Sunday, February 19, 2012

The Jose Movie Review - Cowboys and Aliens


Overview
Apa jadinya jika alien tiba-tiba muncul pada abad western? Apa kira-kira yang ada di benak para koboi dan suku Indian? Berangkat dari ide ini, sebenarnya Cowboys and Aliens punya materi yang cukup menarik untuk diangkat. Saya belum pernah membaca versi komiknya, tapi saya cukup penasaran seperti apa jika dunia koboi diobok-obok oleh koloni alien.
Tapi ide tinggallah ide ketika ternyata skrip yang ditulis tidak mampu untuk menerjemahkannya dengan menarik dan berbeda dengan film sci-fi bertema alien lainnya, meski disutradrai Jon Favreau dan salah satu produsernya adalah Steven Spielberg. Yap, kesalahan terbesar dari Cowboys and Aliens adalah lemahnya skrip. Oke, awal-awalnya tampak cukup menarik namun semakin ke belakang cerita seolah-olah tidak tahu apa lagi yang ingin disampaikan. Alhasil yang terjadi di layar adalah kejadian bertele-tele yang tidak begitu penting dan parahnya lagi durasinya dipaksakan dua jam. Kalau saya boleh mengedit ulang, mungkin 70 hingga 80 menit adalah durasi yang pas agar film tidak terjerumus menjadi sangat membosankan sekaligus plot yang ada menjadi efektif. Score pun tidak begitu mampu menolong kekurangan dari segi alur dan miskinnya plot. Duh, Steven Spielberg koq semakin lama seleranya semakin memburuk sih?
The Casts
Entah kenapa Daniel Craig tahun 2011 lalu tidak begitu beruntung dalam memilih peran. Cowboys and Aliens dan Dreamhouse memiliki satu benang merah karakter yang sama bagi Craig : suami yang ditinggal istrinya. Sebenarnya penampilannya di sini sama sekali tidak buruk. Sebagai jagoan Jake Lonergan, Craig cukup tampak badass. Mengingatkan kita pada peran James Bond yang melambungkan namanya, hanya saja di sini menggunakan kostum koboi. Harrison Ford pun memerankan Dolarhyde yang keras dan brutal dengan baik. Sedikit lebih garang disbandingkan Indiana Jones, but he’s quite good at it. Sementara Olivia Wilde tidak begitu diberi kesempatan untuk unjuk gigi. Alih-alih menjadi jagoan wanita yang menonjol, perannya justru terasa seperti pemanis saja berkat porsinya yang memang kurang.
Ada beberapa karakter yang sebenarnya cukup menarik untuk diangkat jika diberi porsi perkembangan yang lebih, seperti contohnya Doc (Sam Rockwell) dan Nat (Adam Beach). Sayang skrip tidak memberi mereka begitu banyak perkembangan karakter sehingga saya sebagai penonton kurang bisa memberikan simpatik kepada mereka.
Technical
Sebagai sebuah sci-fi, Cowboys and Aliens menghadirkan special fx dengan porsi yang pas. Tampilan alien dan pesawat luar angkasanya lumayan keren walau tidak sampai mampu membuat saya terbelalak kagum karena memang biasa saja, sudah sering kali ditampilkan film-film sci-fi sebelumnya. Tidak ada sesuatu yang resh.
Divisi sound effect dan sound editing juga biasa saja. Tidak buruk tapi juga tidak menggelegar, baik suara ledakan, tembakan, maupun serangan aliennya. Standard banget lah.
The Essence
Saya cukup bingung apa yang hendak saya sampaikan di segmen ini karena memang tidak banyak esensi baru yang saya dapatkan lewat film ini. Memang film ini murni dibuat untuk tujuan hiburan, dengan esensi yang basi banget sebagai sebuah film sci-fi. Bahkan War of The Worlds yang juga menggambarkan bagaimana perjuangan manusia awam dalam surviving alien’s invasion masih lebih jelas dan menarik ketimbang para koboi di sini dalam usaha yang sama dan dengan pengetahuan tentang makhluk luar angkasa yang lebih minim lagi. Yah sudahlah, tampaknya tanpa saya jabarkan di sini, tentu Anda bisa menarik kesimpulan esensi sendiri setelah menyaksikannya.
Lihat data film ini di IMDB.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates