Friday, May 31, 2013

The Jose Movie Review
Furious 6 (Fast & Furious 6)


Overview

Sampailah kita pada seri keenam dari surprisingly successful franchise. I mean, I like the first one, tetapi siapa yang bakal menyangka sekarang bisa menjadi franchise sebesar ini, apalagi setelah seri kedua dan ketiga yang lebih tepat disebut sebagai spin-off. Namun nasib baik merundung produser dan uang memang tidak bisa membohongi the whole original cast team. So mulai seri empat hingga sekarang ke-enam, cerita track utama dari seri pertama dilanjutkan. Apparently tak hanya didukung faktor kejar-kejaran mobil keren, cewek-cewek seksi, soundtrack-soundtrack asyik, dan keragaman ras serta suku bangsa yang menghiasi cerita yang sudah menjadi semacam brand mark dari franchise Fast and Furious (FF) namun storyline yang ternyata dikembangkan dan di-expand dengan cukup baik, menjadi kekuatan tersendiri.

Jika seri kelima lalu disingkat menjadi Fast Five, maka kali ini jelas sekali alasannya kenapa judulnya disingkat “hanya” menjadi Furious Six (F6 - seperti tertera di opening credit). Oh yes, all you can expect from the franchise was there. Justin Lin yang sudah menggarap franchise ini sejak Tokyo Drift (TD - seri ke-3) jelas terlihat terus menaikkan levelnya sebagai sutradara blockbuster action. Semakin brutal dan gila, namun tetap aman untuk mendapatkan rating PG-13. Ini tak berlebihan, saya berkali-kali dibuat berteriak “waddafak?”. Very fun to watch. Tetapi bisa dirasakan juga bahwa unsur “furious”-nya jauh lebih dominan ketimbang “fast”-nya. Masih ada sih beberapa adegan balapan mobil atau yang mengandalkan keahlian mengendarai mobil, namun suguhan Dom, Hobbs, dan Brian menghajar musuh-musuhnya dengan tangan kosong jauh lebih mendominasi. Belum lagi suguhan chick-fight yang punya daya tarik tersendiri. Overall masih gripping, menarik, sometimes breathtaking, tetapi hanya ketika saat ditonton. Setelah film usai tidak banyak yang berkesan seperti di seri-seri sebelumnya. Diajak re-watch? Hmmm mungkin oke ketika rilis home video-nya sekitar empat bulan ke depan, tetapi definitely no dalam rentang waktu dekat. It will be torturing me somehow.

Gradasi perlahan dari benchmark FF menjadi semacam Die Hard atau franchise-franchise action lainnya mulai terasa. Ada dua konsekuensi dari perubahan ini. Bagus untuk penyegaran di tiap serinya agar penonton tidak bosan, namun di sisi lain fans yang benar-benar fanatik bisa jadi malah menjauhi karena benchmark aslinya perlahan mulai terkikis dan bertransformasi menjadi just another action blockbuster franchise.

Bicara soal storyline dan sejauh mana penulis skenario mampu membawa (atau memelintir) arah cerita saya rasa tak begitu menjadi masalah. Jujur, berapa persen sih yang nonton FF karena jalinan cerita yang bagus? Yang penting adegan aksi baik kejar-kejaran mobil (makin) gila-gilaan (dan semakin tidak masuk akal), tembakan, ledakan, baku hantam di sana-sini dengan variasi makin keren, end of story. I have to admit meski terkesan dipanjang-panjangkan dan seolah tidak rela membiarkan para karakternya hidup tentram, penulis naskah so far terasa masih cukup jeli melihat potensi perkembangan cerita dan menjadikannya menarik, along with the stand-alone premise yang memang harus ada di setiap bagian agar tak monoton. Kendati demikian in my opinion, cerita F6 bukan merupakan bagian penting dari keseluruhan. It has over its important part since they realize their power as a team in F5. Sekedar informasi, F6 merupakan sekuel langsung dari F5 dan dari endingnya jelas sekali menjadi prekuel langsung dari TD. So (sudah pasti) ada F7 yang ceritanya melanjutkan TD. Confusing storyline? Tidak juga kok jika Anda menonton semua serinya. Start to get boring and tiring? Probably. Tergantung dari aspek apa saja yang menurut Anda penting.

The Casts

Cast dari tim awal tidak banyak ada perubahan. Semuanya pada porsi masing-masing dan bagusnya, meski tergolong banyak dalam hal jumlah namun tetap bisa membagi porsi masing-masing karakter dengan cukup adil sehingga mudah dikenali oleh penonton, baik Diesel, Walker, Brewster, Rodriguez, Tyrese, Ludacris, Sung Kang, Johnson, dan tentu saja screen stealer, Gal Gadot. Di lini karakter baru, tak perlu meragukan penampilan Gina Carano yang sudah dapat diprediksi bakal bergabung di franchise ini sejak penampilan kick-ass-nya di Haywire. Alhasil menjadikan rival yang seimbang untuk Michelle Rodriguez dan menjadi daya tarik tersendiri di layar.

Di kubu villain penampilan Luke Evans menambah daftar panjang villain modern yang berwatak serupa. He’s doing it good enough. Penonton Indonesia tentu menanti-nantikan penampilan Joe Taslim yang ternyata diberi porsi cukup banyak sebagai anak buah Evans dan cukup kick-ass hingga Han dan Roman harus menahan malu mengaku kalah bertarung dengannya. Terakhir, penampilan dingin (tetapi seksi) dari Clara Paget (Vegh) sedikit banyak mengingatkan pada pesona Léa Seydoux di Mission Impossible : Ghost Protocol.

Technical

Ah, perlu kah membahas teknis untuk franchise sekelas FF? Memang banyak adegan stunt yang mustahil, lebih mustahil ketimbang dua mobil menyeret brankas berton-ton sejauh berkilo-kilo meter, but hey atas nama kegilaan adegan dan keasyikan menonton, masih sah-sah saja. Pun begitu dengan sound fx yang masih terasa mantap terdengar.

Minus yang paling terasa mungkin hanya sajian tracklist yang tidak seasyik dan se-earcatchy seri-seri sebelumnya. Sungguh sayang sekali, padahal tracklist pendukung menurut saya adalah salah satu unsur daya tarik dari franchise ini.

The Essence

Menarik melihat perbandingan yang dilakukan karakter villain, Shaw, di satu adegan, antara timnya dengan tim Dom. Jika Dom mengutamakan kekuatan kekeluargaan, Shaw lebih memilih untuk bongkar-pasang dalam timnya hingga mencapai satu titik kekuatan yang solid. Tidak ada yang salah atau yang paling benar, masing-masing punya kelebihan dan kelemahan tersendiri, tergantung sudut pandang dan nilai-nilai yang lebih diutamakan.

They who will enjoy this the most

  • Franchise’s fans
  • General audiences who needs fun, light, and non-stop blockbuster adrenaline rush
Lihat data film ini di IMDb.


Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates