Saturday, January 7, 2012

The Jose Movie Review - New Year's Eve


Sebuah event bisa menjadi inspirasi dalam merangkai cerita film. Dalam memory saya, Love Actually (LA) menjadi film omnibus bertemakan holiday event favorit saya sejauh ini. Tahun lalu sutradara Garry Marshall yang terkenal piawai untuk genre komedi romantis, menyuguhkan eventual-themed-omnibus bertajuk Valentine's Day (VD). Tentu saja nilai jual utamanya adalah deretan nama aktor yang mengisi sepanjang film. Hasil akhirnya pun cukup bagus. Cerita ringan namun dibawakan dengan manis, menyenangkan, dan pada titik-titik tertentu memberikan refleksi menarik bagi penonton. Walau tidak se-memorable LA, VD masih merupakan tontonan yang cukup menghibur buat saya. Akhir tahun 2011, Garry Marshall dan penulis Katherine Fugate kembali mencoba formula yang sama dengan pergantian momen liburan : Tahun Baru. Bagi beberapa orang mungkin akan langsung mencibir New Year's Eve (NYE) sebagai film dengan template yang sama dengan VD. Menurut saya sih memang iya. Tapi menurut saya, template cerita yang sama tidak begitu menjadi masalah selama film tersebut memiliki momen-momen indah yang memorable (dan bikin saya berujar, “awww...”), humor yang menggelitik sehingga tidak terasa membosankan, dan lusinan aktor papan atas baik sebagai pemeran utama maupun sekedar cameo. Begitulah ekspektasi saya ketika hendak menyaksikannya di bioskop, tidak berlebih. I just wanted to feel the sweetness!
Ternyata ekspektasi saya tidak jauh berbeda dengan hasil akhirnya. NYE tampil sebagai film dengan alur cerita serba sederhana, nyaris tidak memiliki “peak” yang begitu dramatis ataupun signifikan, tapi sangat mudah ditemui dalam kehidupan kita sehari-hari. Lebih ringan ketimbang LA maupun VD. Ada sih beberapa twist di ending yang melenceng dari dugaan dan tebakan penonton sejak awal film. Saya kasih sedikit bocoran yah, twist ini tentang siapa wanita yang menggalaukan hati Josh Duhamel!. Faktor ringannya cerita bukan berarti tanpa resiko. Di beberapa bagian di pertengahan film, NYE terasa kelelahan dalam menyampaikan cerita sehingga terasa diulur-ulur hingga puncak. Untung saja humor-humor yang mengisi film, terutama di segmen “persaingan bayi tahun baru” cukup menggelitik sehingga mampu menutupi sedikit kelemahan tersebut. Pidato Claire (Hilary Swank) tentang refleksi tahun baru juga menjadi adegan paling memorable sepanjang film. Very touching and inspiring!
NYE menyorot perayaan pergantian tahun di New York, entah karena kebetulan mempunyai kemiripan nama dengan perayaan itu sendiri atau karena landmark ceremonial-nya yang konon katanya menjadi simbol harapan bagi seluruh dunia. Sayangnya, prosesi penjatuhan bola lampu raksasa di Times Square yang sejak awal digadang-gadang menjadi puncak perayaan pergantian tahun, malah tidak ditampilkan di layar sama sekali. Terkesan sepele sih, tapi buat saya ini justru membuat NYE kehilangan puncak filmnya.
Dari deretan cast yang dipenuhi aktor papan atas Hollywood, semuanya tampil semaksimal mungkin sesuai dengan porsinya. Yang paling menonjol aktingnya buat saya adalah Halle Berry, Hilary Swank, dan Michelle Pfeiffer. Wanita semua? Iya, entah kenapa aktor-aktor prianya tidak diberi porsi akting yang cukup untuk mengeluarkan segenap kepiawaian akting mereka. Rata-rata ditampilkan untuk sekedar sebagai Prince Charming yang bertugas menebar kebahagiaan bagi karakter-karakter wanitanya, seperti yang ditunjukkan oleh Zac Efron dan Josh Duhamel. Jon Bon Jovi yang bisa dibilang sebagai satu titik temu semua karakter yang ada, tidak begitu mengesankan selain penampilannya di panggung. Apalagi Ashton Kutcher yang juga dipasang Marshall di VD, seperti sekedar pemanis saja. Mungkin hanya Robert DeNiro yang mampu mengundang simpatik bagi penonton. Lea Michele yang angkat nama lewat serial Glee walau porsinya tidak begitu banyak namun penampilannya di panggung membawakan New Year Anthem, Auld Lang Syne.
Soundtrack yang menjadi faktor pendukung menariknya film setipe ini, terasa kurang ditampilkan di sini. Memang ada Jon Bon Jovi dan Lea Michele yang menyumbangkan suaranya dengan 3 lagu yang menarik, tapi hanya itu saja. Sisanya, tidak ada soundtrack yang begitu catchy sepanjang film. Jujur, jajaran soundtrack VD masih lebih variatif dan catchy ketimbang NYE.
Well finally, nikmati saja NYE sebagai film hiburan ringan dengan lusinan aktor ternama sebagai suguhan utamanya, tanpa ekspektasi apa-apa. Just feel the sweetness! Happy New Year!!!
Lihat data film ini di IMDB.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates