Thursday, March 20, 2014

The Jose Movie Review
Need For Speed


Overview

Dominasi Fast and Furious (FF) begitu kuat hingga film apa pun yang bertemakan car race selalu dibanding-bandingkan dengan franchise yang sedang merampungkan seri ke-tujuhnya pasca tewasnya Paul Walker ini. Di satu sisi tentu saja ini menjadi momok jika hasilnya ternyata tidak bisa melampaui FF. Namun DreamWorks rupanya melihat ini sebagai tantangan dan peluang untuk menciptakan franchise tandingan. Apalagi dengan mengusung nama Need for Speed (NFS), salah satu game paling sukses dan fenomenal yang pernah ada. Karena tidak punya storyline tertentu, jelas tim penulis naskah bisa bebas merangkai cerita semenarik mungkin. Meski jelas penonton tidak begitu peduli dengan storyline yang unik. Yang penting masuk akal, dengan adegan-adegan koreo balapan yang seru dan gila-gilaan, fans setia akan datang dengan sendirinya.

Ternyata semua pendukung NFS bisa dikatakan cukup berhasil membuka franchise baru ini dengan menarik. Meski storyline-nya termasuk generik atau bahkan klise, namun berkat penjagaan pace yang pas menjadikannya tetap enjoyable. Durasinya menjadi sedikit kepanjangan untuk genre sejenis. Dari kacamata saya, permasalahannya ada pada babak pertama cerita yang terlalu panjang dan detail (yaitu sebelum karakter utama, Tobey Marshall, dipenjara). Durasi babak ini yang memakan 1 jam sendiri jelas bisa dibuat lebih ringkas, meski yang tersaji di layar bioskop masih tergolong nyaman untuk disaksikan. Beruntung babak kedua dan ketiga di-drive dengan sangat dinamis sehingga menjadikannya secara keseluruhan asyik untuk diikuti.
Kekuatan utama NFS jelas adegan-adegan koreo balapan mobil yang gila-gilaan dan direkam dengan tata kamera serta editing yang mendukung keseruan bak feel ketika memainkan versi game-nya. Kemunculan mobil-mobil eksotis yang masih jarang tampil di film, seperti Konigsegg, Bugatti Veyron, dan Mustang Shelby GT-500, memberikan pemandangan segar di genre car race.
Karakter-karakter yang menarik juga turut membuat penonton betah mengikuti kisahnya, meski secara keseluruhan chemistry antara karakternya masih belum begitu kuat dan asyik seperti halnya gang Dominic Toretto di franchise FF, misalnya. Hal yang mungkin bisa diperbaiki jika dilanjutkan seri berikutnya.
Dengan sajian yang menghibur dan digarap sangat baik, franchise NFS jelas punya peluang untuk dilanjutkan. Terus terang saya agak sulit membayangkan pengembangan cerita selanjutnya karena menurut saya sudah cukup baik untuk berdiri sendiri. PR untuk screenwriter untuk mempertahankan hasil bagus seri pertama dengan menghadirkan cerita yang tetap menarik, bukan repetisi, formulaic, dan yang paling penting tidak dragging.

The Casts

Sebagai karakter utama, Aaron Paul masih belum menunjukkan kharisma tertentu yang membuatnya memorable dan dihormati. Jujur saya agak terganggu dengan mulutnya yang sering menganga sepanjang film. Sementara di pihak vilain, Dominic Cooper yang lebih punya banyak pengalaman akting meski porsinya tak sebanyak di sini, justru tampil lebih memikat. Tentu saja favorit saya adalah the babe, Imogen Poots yang sexy in her own way, terutama aksen British dan gesture-nya.
Di lini pemeran pendukung, Scott Mescudi (atau yang selama ini kita kenal sebagai rapper Kid Cudi) dan Rami Malek, cukup memberikan penyegaran dengan tingkah-tingkah kocak masing-masing.
Terakhir, penampilan aktor senior Michael Keaton sebagai DJ Monarch yang eksentrik tak boleh ketinggalan untuk diapresiasi.

Technical

Genre car race seperti ini jelas membutuhkan tata kamera dan editing yang pas untuk menciptakan adegan-adegan kejar-kejaran yang asyik dan cukup memompa adrenalin. NFS cukup kuat di dua teknis ini. Ditambah tata suara dan pemilihan score serta soundtrack yang tertata dahsyat namun berkelas.

The Essence

Revenge atau balas dendam adalah naluri dasar dari manusia. Yang membedakan adalah caranya. Jika beberapa orang membalaskan dendam dengan membabi buta tanpa perhitungan apa-apa, ada juga yang melakukannya dengan cara yang lebih cerdas dan berkelas: tidak membalas dengan hal yang sama, namun dengan membuktikan diri lebih baik daripada musuh.

They who will enjoy this the most

  • General audiences who seek for a light and exciting entertainment
  • Car-race genre fans
  • Need for Speed game fans
Lihat data film ini di IMDb. Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates