Monday, December 9, 2013

The Jose Movie Review
The Hunger Games: Catching Fire

Overview

The Hunger Games (THG) bukanlah franchise main-main. Inilah pemain yang bakal melanjutkan sukses franchise The Twilight Saga. Tidak hanya bagi Summit, tetapi juga bagi franchise yang diadaptasi dari novel secara keseluruhan. Hasil dari seri pertamanya juga tidak main-main. Maka produksi sekuelnya harus “lebih” dalam segala aspek, termasuk dalam pemilihan sutradara yang kini berada di tangan Francis Lawrence (Constantine, I Am Legend, dan Water for Elephants). Bagi saya sendiri THG pertama bukan termasuk film yang istimewa. I have to admit it is a good one, but won’t be too memorable in my mind. Maka saya tidak punya ekspektasi  yang tinggi-tinggi untuk seri keduanya, Catching Fire (CF).

Tapi rupanya ekspektasi biasa saja membawa berkah. CF di mata saya adalah peningkatan yang cukup signifikan bagi franchise THG. Memang, dari materi aslinya saja (novel), semua pembacanya tentu sudah tahu bahwa cerita bakal semakin menarik dengan terbukanya konspirasi-konspirasi politik di balik permainan maut ini. Namun apa yang dibawa ke layar benar-benar pas dalam segala aspek. Konspirasi politik disuguhkan dengan halus, tanpa harus membuat penonton awam mengernyitkan dahi namun tetap tersaji utuh.

Kisah politik yang berada di background cerita tak semata-mata disodorkan begitu saja. Konflik pribadi antar karakter utamanya masih dipertahankan dan dengan penampilan-penampilan para aktornya yang semakin matang, menjadikannya semakin menarik untuk diikuti. Tidak hanya sekedar kisah cinta remaja menye-menye. Lebih dari itu, ada banyak sindiran-sindiran sosial yang diselipkan. Universe THG yang dibangun apik sejak awal menjadi semakin hidup dan nyata.

Dan yang tidak boleh dilupakan adalah “permainan” Hunger Games itu sendiri. Untuk hal ini, saya merasakan peningkatan yang paling signifikan dari seri pertamanya. Melibatkan karakter-karakter baru yang menarik dan sedikit permainan otak, Quarter Quell, The Hunger Games setiap 25 tahun, jelas menjadi daya tarik utama CF yang barhasil, bahkan bagi penonton yang tidak peduli dengan kisah politik maupun perkembangan karakter-karakter utamanya.

Tentu saja bagi penonton awam, ending CF membuat sedikit kecewa karena tidak begitu klimaks. Well, calm down. I think it’s the best way to end a part, to make audiences still curious for the next part. Meski demikian, sepanjang durasi CF terasa sangat enjoyable kan?

The Casts

Jennifer Lawrence menunjukkan kualitas akting yang jauh lebih matang dan solid dari penampilannya di seri pertama. Seolah ingin membuktikan bahwa ia adalah aktor yang telah naik kelas pasca Oscar pertamanya di Silver Linings Playbook. Sayang, Josh Hutcherson tidak mengikuti jejak Jennifer. Bukan sepenuhnya salah dia, mengingat karakternya yang memang ditakdirkan tetap “lemah” seperti di seri sebelumnya. Sehingga dengan perkembangan karakter Katniss yang semakin kuat, Peeta terasa semakin tenggelam dan tidak begitu mengundang simpati penonton. Sementara Woody Harrelson, Elizabeth Banks, dan Lenny Kravitz masih menunjukkan kharisma akting yang sama kuatnya dari penampilan pertama kali mereka.

Di lini karakter-karakter baru, Phillip Seymour Hoffman tampak paling berkesan bagi saya. Sisanya, Jena Malone (Johanna), Sam Claflin (Finnick), dan Jeffrey Wright (Beetee), berhasil menjadikan karakter-karakter masing-masing menjadi menarik di mata saya.

Technical

Ada banyak efek-efek visual keren yang ditampilkan di sini. Terutama berkaitan dengan permainan “Hunger Games” sendiri. Memanjakan mata dan berhasil menciptakan ketegangan tersendiri. Juga berkat tata suara yang disajikan juga terdengar mantap dan renyah.

Poin plus tersendiri patut diberikan kepada tim costume designer yang menciptakan kostum-kostum indah, tak terkecuali Tex Saverio, fashion designer asal Indonesia yang mendesain gaun pengantin Katniss ketika di atas panggung.

The Essence

Masih percaya apa yang Anda lihat di televisi sehari-hari?

They who will enjoy this the most

  • The Hunger Games’ fans, either the book or previous movie
  • General audiences who seek for exciting and thrilling adventure
Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates