Sunday, August 5, 2012

The Jose Movie Review
Total Recall (2012)


Overview

Saya ingat betul ketika peluncuran stasiun televisi swasta bermaskot ikan terbang, ada satu film yang begitu menarik perhatian saya. Selain bintang Arnold Schwarzenegger dan Sharon Stone yang jelas sudah menjadi daya tarik, tampilan adegan-adegan aksi dan special effect yang unik membuat film bertajuk Total Recall (TR) keluaran tahun 1990 ini tertanam cukup kuat dalam ingatan saya. Begitu mendengar kabar akan dibuat remake-nya, saya yakin sulit untuk menyamai pencapaian versi aslinya. Akan tetapi nama Len Wiseman yang sukses menggarap franchise Underwood dan seri terakhir Die Hard menjadi film aksi stylish, setidaknya ada yang bisa saya harapkan dari hasil remake-nya. FYI, dikembangkan dari cerpen We Can Remember It for You Wholesale karya bapak sci-fi, Phillip K. Dick, TR mengangkat premise memory manusia yang bisa diciptakan sendiri atau diubah-ubah.

Benar saja dengan ekspektasi secukupnya, saya tidak begitu kecewa menyaksikan hasil akhirnya. Memang, jika membandingkan dengan versi Verhoeven yang visioner dan kuat secara konseptual cerita, versi Wiseman jelas jauh berada di belakangnya. Namun setidaknya, TR versi Wiseman masih merupakan film aksi yang memompa adrenaline penonton sejak awal hingga akhir film. Adegan kejar-kejaran dengan tingkat intensitas yang pas dan terus terjaga, adegan tembak-tembakan, dan barehands fighting yang sangat memuaskan. Yap, itulah “jualan” utama TR 2012. Apalagi beberapa tahun belakangan ini tak banyak film yang berhasil dengan baik memberikan visualsiasi bumi masa depan, maka TR tampil visually stand-out, setidaknya bagi saya.

But that’s all you will find here. Ide “permainan ingatan” yang menjadi tema utama film dan sebenarnya potensial menjadi premise yang sangat menarik jika dikembangkan dengan baik, tampak seperti hanya sekedar tempelan cerita. Tak hanya itu, semua subplot yang ditawarkan seperti tentang pemeberontakan koloni dan rahasia misi karakter utama kita, Douglas Quaid, turut mengalami hal yang sama; tidak dikembangkan sama sekali dan dibiarkan berakhir begitu saja tanpa kesan apa-apa. Parahnya lagi, karakter-karakter yang ada, termasuk karakter utamanya, juga tidak diberikan perkembangan yang berarti. Padahal seandainya kejadian-kejadian yang terjadi di layar sedikit saja memberi pengaruh pada penokohan salah satu saja karakter (let’s say, Douglas Quaid himself), mungkin TR masih dapat terselamatkan dari segi plot menjadi lebih menarik.

Segala kekurangan esensial ini tentu bukan salah Wiseman. Sebagai sutradara, Wiseman sudah menjalankan tugasnya dengan baik sehinggia setidaknya TR 2012 menjadi film thrilling action yang memuaskan. Dibandingkan film-film aksi yang digelar hingga akhir kuartal kedua 2012 ini, TR masih cukup stand out. Mungkin saja pihak produser yang sejak awal menitipkan pesan kepada penulis skenario untuk membuat TR 2012 menjadi lebih ringan dan pure entertainment seperti layaknya kebanyakan film keluaran Sony Pictures lainnya akhir-akhir ini. So, I guess just enjoy the dish they served, shall we?

The Casts

Lama tak mengisi peran penting di film mainstream, Colin Farrell menghidupkan karakter utama dengan cukup baik di sini. Tapi tentu saja penarik perhatian sepanjang film adalah dua wanita seksi yang lebih kick-ass, Kate Beckinsale dan Jessica Biel. Benckinsale tampil lebih menarik dan dengan wajah yang lebih seksi ketimbang di franchise Underworld. Bagi saya, style istri sang sutradara di sini mirip supermodel Giselle Bundchen, very sexy and kick ass. Sementara Biel walau berada satu tingkat di bawah Beckinsale dari segi keseksian, masih menjadi protagonist’s sidekick yang menarik. Sementara peran antagonis, Coohagen (Bryan Cranston) tak begitu menonjol berkat skrip yang memang tidak memberikan banyak kesempatan untuk mencuri perhatian penonton. Begitu juga dengan Harry (Bokeem Woodbine) yang sebenarnya bisa diberi peran lebih banyak dalam cerita.

Di lini pengisi peran pendukung, Bill Nighy, John Cho (siapa sangka Harold dari franchise Harold & Kummar bisa berperan di film serius?), dan tentu saja Kaitlyn Leeb berhasil mencuri perhatian walau masing-masing hanya tampil beberapa menit. Well, siapa yang bisa lupa hooker berpayudara tiga di sini? Beruntung LSF tidak memotong atau menyensor adegannya. You’ll wish you have three hands, won’t u?

Technical

Tentu saja divisi teknis menjadi tulang punggung keberhasilan TR 2012 selain arahan adegan-adegan aksi dari Wiseman. Kredit lebih patut diberikan kepada sang production designer yang berhasil menampilkan peradaban masa depan dengan memukau. Desainnya lebih mengingatkan kita akan desain Blade Runner, The Fifth Element, dan Minority Report ketimbang TR versi aslinya. Tak hanya dari segi desain, tapi juga ide-ide teknologinya yang menarik. Favorit saya adalah telepon seluler yang tak perlu lagi layar khusus dan kendaraan lintas benua yang memanfaatkan inti bumi. Supercool! Bukan tidak mungkin di masa depan ide-ide ini dikembangkan menjadi kenyataan.

Score dari Harry Gregson-Williams berhasil menghidupkan keseruan adegan kejar-kejaran dengan sangat baik. Ada score yang mengingatkan saya akan versi aslinya, tapi sisanya benar-benar baru. Tak terlalu memorable tetapi cukup berhasil membangun suasana.

Divisi sound effect berhasil memanfaatkan efek surround dengan sangat baik dan menghadirkan suara-suara yang terdengar dahsyat namun tetap jernih seperti misalnya suara ledakan, tembakan, dan lesatan mobil terbang.

The Essence

Dalam hidup tentu saja ada banyak sekali kejadian yang terekam dalam memory otak manusia. Tak hanya yang indah tetapi juga yang buruk. Rekall, perusahaan yang dihadirkan dalam film menawarkan untuk menuliskan memory-memory yang indah dalam ingatan Anda. Tentu saja munculnya bisnis seperti ini sebagai hasil dari keinginan manusia untuk hanya mengingat hal-hal yang indah dalam hidupnya saja, termasuk angan-angan yang selama ini ada di dalam benak. Intinya : escaping reality. Namun apa artinya itu semua karena telah terjadi di masa lalu, apalagi tidak nyata. Bukankah lebih baik manusia berfokus untuk membangun hidup di masa depan ketimbang terbuai oleh kejayaan masa lalu?

 
Lihat data film ini di IMDB.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates