Monday, April 7, 2014

The Jose Movie Review
Captain America: The Winter Soldier

Overview

Semenjak diakuisisi oleh Disney, Marvel Studios berkembang menjadi studio film yang semakin tak terbendung. Setiap film yang dirilis selalu berhasil mencetak penghasilan yang fantastis, terutama franchise The Avengers dan film-film solo superhero anggotanya. Jika phase 1 sudah ditutup dengan gemilang, phase 2 masih belum menunjukkan sesuatu yang menarik bagi saya. Iron Man 3 dan Thor: The Dark World menunjukkan penurunan kualitas cerita yang pernah diusung di phase 1. Meski banyak yang mengatakan bahwa keduanya masih merupakan bagian kecil dari pondasi konsep cerita besar yang berujung di The Avengers: Age of Ultron tahun 2015 nanti. Well, bagi saya yang dasarnya sudah kurang menyukai The Avengers pertama, terserah mereka mau bilang apa. Di mata saya, universe The Avengers was just another mediocre superhero story.

Untuk Captain America sendiri, saya cukup menyukai film pertamanya yang menurut saya punya keunikan ciri tersendiri serta kekuatan premise yang digarap dengan baik dibandingkan Thor. Namun harus diakui masih perlu usaha lebih keras lagi untuk menjadikannya superhero iconic setara Iron Man. Maka saya menyambut kehadiran Captain America: The Winter Soldier (CAWS) dengan ekspektasi biasa saja.

Jauh melebihi ekspektasi saya, CAWS ternyata menjadi bagian terkuat dan paling menarik sejauh ini, tak hanya di antara phase 2 lainnya, tetapi juga dari universe The Avengers secara keseluruhan. Entah apa yang merasuki penulis naskah dan para petinggi Marvel/Disney hingga menghasilkan skrip yang jauh dari sekedar just another mediocre superhero story. Selain mengusung isu berbobot yang sedang update di masyarakat Amerika Serikat, ia juga memiliki elemen investigasi yang menarik untuk diikuti dan twist yang tak kalah mengejutkannya. Tak berlebihan jika saya menobatkannya sebagai salah satu penulisan skenario film superhero terbaik pasca trilogi The Dark Knight.

Di sini pula konsep cerita besar dari The Avengers phase 2 mulai terlihat menarik. Ada cukup banyak hal yang sebelumnya hanya tampil sepotong-sepotong di Iron Man 3 dan Thor: The Dark World, dijelaskan dengan masuk akal di bagian ini. Belum lagi clue-clue lain yang membuat siapa saja yang mengikuti kisah The Avengers tak sabar untuk menyaksikan The Avengers: Age of Ultron maupun spin-off-nya Guardians of the Galaxy.

Tak hanya dari segi cerita yang digarap jauh lebih baik, adegan-adegan aksi yang ditunjukkan di CAWS turut mengalami upgrade sehingga (lagi-lagi) tak terkesan just another mediocre superhero movie. Konon menurut sang sutradara, Anthony dan Joe Russo, porsi pertarungan tangan kosong yang terasa lebih keras, rapid, dan dinamis ini banyak terpengaruh oleh The Raid. Well, masuk akal sih. Saya bisa merasakan energi dan style yang serupa. It’s okay selama mampu menaikkan level CAWS dari segi adegan-adegan aksi, and it really really worked.

The Casts

Sekali lagi Chris Evans mampu membawakan karakter Captain America yang dibuat semakin matang dan berkembang dengan gemilang. Layaknya Hugh Jackman yang sudah terlanjur melebur dengan karakter Wolverine, atau Robert Downey, Jr dengan Tony Stark, maka Chris Evans di sini sudah sampai pada tahap tersebut. A very good job. Begitu juga Scarlett Johansson yang semakin mempesona di layar setelah penampilan setengah-setengahnya di The Avengers pertama. Sementara Samuel L. Jackson masih melanjutkan peran tetapnya sebagai Nick Fury.

Sebaliknya, Sebastian Stan yang memerankan karakter villain utama Bucky Barnes alias the Winter Soldier belum mampu tampil mengesankan gara-gara porsi dan perkembangan karakter yang memang teramat terbatas. Atau memang sengaja untuk memberikan kesan misterius? Entahlah, yang pasti karakternya sebagai villain masih kalah jauh mengesankan dibanding villain-villain para avenger lainnya.

Yang tampil paling prima justru Robert Redford yang sebenarnya tak perlu diragukan lagi kualitas aktingnya. Salah satu karakter dan aktor terbaik yang ada di CAWS.

Sisanya adalah karakter-karakter pendukung yang tampil cukup mengesankan di sini meski porsinya tak banyak dan kemungkinan besar punya andil yang cukup besar di seri-seri berikutnya, seperti Sam Wilson alias Falcon (Anthony Mackie), Maria Hill (Cobie Smulders), Kate alias Agent 13 (Emily van Camp), dan Jack Rollins (Callan Mulvey).

Technical

Sebagai film high profile yang punya budget besar, tentu saja CAWS mampu menghadirkan adegan-adegan laga yang dahsyat dan realistis. Mulai car chase, kantor SHIELD, hingga helicarrier project Insight. Tak banyak visual effect maupun CGI digunakan sehingga menghasilkan adegan-adegan menakjubkan yang believable. Ini adalah salah satu kekuatan yang dimiliki CAWS.

Sebagai gantinya, sinematografi dan editing yang dinamis lah yang mampu mempresentasikan adegan-adegan pertarungan tangan kosong dengan maksimal. Ditambah tata suara yang renyah dan dahsyat di setiap kanal surround-nya. Desain produksi yang merupakan perpaduan antara gaya vintage dan futuristik tampil menawan di layar.

Terakhir tentu saja score dari Henry Jackman yang tak sekedar memberikan efek berkelas khas superhero lainnya, tetapi juga memasukkan elemen-elemen suara disturbing techno yang sedikit memberikan kesan kelam.

The Essence

Pasca 9/11 Amerika Serikat berubah dari negara yang dulunya mengusung kebebasan menjadi negara paranoid yang mencurigai berbagai hal. Mengutip salah satu dialog Steve Rogers di sini: “This isn’t freedom. This is fear”. Berbagai cara dilakukan atas nama menyelamatkan banyak pihak. Salah satunya adalah ide dari Minority Report, yaitu membasmi kejahatan sebelum kejahatan itu sendiri terjadi, dengan analisis latar belakang tiap individu. Dengan demikian bukan tidak mungkin jika tak ada satupun manusia yang tersisa di bumi ini, mengingat tiap manusia pasti punya sisi gelap dalam hidupnya, sekecil apapun itu. So mana yang lebih penting, kebebasan atau ketakutan akan ancaman? Dunia memang menjadi semakin tidak aman, tetapi bukan berarti kebebasan yang harus dikorbankan juga kan?

They who will enjoy this the most

  • The Avengers fans
  • Superhero genre fans
  • Hard and rapid action lovers
  • Audience who likes interesting current issue to put in the plot
Lihat data film ini di IMDb.

The 67th Annual Academy Awards nominee(s) for

  • Best Achievement in Visual Effects
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates