Sunday, September 22, 2013

The Jose Movie Review
Malavita (The Family)


Overview

Sutradara Perancis ternama, Luc Besson, punya ciri khas cita rasa sinema tersendiri di tiap karyanya. Baik yang digarap serius macam La Femme Nikita dan Leon: The Professional, maupun yang lebih bersifat “for entertainment only” macam The Fifth Element, The Extraordinary Adventure of Adele Blanc-Sec, trilogi Arthur, serta franchise Taxi, Transporter, dan Taken yang diproduserinya. Meski memiliki variasi kualitas dari segi skrip, tiap karyanya jelas menarik untuk disimak. Tak terkecuali karya terbarunya ini, The Family atau yang di negara kita (dan juga beberapa negara lainnya) dikenal sebagai Malavita, seperti judul novel aslinya. Malavita sendiri adalah bahasa Italia yang berarti “underworld”, sekaligus dijadikan nama anjing keluarga Manzoni yang bisa dianggap mewakili saksi segala yang terjadi pada keluarga tersebut.

Ia berani menyandingkan penampilan aktor-aktor senior macam Robert DeNiro, Michelle Pfeiffer, dan Tommy Lee Jones, dengan bintang-bintang muda pendatang baru seperti Dianna Agron (Quinn Fabray di serial fenomenal Glee) dan John D’Leo. Jika biasanya cerita mafia lebih sering diangkat sebagai film drama thriller yang serius, jelas genre black comedy yang diusung Malavita menjadi menarik. Apalagi dengan embel-embel “keluarga”, sesuai dengan judulnya di US. Speaking of family, bukan barang baru lagi jika keluarga menjadi perhatian utama yang penting bagi para bos mafia. Contoh yang paling mudah diingat adalah Don Corleone yang begitu mencintai keluarganya di franchise The Godfather.

Di sini penonton diajak untuk melihat dua sisi yang begitu kontras dari keluarga Manzoni, seorang mantan mafia yang kini memilih hidup tenang di bawah program perlindungan CIA. Di awal-awal kita diperkenalkan dengan kebiasaan-kebiasaan ganjil tiap anggota keluarga Manzoni (atau dengan nama samaran Blake) yang terbiasa dengan cara-cara mafia (baca: kekerasan) dan tampak begitu menikmatinya. Di fase ini, Besson secara leluasa mengeksplorasi sisi black comedy-nya.

Namun di paruh kedua, Besson membanting plot secara signifikan dengan menghadirkan kegetiran dan ketakutan yang dialami tiap anggota keluarga Manzoni sebagai keluarga mafia. Kontras yang begitu drastis menjadikannya terasa terlalu  rapi diatur (atau malah terlalu terasa dibuat-buat) plotnya bagi beberapa penonton. Perubahan kepribadian para karakter utamanya yang begitu drastis juga menjadi keanehan tersendiri. Namun tidak akan menjadi masalah bagi beberapa penonton yang lain. Anyway, ini adalah film dan adalah hak sutradara untuk mengatur bagaimana alurnya berjalan. Toh, Besson masih menyajikannya dengan sangat baik dari segala aspek. Lagipula tiap orang yang paling tangguh sekalipun pasti pernah merasa labil juga.

Perpaduan black comedy, action, dan drama thriller Malavita jelas adalah hiburan yang menarik. Bisa jadi salah satu karya Luc Besson yang paling menarik, meski bukan yang terbaik.

The Casts

Tak perlu meragukan kualitas akting Robert De Niro dan Michelle Pfeiffer yang selalu tampil gemilang, untuk peran comedic sekalipun. Tommy Lee Jones pun menunjukkan kharisma seperti peran-peran lain yang pernah dilakoninya. Dianna Agron dan John D’Leo juga mampu mengimbangi kualitas senior-seniornya dengan tampil cukup pas dengan peran masing-masing.

Technical

Tak banyak teknis yang bisa digali untuk membuat film sejenis ini terasa lebih menarik selain mengutak-atik editing. Yes, editing adalah salah satu aspek yang membuat Malavita terasa asyik untuk diikuti. Selain dinamis, hampir semua pergantian adegan dengan sengaja dibuat seolah-olah “nyambung”, bahkan beberapa kali “sambungan” ini mampu mengundang tawa tersendiri.

Pemilihan soundtrack dan score yang variatif turut mewarnai keseruan Malavita. My favorite, tentu saja lagu lawas milik Gorillaz, Clint Eastwood yang bikin saya kegirangan.

The Essence

Bahkan manusia yang tampaknya tangguh dan sekejam keluarga Manzoni, punya titik-titik perasaan kosong dalam hidupnya. Misalnya Giovanni Manzoni yang senang merasa dihargai ketika diundang sebuah acara nobar tentang mafia dan menuliskan kisah hidupnya sebagai bentuk curhat. Juga Belle Blake yang memilih untuk mencintai seorang pria geek sebagai penyeimbang kehidupan di keluarganya sehari-hari. It’s so human.

They who will enjoy this the most

  • Penggemar black comedy
  • Penggemar film bertemakan mafia
  • Sekeluarga yang semua anggotanya sudah dewasa

 Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates