Tuesday, November 20, 2012

The Jose Movie Review
The Campaign


Overview

“I hate politics”. Sebuah ungkapan yang pasti tak jarang Anda dengarkan di sekitar, baik langsung secara verbal maupun di kolom "Political view" profile Facebook. Like it or not, politik selalu ada di dalam kehidupan manusia. Tak selalu harus berkaitan dengan pemerintahan atau organisasi, kehidupan sehari-hari pun sebenarnya penuh dengan politik. Apapun cara seseorang dalam mencapai ambisinya bisa dikatakan sebagai politik.

Kembali ke terminologi pemerintahan, berkali-kali tema politik diangkat dalam bentuk film dan kebanyakan berupa drama atau drama thriller. Terakhir yang cukup membekas dalam ingatan saya adalah The Ides of March. Namun seberapa banyak yang membungkusnya dalam bentuk komedi? I have nothing in mind. Agak susah memang membuat tema politik dengan kemasan komedi. Seringkali terjerumus ke dalam komedi satir yang berhasil menyentil namun masih jauh dari membuat penonton terpingkal-pingkal. That’s why The Campaign yang disutradarai oleh sang spesialis komedi Jay Roach, menjadi suguhan yang sangat menarik. Reputasi Jay Roach yang pernah sukses membesarkan franchise Austin Powers dan Meet The Parents sudah menjadi jaminan tersendiri. Ditambah dua aktor komedi yang juga papan atas, Will Ferrell dan Zach Galifianakis, it’s definitely a must-see for comedy fans!

Benar saja, formula dirty comedy, satir, dan penuh sindiran sosial di mana-mana berhasil menghidupkan dunia politik yang tergambar dalam film sepanjang durasinya yang 95 menit. Tak hanya berhasil mengocok perut penonton dengan aneka trik saling sikut antara dua kandidat, Cam Brady dan Marty Huggins, mulai dari isu fisik, masa kecil, agama, hingga moralitas, naskahnya ternyata disusun dengan sangat baik dan rapi. Alur cerita yang enak dinikmati, masuk akal, seru, melalui proses yang menarik, dengan pace yang pas, dan humor-humor yang tepat pada tempatnya, tidak mengada-ada, serta tidak membosankan, jadilah The Campaign tontonan hiburan yang berbobot namun terasa sangat ringan dan menghibur. Tampak bodoh namun sebenarnya cerdas. Pengembangan yang diberikan untuk dua karakter utamanya pun digarap dengan sangat rapi. Yang paling kentara adalah Marty Huggins yang signifikansi transformasi karakternya nyaris tak terasa jumping.

Jadi jika Anda selama ini alergi dengan kata ‘politik’, maka The Campaign akan membuat Anda mentertawai dunia yang selama ini dianggap serius dan tidak menarik, dan tentu saja mentertawai diri sendiri yang mungkin selama ini sering “memakan” umpan-umpan yang diberikan oleh para kandidat pemerintah. This was one of the best comedy of the year.

Memang, ending yang terlalu naif khas film Hollywood sejenis masih dihadirkan. Namun bukankah selama ini hampir semua film Hollywood memang menjual mimpi? At least it gives hope that things can still be better. I don’t think it’s a big deal, since it amused the audiences dan yang paling penting, menjadi voters lebih cerdas di Pemilu mendatang.

The Casts

Will Ferrell memang sering hit and miss dalam mengocok perut penonton di genre komedi. Terkadang ia sukses seperti di Anchorman dan Talladega Nights, namun tak jarang juga tampil buruk seperti di The Other Guys dan Step Brothers. Sekali ini ia cukup layak menyandang salah satu aktor komedi terbaik yang dimiliki Hollywood saat ini. Tak hanya tampil slapstick, di sini ia juga menunjukkan akting seriusnya di salah satu adegan yang berhasil membuat saya lupa sejenak bahwa ini adalah film komedi. Saya terdiam oleh kharisma aktingnya saat itu.

Sementara Galifianakis tak perlu diragukan lagi kharisma komediknya. Berbeda dengan perannya di franchise Hangover dan Due Date yang cenderung mirip, kali ini ia memainkan karakter yang berbeda. Membuatnya berhasil keluar dari tipikal peran yang itu-itu saja. Sebagai family man yang tradisional, culun, namun mengalami transformasi yang cukup signifikan seiring dengan alur. He’s doing his job very well di balik aksen Southern-nya yang unik.

Duo John Cleese-Dan Aykroyd mungkin tak seikonik Sitterson-Hadley di Cabin in the Woods, tetapi siapa saja yang mengenal dua wajah ini tentu menjadi nilai plus.
Pemeran-pemeran pendukung lainnya mampu mendukung suasana humor di sana-sini dengan sangat baik, bahkan Jack McBrayer yang memerankan ayah religius yang selalu tak sengaja diganggu oleh Cam Brady.

Technical

Tak ada yang terlalu istimewa namun semuanya pas sesuai kebutuhan, termasuk pemilihan lagu-lagu pendukung. Mungkin yang patut diapresiasi lebih adalah kostum dan properti yang dikenakan keluarga Huggins yang sangat melekat pada karakternya.

The Essence

Begitulah politik, di negara mana saja. Penuh tipu muslihat dan persaingan tak sehat. Seseorang yang awalnya kita kenal baik bisa saja berubah seratus delapan puluh derajat ketika memasuki panggung politik. Tunggangan politis dari kapitalis bukan barang baru yang hanya terjadi di negara tertentu saja. It’s a universal case, including in our country. So voters, now you know how it works, please be more wise and careful in using your rights later!

They who will enjoy this the most

  • Dirty jokes enthusiast
  • Audiences who work in political field or have interest on it
  • Penonton umum yang punya hak pilih ketika pemilu
Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates