Sunday, December 2, 2012

The Jose Movie Review
Life of Pi 3D

Overview

Ang Lee, salah satu sutradara Asia (berasal dari Taiwan) yang berhasil konsisten berkarir di Hollywood, terutama film-film yang lebih menonjolkan sisi seninya. Terbukti Crouching Tiger Hidden Dragon, Sense and Sensibility, dan Brokeback Mountain diganjar penghargaan di mana-mana, termasuk Academy Awards. Meski pernah gagal menangani proyek blockbuster Hulk, namun namanya tetap diperhitungkan sebagai salah satu sutradara terbaik Hollywood. Kini setelah menyingkirkan berbagai kandidat seperti M. Night Shyamalan dan Alfonso Cuaron untuk mengarahkan adaptasi novel karya Yann Martel ini, Ang Lee dengan percaya diri menahkodai proyek yang sarat CGI dan visual effect bertajuk Life of Pi (LoP).
LoP terbukti menjadi perpaduan paling seimbang antara skrip adaptasi yang kuat hasil tangan David Magee yang pernah mendapatkan nominasi Oscar untuk skrip Finding Neverland, sense directional sinematik yang luar biasa dari Ang Lee, visualisasi yang imajinatif, serta teknologi 3D dengan efektivitas maksimal. Jadilah LoP sebuah film dengan pengalaman visual, emosional, serta spiritual yang luar biasa, yang sangat jarang ditampilkan oleh film, apalagi jaman sekarang dimana film seringkali hanya bertindak sebagai sarana hiburan mata dan telinga semata.
Plot pencarian jati diri berupa pertanyaan spiritual seperti eksistensi Tuhan dan berbagai pengalaman hidup manusia melalui sebuah petualangan ala Noah's Ark dan Cast Away, disampaikan dengan cara yang sederhana tapi sangat menarik, breathtaking, membelalakkan mata, dan menguras emosi. Anda akan dibuat tertawa oleh tingkah laku polos karakter Piscine Molitor Patel atau Pi yang “mencari Tuhan” melalui berbagai agama yang ada di sekitarnya. Anda juga akan dibuat menahan nafas tiap kali harimau Bengal bernama Richard Parker muncul di layar seolah Anda adalah Pi Patel sendiri. Ang Lee memang piawai membawa penontonnya ikut terlibat dalam visualisasinya hingga durasi yang dua jam lebih tujuh menit tidak terasa sama sekali. India yang kaya filosofis, spiritual, serta memiliki keragaman agama dalam masyarakatnya terasa pas sekali menjadi latar lokasi dan sosial cerita.
I have nothing else to say but just go watch it in 3D for the whole experience Ang Lee has set for us all. No matter what your religions is, including an atheist or an agnostic. It has left me thinking and reflecting about my faith long after the movie ends. Surely, I want to experience this movie again and again!

The Casts

Ini memang merupakan pengalaman Suraj Sharma bermain dalam sebuah film. Namun penampilannya yang sama sekali belum dikenal justru merasuk dengan sangat baik dengan karakter Pi tanpa terdistraksi oleh image karakter apapun sebelumnya. Toh dengan porsi yang paling mendominasi sepanjang durasi, ia mampu bertransformasi menjadi Pi dengan sangat meyakinkan. Begitu pula dengan pemeran Pi dewasa, Irrfan Khan yang mampu menunjukkan emosi yang sinkron dengan pemeran Pi muda seolah semua yang terjadi di layar memang dialami oleh aktor yang sama.
Pemeran pendukung lainnya seperti Gerard Depardieu dan Raff Spall mampu mengisi peran masing-masing dengan baik sesuai porsinya yang memang tidak begitu banyak.
Terakhir, kredit khusus untuk si harimau Bengal, Richard Parker yang meski kebanyakan hanya berupa animatronic dan CGI, mampu berakting dengan sangat baik seolah memang memiliki emosi dan ikatan batin dengan karakter Pi. Outstanding!

Technical

Tak perlu diragukan lagi, inilah visual fest bagi siapa saja. Selain special visual effect gila-gilaan yang berhasil menghidupkan ombak dahsyat, air jernih yang mampu merefleksikan bintang-bintang, dan cahaya bak fluorescent yang berasal dari ubur-ubur, efek 3D-nya adalah yang terbaik untuk film live-action, setingkat (atau malah di atas) James Cameron's Avatar. Bahkan ada dua adegan yang ditampilkan dalam aspect ratio yang berbeda (misalnya adegan serbuan ikan terbang) sehingga efek 3D-nya lebih terasa, terutama untuk efek pop-out. Tak hanya untuk ajang pamer, efek 3D LoP berhasil dimanfaatkan maksmial untuk menghidupkan keterlibatan penonton dalam adegan. Hal yang sering diabaikan oleh film-film dengan format 3D.
Editing menjadi aspek favorit saya sepanjang film. Penyatuan tulisan-tulisan opening credit dengan gambar adegan terasa atraktif dan sangat menonjolkan efek 3D-nya. Transisi adegan yang unik juga tak luput dihadirkan untuk menambah kemenarikan gambar-gambar yang ditampilkan.
Kedahsyatan visual diimbangi pula oleh sound effect yang tak kalah megahnya. Suara badai, ombak besar yang menggulung, ikan terbang yang menyerang, munculnya ikan paus, semuanya tampak begitu nyata, hidup, crisp, dan jernih.
Budaya India yang kaya warna turut diperhatikan tiap detailnya, seperti arsitektur, kostum, hingga make up. It's a very wonderful and personal trip to India through film.

The Essence

Inilah film yang dengan sukses menjelaskan pandangan religius saya yang enggan untuk terlalu fanatis terhadap salah satu agama dan cenderung tertarik untuk mengenal berbagai agama serta aliran kepercayaan. Saya sangat menghargai orang yang mengalami berbagai pergulatan spiritual sebelum memutuskan salah satu agama ketimbang orang yang sejak lahir telah memeluk agama tertentu. Pandangan kita soal Tuhan dan kehidupan adalah hal yang personal yang tidak bisa diutak-atik oleh siapapun. Tuhan sendirilah yang berkomunikasi secara langsung kepada tiap manusia melalui pengalaman-pengalaman hidup. Sebuah punchline dari Pi dewasa bisa jadi adalah twist di menjelang akhir film menjelaskan itu semua. So, which "story" do you prefer to believe in, that's your decision. That's the point from the life story of Pi.

They who will enjoy this the most

  • General audiences, from any religions, even an atheist or agnostic
  • General audiences, who seek for a breathtaking adventure
  • Those who has interest in spiritualism search

Academy Awards 2013 Nominees for :

  • Best Achievement in Cinematography
  • Best Achievement in Directing
  • Best Achievement in Editing
  • Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Score
  • Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Song
  • Best Achievement in Production Design
  • Best Achievement in Sound Editing
  • Best Achievement in Sound Mixing
  • Best Achievement in Visual Effects
  • Best Motion Picture of the Year
  • Best Writing, Screenplay Based on Material Previously Produced or Published
Lihat data film ini di IMDb. Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates