Sunday, June 22, 2014

The Jose Movie Review
22 Jump Street

Overview

Diangkat dari serial popular era 90-an, 21 Jump Street (21JS) sukses mengocok perut penonton yang memang cocok dan menyukai guyonan-guyonan demikian. Tapi jangan salah, banyak juga yang tidak suka dengan humor-humor mereka (baca: Tatum dan Hill). So once again, semua tergantung dari cocok-tidaknya jenis humor yang mereka tawarkan dengan selera Anda. Jujur, saya sendiri tidak begitu menikmati joke-joke konyol mereka yang lebih cenderung ke bodoh-bodohan.
Maka ketika muncul sekuelnya, 22 Jump Street (22JS), saya tidak terlalu berharap banyak bakalan cocok. Tapi karena semakin lama saya semakin menikmati humor gokil Jonah Hill di film-film lain, seperti This is Not the End dan bahkan di Wolf of Wallstreet (sekali lagi, ini masalah selera!), maka saya berpikir tidak ada salahnya mencoba sajian yang kali ini. Toh berbekal pengalaman dari seri sebelumnya, saya tidak punya ekspektasi tinggi-tinggi. Just try to enjoy the offered humors, and the whole show.
Saya pun harus mengakui, saya jauh lebih menikmati 22JS ketimbang 21JS. Memang, jenis humor bodoh-bodohan ala 21JS masih bertebaran di sana-sini, seolah sudah menjadi signatural versi layar lebar-nya. Tetapi penulis naskah juga memberikan variasi humor lain untuk menjangkau penonton yang lebih luas. So jika Anda lebih menyukai humor sinikal, sindiran, dan membutuhkan referensi tertentu, terutama budaya populer, maka 22JS jelas menjadi sajian yang lebih menarik untuk dinikmati. Lihat saja villain utamanya yang ternyata tipikal remaja ignorant manja yang sinis ala Gossip Girl. Humor cerdas? Well, ada juga sih kalau Anda mau menganggapnya demikian. In the name of entertainment, istilah apa saja untuk mendeskripsikannya, sah.
Tak hanya dari segi humor, chemistry karakter serta pengembangan antara Schmidt (Jonah Hill) dan Jenko (Channing Tatum) mendapatkan porsi yang jauh lebih banyak serta menarik. Call it bromance or partnership, it’s definitely hilarious to make an ”open relationship” term in a partnership, if you know what I mean.
Lupakan sejenak adegan-adegan aksi yang terkesan konyol dan bodoh, karena memang sengaja dibuat demikian. Semua adegannya adalah bahan bercandaan. Nikmati saja sebagai komedi, bukan film action yang mencoba tampil keren. Well, sometimes lucu juga bisa jadi keren kan? Seperti credit title-nya yang gokil abis dan sayang buat ditinggal keluar studio itu.

The Casts

Chemistry antara Channing Tatum dan Jonah Hill memang semakin kuat di sini, tetapi penampilan Channing Tatum sendiri, menurut saya, jauh mengalami perkembangan. Channing berhasil mengimbangi guyonan Jonah, sekaligus semakin luwes dalam menyelami karakter humor Jenko. Sementara penampilan Jonah Hill tak jauh beda dengan penampilan dirinya di film-film lainnya. Well, you have to admit, he’s here to be his own self, just like any other comedians, right?
Di deretan pemeran pendukung, Amber Stevens sebagai Maya jelas mencuri perhatian berkat dukungan fisik, serta juga kharismanya yang loveable. The Lucas Brothers sebagai si kembar Keith & Kenny Yang juga cukup menjadi scene stealer serta salah satu sumber kelucuan. Terakhir, tak boleh dilupakan Jillian Bell yang berhasil menjadi villain yang bikin gemes sekaligus bikin ngakak.

Technical

Tak banyak yang begitu menonjol maupun istimewa dari teknis 22JS, selain pilihan soundtrack yang sejak awal memang sudah mendukung suasana gokilnya. Bukan berarti buruk, tetapi termasuk standard sehingga tak begitu terasa menonjol. Toh, 22JS tak butuh teknis yang unik atau terlalu mumpuni untuk menghidupkan filmnya. Mungkin editing dan desain produksi yang patut mendapat kredit lebih dalam mendukung kegokilannya.

The Essence

Menjadi partner (in any terms, partnership or relationship) tidak harus selalu sama dalam segala hal. Mungkin dengan berbagi perbedaan yang ada, justru bisa spice it up even more.

They who will enjoy this the most

  • Penonton yang bisa menikmati 21 Jump Street
  • Penyuka humor yang membutuhkan referensi tertentu, satir, dan sindiran
  • Ganks of dudes
Lihat data film ini di IMDb. Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates