Friday, April 19, 2013

The Jose Movie Review
Sinister


Overview

Formula dalam film horor biasanya sudah cukup standard : nuansa creepy atau adegan kejut yang ditebar di banyak bagian. Suasana creepy yang dibangun memiliki efek yang berbeda-beda pada penonton. Bisa jadi berhasil atau bisa juga biasa saja. Dari sejauh tertangkap mata, Sinister memanglah sebuah horor yang mencoba membangun nuansa creepy melalui rekaman-rekaman video ganjil. Saya pun yang biasanya susah terpengaruh oleh film horor dapat merasakannya dengan sangat kuat. Apalagi sentuhan score dan suara-suara aneh yang semakin mendukung suasana creepy, misterius, dan mistis dari adegan demi adegan yang ditampilkan.

Namun apa yang tersaji di depan mata rupanya belum apa-apa dibandingkan efek psikologis yang dirasakan penonton (well, at least saya) dari bangunan-bangunan nuansa creepy yang ada. Sinister adalah film horor yang mampu menghantui, membuat depresi, dan tidak nyaman bagi saya sepanjang durasi. Persis seperti yang dirasakan oleh karakter utama kita, Ellison Oswalt, yang berprofesi sebagai penulis novel misteri.

Tidak perlu naskah brilian dan original namun alur cerita yang disajikan berhasil memancing rasa penasaran dan turut mengajak saya menganalisis video-video rekaman ganjil yang dikirimkan kepada Ellison secara misterius pula. Semakin lama semakin mencekam. Sayang, ia lebih menggunakan penjelaskan bagaimana proses bekerja si karakter misterius dengan ending yang semakin bikin depresi dan menghantui. Sebuah ending yang mungkin bagi banyak penonton tidak memuaskan, namun sukses menyempurnakan perasaan depresi dan terhantui yang telah dibangun sejak awal dalam benak penonton. And that’s the way it works very well as a horror.

The Casts

Secara keseluruhan sebenarnya tidak ada satupun aktor yang tampil menonjol di sini karena memang tidak membutuhkannya. Aktor manapun bisa mengisi peran siapapun di sini. Namun Ethan Hawke terasa cukup pas mengisi peran utama. Tak heran di proyek selanjutnya dari produser Jason Blum-Jeanette Brill-Gerard DiNardi, The Purge ia kembali mengisi peran utama dengan karakteristik yang tampaknya tidak jauh berbeda. 

Aktris yang tampak paling menonjol adalah si cilik Clare Foley yang berperan sebagai Ashley, putri Ellison. Bagi Anda yang rajin menyaksikan film horror Hollywood, mungkin sudah tidak heran jika aktor/aktris yang paling menonjol justru anak-anak.

Technical

Seperti yang sudah saya sampaikan di Overview, Sinister adalah horor yang berhasil berkat dukungan score dan audio effect, selain tentu saja art directing terutama pada footage-footage film yang ditemukan Ellison secara misterius.  Adegan pembuka sudah menguatkan nuansa creepy ini.

The Essence

Ah sudahlah pasrah saja jika sudah terlanjur basah. Hahaha…

They who will enjoy this the most

  • Fans horror yang menyukai nuansa-nuansa creepy sebagai pembangun kengerian dan ketegangan
Lihat data film ini di IMDb. Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates