Sunday, September 30, 2012

The Jose Past Review
Taken (2008)



Overview

2008 lalu, ada sebuah film produksi Perancis-UK-US yang mampu meraup dua ratus juta dolar lebih untuk peredaran worldwide-nya. Sebuah angka yang fantastis untuk film non-Hollywood berbudget “hanya” sekitar US$ 25 juta. Saya sendiri sebenarnya sudah memiliki DVD-nya (edisi extended-cut) sejak lama tetapi baru saya putar ketika mendengar kabar sekuelnya, Taken 2 akan dirilis 5 Oktober 2012 di Amerika Serikat nanti.

Dari trailernya, saya mengira Taken akan menyuguhkan action-thriller ala Jason Bourne, dipenuhi adegan aksi tangan kosong yang intense dan intrik cerita yang menarik. Well, ekspektasi yang cukup tinggi tersebut unfortunatelly membawa saya pada kekecewaan kecil. Sutradara Pierre Morel yang pernah menyutradarai From Paris with Love setelah film ini memang berhasil menyuguhkan adegan-adegan aksi tangan kosong (dan sedikit menggunakan senjata api) dari karakter utamanya, Bryan Mills, agen veteran yang menghalalkan segala cara demi menemukan dan menyelamatkan putrinya yang diculik oleh sindikat human-trafficker. Yes, that simple. Jika judul Man on Fire terbersit dalam benak Anda ketika mendengar premise-nya, mungkin iya. Tetapi menurut saya, baik dari segi stabilitas intens alur cerita dan gaya penyutradaraan masih kalah jauh dari Man on Fire.

Terlalu fokus untuk menghadirkan adegan-adegan aksi brutal (terutama bila Anda menyaksikan versi extended cut-nya) tidak memberikan cukup ruang untuk komplikasi cerita yang tidak hanya terlalu sederhana tetapi juga dengan mudah ditemukan plot hole di mana-mana. Begitu pula koneksi emosi antara karakter-karakter yang ada dengan penonton yang diabaikan begitu saja. Praktis, penonton tidak akan pernah bersimpatik terhadap apa yang dialami putri Bryan dan wanita-wanita lainnya yang menjadi korban human-trafficking. Penonton hanya akan sering meringis atau menutup mata melihat adegan-adegan brutal yang bertebaran sepanjang film. And for that purpose, Liam Neeson’s really kicking it. Belum pernah rasanya melihat performa Liam Neeson seberingas Kevin Bacon di Death Sentence. Terlepas dari apa saja yang bisa dan telah dilakukannya di layar, di mata saya raut wajahnya sama sekali tidak menunjukkan ancaman keberingasannya. Sorry Neeson, your face ain’t as threatening as Bacon’s.

Overall, Taken memang hanyalah film hiburan ringan yang harus mengabaikan banyak logika untuk bisa dinikmati. Style film pun tidak ada yang benar-benar unik atau beda. Aksi Liam Neeson-lah yang menjadi daya tarik sepanjang film. Terakhir, tentu saja siapa pun yang pernah menyaksikannya akan selalu mengingat adegan penyiksaan Bryan terhadap Marko. Bagaimana dengan Taken 2 yang katanya memiliki cerita berbalik, salah satu anak dari sindikat yang dibunuh Bryan balik menuntut balas kepada Bryan dan keluarganya? Dengan sutradara Olivier Megaton yang pernah menggarap Transporter 3 dan Colombiana, saya mengharapkan film yang setidaknya lebih stylish dan alur yang lebih intense daripada predesesornya.

The Casts

Liam Neeson praktis menjadi satu-satunya aktor yang paling mencuri perhatian sepanjang film. Famke Janssen, Magie Grace, dan Olivier Rabourdin seharusnya bisa lebih memperkaya film jika diberi peran yang lebih oleh skrip. Sayang, kesemuanya harus tampak biasa saja tanpa kedalaman karakter apa-apa. Apalagi biduan yang namanya sekarang sudah nyaris tak terdengar, Holly Vallance yang tak lebih dari sekedar pemanis atau cameo saja.

Technical

Sinematografi dan editing mempunyai andil yang paling besar dalam berbagai adegan aksi brutal meski juga tidak begitu unik. Sementara sound effect juga terdengar biasa saja, tidak ada yang begitu spektakuler mengingat aksinya juga lebih banyak melibatkan tangan kosong dan sesekali senjata api. Cukup disayangkan pula score-nya absen dalam memberikan efek thrilling.

The Essence

You don’t know how far a father would go to save his daughter/son, especially if he’s a skillfull one.

They who will enjoy this the most

  • General audience who loves brutal bare-handed fights
  • Action-thriller fan 
Lihat data film ini di IMDb.




Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates