Sunday, November 27, 2011

The Jose Movie Review - Paul


Duet Simon Pegg dan Nick Frost naik daun sejak Shaun of The Dead rilis dan lantas menjadi salah satu cult movie modern. Paduan cerita zombie dengan bungkus komedi yang unik menjadi modal utama kesuksesan mereka. Setelah Shaun of The Dead dan Hot Fuzz, tahun ini mereka berdua kembali berperan sekaligus menulis naskah dari film yang disutradarai oleh Greg Mottola ini.
Tema alien dengan bungkus komedi jarang dibuat. Dari daftar saya yang paling mengesankan dan saya ingat dengan baik hanya Mars Attacks! dan Evolution. Maka tak heran jika Paul dengan mudah menjadi penghuni baru list saya tersebut.
Paul menyajikan sebuah cerita alien biasa yang juga punya misi yang sama dengan alien-alien lain di film… kembali ke sebuah pesawat luar angkasa agar bisa kembali ke planet asalnya. Namun yang membuat petualangannya menjadi luar biasa lucu dan seru adalah kehadiran dua sci-fi geek, Graeme dan Clive. Petualangan road trip liar ala Hangover dimulailah. Ditambah lagi dengan kehadiran Ruth, putri seorang religius yang tidak percaya adanya alien dan menganggap Paul, nama alien tersebut, sebagai iblis. Percaya deh, menurut saya, kelucuan Paul berada di level yang sama dengan Hangover pertama. Sangat menghibur dan cerdas. Satu tema guyonan yang paling saya favoritkan adalah guyonan tentang perbedaan pemikiran antara kaum religius dan kaum yang percaya science. Bisa dijadikan refleksi antara keduanya.
Plot yang dihadirkan pun mengalir dengan sangat lancar dan dengan ritme yang pas, tidak tumpang tindih dengan guyonan-guyonan yang diselipkan. Pokoknya enjoyable lah dari awal hingga akhir.
Dari divisi cast, tentu saja duo Pegg-Frost menjadi perhatian utama. Mereka berdua masih sama lucunya dengan Shaun. Mungkin bisa menjadi salah satu dari sekian banyak duo-comedic yang memorable sepanjang sejarah perfilman. Seth Rogen yang mengisi suara Paul juga berhasil menghidupkan karakter Paul dengan maksimal. Saya tidak bisa membayangkan aktor lain yang cocok untuk mengisi suara karakter alien nyentrik dan slengean ini. Si gadis religius, Ruth, berhasil mengocok perut dengan tingkah-tingkah polos dan naifnya berkat akting Kristen Wiig. Yang paling mengejutkan tentu saja kehadiran icon alien, Sigourney Weaver dan bahkan Steven Spielberg sebagai… ah lihat saja sendiri biar seru J.
Film sci-fi tak lepas dari special effect. Walaupun bergenre utama komedi, namun Paul tidak mengabaikan tampilan visual effect. Yang paling terasa adalah karakter Paul yang tampak realistis baik dari segi tekstur organ hingga gerakan serta ekspresi wajahnya. Salah satu faktor keberhasilan komedi Paul juga neh. Sedangkan visual effect lainnya seperti tampilan pesawat luar angkasa, tampak sekelas film-film sci-fi berbudget mahal lainnya koq.
Sebagai penutup, saya sangat merekomendasikan Paul sebagai suguhan komedi cerdas yang wajib disaksikan tahun ini. Jadi pastikan Anda menyaksikannya di rumah (karena sayangnya tidak tayang di bioskop Indonesia).
Lihat data film ini di IMDB.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates