Thursday, March 28, 2013

The Jose Movie Review
Argo


Overview

Penonton awam Indonesia mungkin tak banyak yang tahu bahwa Ben Affleck beberapa tahun belakangan juga duduk di bangku sutradara setelah sekian lama “hanya” menjadi aktor. Maklum film-film besutannya tidak ada yang tayang di bioskop sini. Sebut saja Gone Baby Gone, The Town, dan yang teranyar dan panen kemenangan di banyak ajang award tahun 2012 lalu, Argo. Untung saja yang terakhir akhirnya tayang juga di bioskop sini. Jika tidak maka penonton sini tidak akan pernah mengenal karyanya sebagai sutradara yang jelas-jelas punya kualitas yang tak boleh diremehkan dan terus berkembang baik.
Argo membidik kejadian (yang katanya) nyata di Iran tahun 1979, Krisis yang dialami oleh kedubes dunia barat, khususnya Amerika Serikat, memaksa mereka untuk memutar otak demi membebaskan sandera keluar dari Iran. Bukan premise yang benar-benar baru, toh ada lusinan film bertemakan serupa. Affleck pun tak membawa sesuatu yang baru pada pengemasannya yang justru cenderung lebih “soft” ketimbang film-film sejenis. Tidak ada dialog bernuansa politik yang berat, tidak ada kekerasan berdarah-darah, dan karakter-karakternya pun tidak dieksplor terlalu dalam.
Satu-satunya unsur yang membuatnya menarik adalah bagaimana Hollywood berkontribusi dalam “tugas negara”. Sebuah ide gila yang sebenarnya agak konyol didengar dan berpotensi menjadi bahan tertawaan publik. Namun Affleck berhasil mengangkatnya dengan hati-hati dan membungkusnya menjadi drama thriller yang breathtaking.
Jika Anda berpikir Argo akan memuat banyak dialog-dialog politik berat, tak perlu khawatir. Argo bukan film dengan pendekatan dialog-dialog tentang strategi politik yang rumit dan menggunakan jargon-jargon intelijen. Fokusnya tetap terjaga pada usaha pembebasan sandera keluar dari Iran, tidak ke unsur politis lainnya. Meski mau tidak mau tentu fokus cerita bisa saja cenderung menggiring penonton ke opini tertentu.
So in my opinion, tidak ada yang benar-benar istimewa dari Argo selain skrip yang disusun baik dan mampu menjaga ketegangan sepanjang durasi. Kemenangannya sebagai film terbaik di Oscar, menurut hemat saya, semata-mata karena ia menunjukkan kontribusi Hollywood kepada negara.

The Casts

Ben Affleck yang seperti biasa sekaligus mengambil peran utama di film garapannya sendiri, sekali lagi tidak begitu menonjol meski porsinya cukup banyak. Inilah yang menurut saya membuat Argo kurang terasa begitu kuat. Entah penulisan karakternya atau faktor kharismatik Affleck sendiri yang memang kurang maksimal.
Penampilan yang justru lebih menarik perhatian saya adalah Alan Arkin yang saya yakin setelah ini bakal selalu terasosiasi dengan quote “Argo Fuck Yourself” dan tentu saja John Goodman yang somehow tahun ini cukup sering mencuri layar di film-film Oscar lewat peran-peran kecilnya. Terakhir kita lihat kharisma eksentriknya di Flight.
Terakhir, senang sekali bisa kembali melihat Clea DuVall yang cukup terkenal di film-film remaja era 90-an seperti She’s All That dan The Faculty, setelah bertahun-tahun hanya mengisi peran-peran kecil di serial TV.

Technical

Hal paling menarik perhatian saya dari teknis adalah art-nya. Narasi pembuka yang menggunakan gambar ala storyboard sudah menunjukkan hal tersebut. Tahun 1979 divisualisasikan dengan sempurna lewat kostum dan props.
Score Alexandre Desplat sekali lagi mampu mengeksploitasi eksotisme Iran sekaligus mengiringi ketegangan-ketegangan adegan dengan baik. Catatan khusus untuk score penutup yang pasti membuat hati pelaku Hollywood manapun tersentuh bangga. Tata suara juga berhasil memanfaatkan surround untuk menghidupkan berbagai adegan, misalnya suara hiruk-pikuk massa yang berdemo di depan kedubes Amerika Serikat dan suara bising suara pesawat di ending.

The Essence

Sometimes the best idea of survival is not by physical strength, but by a bright mind. Out of the box and crazy one.

They who will enjoy this the most

  • Audience who loves survival thriller
  • Mid-eastern exoticism worshippers

Academy Awards 2013 Nominees for

  • Best Achievement in Editing
  • Best Motion Picture of the Year
  • Best Writing, Screenplay Based on Material Previously Produced or Published
  • Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Score
  • Best Achievement in Sound Editing
  • Best Achievement in Sound Mixing
  • Best Performance by an Actor in a Supporting Role

Lihat data film ini di IMDb. Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates