Tuesday, April 17, 2012

The Jose Movie Review - Battleship


Overview
Seriously, melihat poster, tulisan “from Hasbro the company that brought you...”, dan segala-galanya yang memang sengaja diindikasikan sebagai “this will be just like Transformers”, membuat saya sama sekali kehilangan selera untuk menyaksikannya. Thanks to Michael Bay yang merusak salah satu franchise yang potensinya sangat besar. Untung saja Michael Bay tidak di-hire untuk menyutradrai Battleship. Dengan berbekal review dan rekomendasi dari beberapa orang, akhirnya saya memutuskan untuk menyaksikannya juga.
Menit-menit awal saya dibuat cukup jengkel dengan karakter Alex Hopper yang umur saja yang tua tapi sikapnya masih tipikal ababil masa kini : sok jagoan, sok berani, lack of priority, dan cuma gedhe badan doang. Ditambah drama percintaan klasik with a typical stupid hot body girl. Selama kurang lebih empat puluh lima pertama film berjalan dengan standard drama yang sering disajikan sepaket dengan film aksi serupa. Barulah setelah itu serangan alien mulai bertubi-tubi. Strategi dari para heroine kita satu per satu dilancarkan untuk melawan alien hingga akhir film. Well, sebagai film aksi pop-corn yang seru dan menengangkan, Battleship ternyata boleh juga. Walau tentu saja seperti layaknya film sejenis, plot hole bertebaran di mana-mana demi melancarkan alur film.
Tentu saja keberhasilan adegan-adegan aksi yang ada tak lepas dari tangan besi sang sutradara yang piawai menata tiap adegan menjadi seru dan menegangkan, meski jujur saja sebenarnya tidak banyak hal baru ditampilkan di sini. Adalah Peter Berg, sutradara yang masih jarang dipakai oleh para produser padahal portofolionya hasilnya cukup menarik. Mulai black comedy kecil Very Bad Things, komedi petualangan The Rundown, film perang The Kingdom, film drama futbol Friday Night Lights, dan akhirnya film aksi popcorn blockbuster paling suksesnya, Hancocok. Kesemuanya boleh dibilang mempunyai kualitas yang baik di genre masing-masing. Beruntung Battleship digarap oleh Berg. Entah bagaimana hasilnya jika Michael Bay yang didapuk sebagai sutradara.
Dari segi naskah sebenarnya tidak ada yang istimewa. Selain banyaknya plot hole, perkembangan karakter juga terkesan diabaikan. Dialog-dialognya pun tidak ada yang berarti. Praktis, naskah hanya mengandalkan uniknya strategi yang Hopper sebut sebagai “the art of war” yang berhasil membuat Battleship memiliki nilai lebih ketimbang film sejenis. Selebihnya, biasa saja. Just enjoyable but not so memorable.
The Casts
Taylor Kitsch jelas menjadi primadona aktor pop corn movie di tahun 2012 ini. Walau John Carter tergolong gagal, Battleship rasa-rasanya bakal mampu menaikkan pamornya. Saya yakin Kitsch punya masa depan yang lebih baik ketimbang Sam Worthington (yang sejak Avatar sempat naik pamor dan mengisi layar dengan Clash of the Titans dan Resident Evil Afterlife tapi sejak itu anjlok) karena kualitas aktingnya masih lebih baik. Walau karakternya tergolong menyebalkan bagi saya dan kharismanya sebagai heroine utama juga masih kurang, setidaknya Kitsch tidak canggung dalam membawakan peran Alex Hopper.
Brooklyn Decker, our heroine’s heartthrob, memang tidak diberikan begitu banyak porsi namun penampilannya sangat eye-candy, baik dari segi fisik maupun akting. Jauh lebih baik ketimbang Rosie Hutington-Whiteley. Karakternya, Samantha pun masih diberi peran yang lebih penting ketimbang sekedar lari-larian bersama sang jagoan sepanjang film.
Alexander Skarsgård, putra aktor Stellan Skarsgård sebenarnya memerankan karakter yang lebih menarik ketimbang Alex dan tampil lebih baik ketimbang Taylor, sayang porsi karakternya tidak begitu banyak. Liam Neeson juga terasa kurang diberikan porsi peran. Kesannya karakternya replaceable oleh aktor setengah baya manapun. Sementara screen stealer-nya, Rihanna, sebagai pendatang baru di dunia akting cukup baik lah dalam mengisi perannya yang memang tak banyak memberi pengaruh. Rasa-rasanya malah bakal lebih baik jika Michelle Rodriguez yang mengisi, but she’s just fine. She still kicked ass.
Technical
Visual effect tentu saja menjadi sorotan utama film bergenre ini dan tentu saja dieksploitasi semaksimal mungkin. I like that deadly wheels which attacked every building and everything it passed. Bentuknya yang seperti gergaji bikin ngeri setiap kali hendak menghampiri objek. Wujud aliennya pun... yah bolehlah, walau mirip-mirip alien di Green Lantern. Sayang adegan aksi yang melibatkan robot-robot alien berhelm seukuran manusia tidak banyak ditampilkan, padahal berpontesi menjadikan film terasa lebih seru lagi seperti Predator, misalnya. Yah, mungkin bisa dipertimbangkan untuk sekuelnya kelak.
Sound effect juga dimanfaatkan semaksimal mungkin dan sama sekali tidak terdengar mengganggu (baca: berisik) seperti layaknya Transformers, padahal saya merasa ada banyak suara-suara efek yang mirip (atau malah sama persis) dengan yang ada di film tersebut. Begitu pula dengan score-nya yang 11-12 dengan Transformers hanya saja digunakan dengan lebih efektif di film ini. Saya juga senang Battleship menggunakan lagu-lagu rock yang hip dan badass untuk membangkitkan semangat dalam film, bukan rock galau seperti... (sekali lagi) Transformers. Maaf yah kalau saya terlalu banyak membandingkan Battleship dengan Transformers. Habisnya terlalu banyak variabel yang sama (atau mirip lah) antara keduanya dan saya yakin produsernya pun mengarahkan Battleship untuk menyamai Transformers.
The Essence
Saya yakin ada banyak remaja yang menyukai karakter Alex Hopper karena memang tipikal remaja jaman sekarang banget. Bedanya, karakter Alex sesungguhnya memiliki potensi yang cukup baik dan ternyata juga cukup cerdas. Saat genting dan sulit bisa menjadi turning point bagi siapa saja, termasuk orang-orang yang semau gue macam Hopper. Masalahnya jika kita menunggu momen turning point tersebut untuk berubah, apakah yakin sudah siap untuk menghadapinya? Tentu kita perlu banyak persiapan dan bekal untuk menghadapi momen-momen tergenting sekalipun dan yang paling penting adalah persiapan mental dan kepiawaian dalam menentukan prioritas. That's what growing-up is about.
Lihat data film ini di IMDB.

Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates