Friday, September 7, 2012

The Jose Movie Review
Test Pack - You're My Baby

Overview

Monty Tiwa adalah salah satu penulis skenario sekaligus sutradara Indonesia yang karya-karyanya menarik. Karya-karyanya cukup remarkable. Premise sederhana dan clich̩ sekalipun bisa menjadi suguhan yang menarik dan cerdas. Tak hanya itu, ia kerap juga menulis sendiri lagu-lagu yang dijadikan soundtrack film-filmnya. Sebuah kombinasi bakat yang luar biasa. TestPack РYou're My Baby (TP) menjadi film keduanya tahun ini setelah mendapatkan cukup banyak pujian melalui Sampai Ujung Dunia.
Diangkat dari novel berjudul sama karya Ninit Yunita, TP adalah film drama komedi dewasa yang mengangkat tema kehidupan perkawinan masyarakat urban. Tema yang jarang diangkat di tengah membanjirnya drama remaja karena target audience-nya masih mendominasi angka penonton film di bioskop. Rupa-rupanya TP adalah karya yang sangat personal baik bagi penulis skenarionya, Adhitya Mulya, yang tak lain adalah suami penulis versi novelnya, maupun bagi sutradara Monty Tiwa yang juga mengalami hal yang sama dengan pasangan karakter di film: berjuang mendapatkan anak setelah sekian lama menikah.
Di tangan Tiwa, TP menjadi sajian drama romantis yang jauh dari kesan mellodrama dan sangat realistis. Sisi drama dan komedinya berpadu dengan sangat serasi dalam membangun satu kesatuan cerita yang solid. Chemistry kuat antara pasangan suami-istri Rahmat dan Tata juga terbangun dengan sangat baik. Pasangan yang tetap terlihat manis dan serasi meski sebenarnya nyaris depresi karena tekanan sosial yang begitu menuntut. Seperti biasa, dialog dan joke segar serta cerdas khas Tiwa bertebaran di tiap adegan menjadikan film sama sekali tidak membosankan.
Hal lain yang patut mendapatkan apresiasi adalah penyusunan plotnya yang tidak melulu berjalan linier. Ada saatnya adegan yang penonton kira tidak begitu penting ternyata memiliki tujuan di bagian lain nantinya. Subplot yang diisi oleh banyak cameo pun menghiasi layar dengan pas, menarik, dan dengan tujuan yang memang memiliki signifikasi terhadap konflik karakter utama. Misalnya pasangan suami-istri Bapak dan Ibu Sutoyo yang diperankan Meriam Bellina dan Jaja Mihardja mengingatkan kita akan franchise Get Married serta pasangan Shinta-Heru (Renata Kusmanto-Dwi Sasono) yang dari Sampai Ujung Dunia. Tak ketinggalan sedikit twist penjelasan di akhir cerita yang juga khas karya-karya Monty Tiwa.
Dengan berbagi kelebihannya, TP adalah sebuah drama dewasa yang sangat cocok untuk dijadikan film kencan bagi pasangan serius yang hendak menikah maupun pengantin baru yang sedang di puncak kebahagiaan. Daripada mengisi waktu dengan mimpi-mimpi indah nan muluk yang semu, alangkah lebih bermanfaat menonton TP yang akan menimbulkan pemikiran serta keputusan yang lebih serius dengan pasangan.

The Casts

Semua cast, baik pemeran utama hingga cameo tampil pas sesuai porsi masing-masing. Reza Rahadian dan Acha Septriasa berhasil membangun chemistry yang luar biasa sebagai pasangan suami-istri. They seem like a sweet and intimate couple. Menarik melihat karakter Rahmat (Reza Rahadian) yang santai menjalani hidup mendadak berubah menjadi pemurung. Salah satu penampilan terbaik Reza yang akhir-akhir ini sangat sering mengisi layar perak Indonesia.
Begitu pula dengan Acha yang tampil jauh lebih dewasa ketimbang peran tipikalnya selama ini bersama Irwansyah. Saya yang sempat mencibir aktingnya di film fenomenal Heart dan Love is Cinta harus mengakui jatuh cinta dengan penampilannya di sini.
Renata Kusmanto terasa pas sebagai seorang model internasional yang kesepian dan patah hati. Peran yang seharusnya tergolong antagonis justru membuat penonton bersimpatik kepadanya.
Jajaran cameo yang meliputi Endhita, Tora Sudiro, Oon Project Pop, dan bahkan Agung Hercules (iya, penyanyi dangdut berbadan kekar itu!), berhasil menambah segar film dengan celetukan atau sekedar penampilan mereka.Sayang kehadiran Poppy Sovia terasa asal nampang.

Technical

Seperti biasa Monty menulis sendiri beberapa soundtrack yang menghiasi sepanjang film. Walau tidak begitu mengesankan (jujur saja melodinya mirip lagu-lagu yang ditulisnya sebelumnya), namun mendukung adegan-adegan dengan sangat baik.
Production design turut menjadi poin plus lainnya berkat desain setting urban yang menawan, seperti interior rumah Rahmat-Tata dan favorit saya, cafe bar yang sering dikunjungi Rahmat dan Zuki. Dengan background cerita Shinta yang seorang model papan atas, tentu make-up, kostum, dan tata artistik TP juga terlihat sangat menonjol.
Editing Cesa David Luckmansyah memiliki peran penting terutama dalam menentukan pace film yang pas sehingga tidak terkesan membosankan. Penggunaan slow motion yang efektif dan tidak terasa berlebihan di satu adegan mampu membuatnya menjadi adegan yang sangat kuat.

The Essence

Kita hidup dalam lingkungan sosial yang seakan tak pernah puas mengulik kehidupan pribadi (baca : kepo). Selalu ada saja pertanyaan “what's next” yang seolah sudah menjadi keharusan bagi tiap orang padahal semuanya itu tergantung pilihan tiap individu. “Kapan kawin?”, “Belum punya anak?”, “Nggak nambah anak?” dan seterusnya (kenapa tidak ada yang berani bertanya, “Kapan meninggal?” ya? :D). “Tekanan-tekanan sosial” seperti ini kesannya sepele dan bersifat basa-basi daripada tidak ada yang dibahas, namun siapa sangka bisa menjadi beban yang begitu berat bagi yang ditanya. Jika tidak dipenuhi pasti jadi bahan pergunjingan orang-orang, tapi kalau dipenuhi juga tidak pernah ada habisnya. Masa harus terus menerus menjalani hidup berdasarkan apa yang masyarakat mau?
Test Pack – You're My Baby secara halus mengkritik fenomena yang masih menghantui warga urban sekalipun. Bagi pasangan, TP menjadi bahan refleksi apa yang menjadi alasan untuk menikah. Persamaan visi pernikahan harus disatukan (dan atau dikompromikan) sebelum segalanya terlanjur terlalu jauh.
Lihat situs resmi film ini.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates