 2014

The Jose Movie Review
The Book of Life 3D

Overview

Reel FX selama ini dikenal sebagai studio kreator special effect dan desain grafis. Film animasi layar lebar pertamanya, Free Birds, punya potensi yang bagus dengan pengisi-pengisi suara aktor terkenal. Sayang distribusi yang tidak termasuk The Big Six, membuat gaungnya tidak terlalu besar. Maka dengan diproduseri oleh Guillermo del Toro dan dukungan distribusi 20th Century Fox, kali ini Reel FX punya kesempatan lebih besar untuk menjadi studio animasi yang sejajar dengan Disney, Pixar, maupun DreamWorks, lewat The Book of Life (TBoL).
Di luar dugaan, TBoL berhasil menjadi sajian film animasi yang segar, terutama dari segi visualisasi. Dengan mengangkat kebudayaan Meksiko, TBoL tampil unik dengan desain karakternya yang seolah seperti boneka kayu khas Meksiko. Sedikit mengingatkan saya dengan The Lego Movie, tetapi dengan ciri khasnya sendiri. Belum lagi dukungan ornamen-ornamen yang sangat detail dan penuh warna vibrant yang menambah cantik visualisasinya.
Plot dasar TboL sebenarnya cukup klise, yaitu cinta segitiga dengan latar budaya Meksiko, terutama perayaan Day of the Dead. Tapi plot dasar itu dibumbui dengan berbagi pemikiran modern, seperti tentang emansipasi wanita dan pilihan hidup sesuai passion. Kesemuanya menjadikan BoL terasa lebih dewasa dan lebih cocok untuk penonton di atas usia 10 tahun ketimbang visualisasi dan joke-jokenya yang lebih childish meski tidak sampai sampai jadi garing. Namun the best of all adalah penggalian emosi yang cukup membuat penonton berempati di banyak adegan. Apalagi dengan dukungan scoring yang mengiringi dengan sangat pas.
Sayang segala kelebihan yang dimiliki TBoL tidak diimbangi dengan storytelling-nya yang masih terasa tiring di beberapa bagian. Awalnya alur berjalan dengan lancar dan enak dinikmati. Tapi di beberapa adegan alur terasa agak melelahkan, terutama karena faktor joke yang nyaris tanpa henti diselipkan. Untung tidak sampai menghambat pergerakan cerita dan tidak berlangsung sepanjang film. Chaotic yang ditampilkan di hampir semua adegan juga berpotensi merusak alur seperti yang terjadi di Hotel Transylvania. Namun karena disajikan dengan pace yang tepat (baca: tidak terasa terlalu cepat), ternyata hasilnya masih bisa dinikmati dengan nyaman.
In the end, TBoL bisa jadi salah satu animasi terbaik tahun ini, apalagi dengan visualisasinya yang sangat stunning. Dengan berbagai unsur kanak-kanak dan dewasanya, TBoL adalah paket hiburan yang cukup lengkap untuk segala usia.

The Casts

Hampir semua cast mampu menghidupkan karakter-karakternya melalui sumbangan suara. Terutama sekali Zoe Saldana dan Diego Luna yang mendapat porsi paling banyak. Channing Tatum yang cocky pun berhasil terdengar nyata.
Ron Perlman yang punya suara khas juga turut menghidupkan karakter Xibalba. Namun tentu saja yang paling mencuri perhatian adalah Ice Cube dengan suara khasnya yang membuat nuansa TBoL semakin terasa groovy.

Technical

TBoL jelas punya desain produksi yang begitu kuat dan khas. Sedikit mengingatkan saya akan desain produksi Tim Burton’s Corpse Bride, namun dengan warna-warni yang lebih vibrant dan ornamen-ornamen yang lebih khas.
Efek 3D yang jadi opsi penonton bukanlah pilihan yang mubazir, meski bukan juga menjadi kewajiban. Depth-nya memang memberikan dimensi tersendiri dan memperkaya keindahan gambar, namun tak banyak efek pop-out yang ditawarkan.
Tata suara juga patut mendapatkan kredit yang cukup tinggi, terutama dalam menghadirkan suara yang crisp dan dahsyat, serta efek surround yang juga terasa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Scoring yang digubah Gustavo Santaolalla turut memberikan kontribusi yang pas dengan emosi. Fun, pride, dan sorrow, jadi bisa begitu dirasakan oleh penonton lewat iringan musiknya. Belum lagi pilihan lagu-lagu populer seperti Creep milik Radiohead, Da Ya Think I’m Sexy dari Rod Stewart, dan Just A Friend dari Biz Markie, serta banyak lagu-lagu baru yang menambah poin keindahan TBoL sebagai piece of art.

The Essence

Pria perlu keseimbangan antara hati yang tulus dan keberanian untuk menjadi pria sejati yang didambakan wanita manapun.  And yeah, if you’re certain about true love, no effort is for nothing.

They who will enjoy this the most

  • The whole family member, from infant to the eldest
  • Sweet romance fans
  • Musical movie enthusiasts
  • Ethnic cultural lovers
Lihat data film ini di IMDb. Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates