Thursday, March 1, 2012

The Jose Movie Review - Crazy Stupid Love


Overview
Cinta itu bikin gila, bikin kita bisa melakukan hal-hal bodoh. Hayo ngaku siapa yang pernah mengalaminya? Harus saya akui, saya pun pernah melakukan hal-hal bodoh atas nama cinta. Jadi wajar saja bila saya menikmati dan memaklumi tingkah laku para karakter yang ada di Crazy Stupid Love. Ada suami yang berusaha merebut kembali cinta istrinya, seorang anak yang berusaha membuat babysitter adiknya menerima cintanya, seorang babysitter yang berjuang merebut hati majikannya yang sudah beristri. Di sisi lain ada pula seorang player yang harus tunduk ketika jatuh cinta pada gadis yang bermain hard-to-get. Semuanya terangkai dalam sebuah film komedi romantis besutan duet sutradara Glenn Ficarra dan John Requa.
Sebuah omnibus? Oh bukan. Walaupun ada banyak “cerita cinta” di dalamnya, Crazy Stupid Love tidak mengusung format omnibus. Berbagai “cerita cinta” yang ditampilkan tersebut terangkai dalam satu lingkaran yang bermuara pada dua pria yang memiliki dua kepribadian yang saling bertolak belakang dalam urusan cinta : Cal Weaver (Steve Carrell) dan Jacob Palmer (Ryan Gosling). Cal adalah pria baik-baik yang seumur hidupnya hanya pernah mencintai satu orang wanita, sedangkan Jacob adalah seorang player. Dengan modal ketampanan wajah, tubuh atletis, gaya parlente, dan kekayaan yang diwariskan kepadanya, wanita mana yang tidak tertarik untuk mengencaninya? Namun bukan berarti keduanya bisa hidup bahagia selamanya dengan keadaan masing-masing. Justru di keadaan yang berbeda, keduanya menjadi saling belajar tentang cinta.
Sebuah premis yang menarik untuk diusung. Film pun berjalan dengan sangat mulus sepanjang durasi. Namun ada beberapa kecanggungan yang saya rasakan. Bukan karena adegan-adegannya kurang efektif atau terkesan diulur-ulur, tapi entah kenapa alurnya terasa datar dan agak canggung. Ada pula beberapa adegan yang terasa overleap, misalnya adegan perkenalan antara Hannah dan Jacob. Editingnya terasa seperti dipotong-potong (dalam arti disensor) dan jadinya kasar dan tidak nyaman. Alhasil film ini terasa biasa saja, kurang memorable. Adegan yang paling saya ingat saja malah hanya ada satu, yakni ketika semua karakter beserta dengan kepentingan-kepentingannya masing-masing bertemu di satu titik dan terjadilah kehebohan. Bikin saya gregetan, tertawa terbahak-bahak, dan sekaligus kasihan. Untung saja kelemahan di alur diperbaiki oleh dialog-dialog yang menggelitik dan yah... bolehlah dibilang cukup cerdas.
Casts
Steve Carrell adalah salah satu faktor keberhasilan film yang juga ia produseri sendiri ini. Ia memang tak sejago Jim Carrey dalam mengolah wajahnya dalam hal melawak, tapi ekspresi wajah dan tingkahnya adalah sebuah komedi yang tidak dimiliki komedian lain. Di sini bisa dilihat jelas the real Steve Carrell we've known di awal hingga pertengahan, lantas berubah menjadi true gentleman yang memikat hati wanita namun tetap menunjukkan ciri khas guyonannya. He's one of a kind!
Sementara Gosling yang menjadi opposite dari karakter Carrell adalah pemeran yang paling pas. I can't imagine karakter Jacob diperankan aktor muda lain. Julianne Moore seperti biasa menampilkan performa akting yang sesuai dengan porsinya. Sedikit mengingatkan akan perannya di The Kids are All Right. Di lini pemeran mudanya, saya tertarik dengan Emma Stone yang semakin hari semakin menunjukkan pesona smart and beautiful-nya di panggung hiburan. Sebagai bonus, ada Josh Groban yang ternyata suaranya tidak se-tenor seperti saat ia bernyanyi. By the way, bingung juga sih dia ini termasuk suara tenor atau bariton, in between sih.
Technical
Dari segi teknik, saya paling tertarik dengan angle kameranya yang cukup variatif. Contoh yang paling mudah adalah adegan pembuka yang menunjukkan kaki orang-orang yang sedang kencan di restoran dengan iringan Save Room-nya John Legend. Sisanya, tidak ada yang terlalu mengganggu maupun menonjol. Everything is in its place and just fine.
The Essence
Cinta bikin gila. Hal-hal bodoh dan gila wajar dilakukan atas nama cinta, terutama apabila cinta tersebut memang layak untuk diperjuangkan. Jadi malu-malu sendiri kan melihat tingkah karakter-karakter di sini yang besar kemungkinan pernah kita lakukan sendiri? Bagi pria, asyik juga belajar menjadi seorang pria yang merupakan perpaduan Cal dan Jacob. Buat wanita, tuh kan pria tampan dan berkelas lebih tertarik dengan wanita yang smart dan play hard-to-get untuk dijadikan pasangan hidup. Kalau yang tampak seksi dan sikapnya kegatelan, yah hanya bakal jadi “Miss Right Now” saja. Hehehe…
Lihat data film ini di IMDB.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates