Sunday, November 10, 2013

The Jose Movie Review
Thor: The Dark World


Overview

What should I say? The Avengers Universe was definitely not my cup of tea. Jujur saja, saya lebih menikmati film masing-masing karakter yang berdiri sendiri. Dan dari sekian karakter-karakter The Avengers, Thor menempati urutan paling akhir dari daftar favorit saya. Yes, you’re right. Even Hulk (baik versi Eric Bana maupun Edward Norton) menurut saya masih jauh lebih baik dari segi naskah dan eksekusi ketimbang Thor. Sayang sekali sebenarnya. Thor punya materi cerita yang menarik, terutama berkat unsur mitologi Skandinavia yang menjadi elemen utama cerita. Sayang penggarapan naskah yang lebih mementingkan bag-big-bug dan fantasi menjadikan karakter-karakter menarik di dalamnya menjadi tenggelam dan gagal menarik simpati dari saya. Anyway, setidaknya adegan hancur-hancuran di ending Thor masih bisa saya nikmati dan visualisasi  Asgard juga memanjakan mata. So apa lagi yang ditawarkan di sekuel yang sekaligus menjadi bagian dari Marvel’s The Avengers Universe Phase 2 ini?
Seperti biasa, sebuah sekuel menunjukkan extended universe dari pendahulunya. Begitu juga dengan Thor: The Dark World (TTDW). Di sini kita disuguhi sisi lain Asgard, dimana di seri sebelumnya kita (khususnya yang awam dari cerita Thor sebelumnya) dibuat mengira bahwa Asgard hanya terdiri dari istana Odin. Siapa sangka Asgard ternyata punya alam dan rumah-rumah penduduk juga yang menyerupai gabungan Naboo dan Gondor. Berbagai karakter yang muncul di pendahulunya juga diberi porsi yang lebih banyak dan dipoles menjadi tampak lebih menarik. Misalnya saja Darcy, Erik Selvig, Odin, dan bahkan Frigga. “Polesan” tersebut more or less berupa adegan humor yang lebih menggelitik dan adegan aksi yang lebih heroik. Namun “polesan” yang diberikan kepada mereka hanya sampai sejauh itu saja. Sama sekali tidak meningkatkan ketertarikan saya pada karakter-karakter ini secara signifikan.
Hubungan karakter Thor dan Loki yang selama ini selalu dijadikan highlight cerita pun (lagi-lagi) tidak digarap secara mendalam. Oke, di sini mungkin menunjukkan sisi sentimentil yang melibatkan pertalian emosi antara keduanya. Tapi sekali lagi, tidak punya signifikasi terhadap karakter maupun cerita secara utuh. Jika kebanyakan kisah superhero setidaknya meng-highlight karakter villain sehingga masih punya hal menarik untuk disodorkan, maka TTDW bahkan terlalu malas untuk menjadikan Malekith karakter yang menarik. Jangankan menarik, porsinya sebagai vilain utama seolah bisa dengan mudah digantikan oleh vilain manapun. We’re just given the fact that Malekith was such a threat to the nine universes. That’s it. Nothing I should be worried about. Cerita lebih berfokus pada usaha Thor untuk mencari cara mengalahkan Malekith, dan itu sama sekali tidak menjadi materi yang menarik bagi cerita. Sayang sekali.
So, what’s left in TTDW? I don’t know how to answer. Adegan laganya pun tak lebih memorable dan seru ketimbang Thor. Bagi saya, secara keseluruhan TTDW adalah just another Marvel’s superheroes movies yang forgettable dalam hitungan bulan. Entahlah jika Anda seorang fanatik Marvel dan The Avengers Universe-nya.

The Casts

Di mata saya, Chris Hemsworth masih tidak banyak berubah dalam memerankan Thor. Begitu juga dengan aktor-aktor pendukung yang rata-rata termasuk kelas A, seperti Natalie Portman, Tom Hiddleston, Anthony Hopkins, dan Stellan Skarsgard. Bahkan Christopher Eccleston pun sama sekali tidak diberi kesempatan untuk menjadi karakter villain yang menarik. Jika ada media yang mengatakan Thor dan TTDW menyia-nyiakan bakat akting mereka, saya harus mengakui memang benar adanya. Kredit khusus deh buat Natalie Portman yang secara fisik tampak jauh lebih cantik ketimbang sebelum-sebelumnya, terutama faktor rambut (I guess). Kudos juga untuk Rene Russo yang akhirnya berhasil mencuri layar walau tak begitu lama.

Technical

Tidak ada yang begitu menonjol dari segi teknis, pun semuanya sudah memenuhi standard film superhero fantasi sekelasnya. Baik dari segi visual effect maupun sound effect yang setidaknya masih terasa “nendang”.

The Essence

Hmmm... I have no idea. Once a jerk, forever a jerk, maybe?

They who will enjoy this the most

  • Marvel’s The Avengers Universe’s fanatics
  • General audiences who seek for instant entertainment
Lihat data film ini di IMDb. Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates