Friday, November 16, 2012

The Jose Movie Review
Magic Mike

Overview

The only thing that caught my attention to watch this was the name of Steven Soderbergh in director's position. Soderbergh di mata saya adalah sutradara yang unik. Kadang dia menangani film-film berkelas Oscar seperti Erin Brockovich dan Traffic, kadang juga membuat film-film ringan menghibur seperti franchise Ocean's Eleven, Out of Sight, dan Haywire. Namun ada pula karya-karyanya yang aneh seperti Full Frontal. One thing for sure, setiap karyanya selalu membuat saya penasaran.
Melihat poster dan trailernya, saya membayangkan sebuah film komedi tentang dunia male stripper seperti halnya Full Monty, komedi Inggris yang akhirnya menjadi cult saat ini. Background gelap dengan warna-warna gemerlap di sana-sini menjanjikan nuansa ceria tersebut. Bagi penonton pria (straight) mungkin akan geli-geli sendiri karena menyangka filmnya bakal gay-ish. Sementara penonton wanita akan antusias karena ada nama Channing Tatum, Alex Pettyfer, dan Matthew McConaughey yang jelas-jelas bakal tampil lebih dari sekedar topless. Well, jika hanya berharap hal yang saya sebutkan terakhir, Anda mungkin akan cukup terpuaskan. Namun jika Anda seperti saya yang mengharapkan setidaknya cerita drama yang solid atau komedi yang menghibur, bersiaplah untuk kecewa.
Di luar adegan-adegan menari strip para pria yang saya akui bagus dan ternyata jauh dari kesan gay-ish, saya bingung ke mana arah Soderbergh hendak membawa penontonnya lewat Magic Mike (MM). Sebagai sebuah drama, tidak ada hal yang menyentuh atau menarik untuk dikembangkan. Mungkin ada unsur bromance dan spark asmara antara karakter Mike dan Brooke tapi ditampilkan dengan sangat tanggung, flat, dan tidak jelas arahnya ke mana. Begitu juga dengan sub-plot yang berkaitan dengan narkoba. Seolah hanya sebagai tempelan klise untuk mewarnai film dan tanpa konklusi apa-apa. Sebagai komedi pun tidak ada adegan-adegan yang sengaja dibuat lucu sebagai penyegar. Semuanya terasa canggung, kecuali tentu saja penampilan para pria ini di atas panggung. Sekilas, gaya penyampaian filmnya tak beda dengan film video. Nothing more to offer.

The Casts

Channing Tatum sebagai pemeran utama di luar dugaan tampil dengan baik dibandingkan peran-peran yang pernah dia bawakan sebelumnya. Sebelumya di mata saya, di antara aktor-aktor muda yang lebih banyak mengandalkan postur tubuh, nama Channing berada di urutan bawah. I don't know how or why, but I always think that his performance was always flat and have no-soul. Mungkin juga karena cerita MM tak jauh beda dengan profesinya sebelum menjadi aktor seperti saat ini, so sekali ini Channing harus saya akui perform dengan sangat baik. Tidak hanya dalam hal stripping, tetapi juga membawakan karakter Mike secara keseluruhan. Cerdas, well-plan, and mature.
Di lini pemeran pendukung hanya Matthew McConaughey yang benar-benar berhasil menghidupkan perannya. Alex Pettyfer dan Cody Horn biasa saja, sementara yang lainnya seperti Matt Bomer, Joe Manganiello, dan Olivia Munn hanya seperti pemanis yang sekedar menambah semarak cerita saja.

Technical

Tidak ada yang istimewa selain koreografi dan set panggung untuk performance stripping. Sinematografinya biasa saja. Color tone yang dominan (terlalu) kuning untuk adegan outdoor mungkin akan sedikit mengganggu bagi beberapa penonton.
Tidak ada score yang mengiringi adegan-adegan dialog, namun pilihan-pilihan track untuk mengiri performance termasuk menarik dan pas. Yang saya rasa paling mengganggu, entah hanya terjadi pada copy yang saya miliki atau memang aslinya seperti itu, adalah audio track yang sering out of sync dengan gambar. A several frames ahead from the picture. 

The Essence

Dunia hiburan, apalagi tarian strip yang hanya mengandalkan fisik tidak bisa bertahan lama. Ada kalanya ketika usia sudah mulai lanjut, mereka akan kalah pesona dan digantikan dengan yang lebih muda serta memiliki energi yang masih penuh. So, seperti Mike, you better have a good plan (and also a good talent) for your future life.

They who will enjoy this the most

  • Ladies who are hungry for hot-body jocks and their shakes
  • Men who want to learn how to treat their ladies sexily
Lihat data film ini di IMDb. Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates