Friday, August 5, 2011

The Jose Movie Review - Rango


Mungkin Gore Verbinski dan Johnny Depp sudah “bercerai” dengan Walt Disney, namun ternyata kerjasama mereka dilanjutkan oleh Paramount dan Nickelodeon. Yap, bos Viacom jeli menangkap aura dan chemistry antara Verbinski-Depp seperti halnya Scorsese-DiCaprio. Hasilnya… Depp terasa pas sekali mengisi suara karakter Rango yang memang agak mirip dengan karakter Jack Sparrow di franchise Pirate of The Caribbean. Karakter menjadi kekuatan utama dalam film. Depp tidak perlu diragukan lagi kemampuannya dalam memainkan peran. Selain itu suara Isla Fisher sebagai Beans dan Bill Nighy sebagai Rattlesnake Jake menjadi daya tarik tersendiri karena keunikannya.
Kekuatan utama film tersebut, dimanfaatkan semaksimal mungkin dengan alur cerita yang juga menarik untuk diikuti, walau kita semua mungkin sudah tahu bagaimana kelanjutan ceritanya hingga akhir film. Seperti yang selalu saya bilang, dalam film orisinalitas cerita bukanlah segala-galanya. Asalkan digarap dengan baik dan gaya berbeda, hasilnya juga bisa bagus, malah bisa menjadi yang terbaik di antara film-film sebelumnya yang punya cerita mirip (atau sama persis). Teori saya ini kembali terbukti lewat Rango.
Banyak yang menganggap bahwa cerita Rango adalah versi fabel dan plesetan dari cerita koboi klasik Italy, Django (1966) yang diperankan oleh legenda film Italy, Franco Nero. Mungkin dari kemiripan judul yah?! Anyway, Rango sukses mengangkat kembali kisah Django, tentu saja dapat lebih aman disaksikan oleh anak-anak daripada versi aslinya.
Ngomong-ngomong soal anak-anak, Rango memang masih tergolong film animasi aman, namun menurut saya ada banyak elemen yang kurang cocok dan bahkan ada beberapa bagian yang mungkin susah dipahami oleh anak-anak di bawah 10 tahun. Beberapa pemilihan kata-kata dialognya tergolong tingkat tinggi, bahkan bagi anak-anak yang sehari-harinya berbahasa Inggris sekali pun, misalnya saat Rango monolog di awal film, berpura-pura sebagai performer. Frightening scene-nya tidak begitu menakutkan lah untuk anak-anak, namun bagi orang dewasa tetap terlihat keren koq. Jangan kuatir, orang dewasa tetap akan terhibur oleh jokes segarnya, yang mungkin (lagi-lagi) kurang bisa dipahami oleh anak-anak. It’s ok, jaman sekarang film animasi (khususnya DreamWorks) seringkali dibuat untuk tidak hanya bisa dinikmati oleh anak-anak, tetapi juga orang dewasa.
Poin plus berikutnya yang juga cukup membuat saya berdecak kagum terpana adalah adegan-adegan aksinya, terutama adegan Rango and the gank mengejar gerombolan bandit pencuri galon air. Seru banget! Sudah lama rasanya tidak melihat adegan kejar-kejaran semacam ini, setelah The Mummy Returns. Hah? The Mummy Returns? Apa hubungannya? Well, you will understand when you see it yourself.
Divisi sound fx bekerja dengan sangat baik, terutama untuk sebuah film animasi yang biasanya kurang terasa gregetnya. Suara efek gerakan badan Rattlesnake Jake terasa nyata sekali dan dahsyat. Belum lagi adegan deru debu, ledakan, dan tembakan ketika adegan-adegan aksi, semua terdengar renyah dan mantap. Sementara score yang dikerjakan oleh Hans Zimmer berhasil pula dalam menghidupkan suasana padang pasir yang gersang, namun tetap mendukung keseruan ketika mengiringi adegan aksi. Salut untuk Verbinski yang juga turut dalam menulis dan memproduksi beberapa judul soundtracknya. Ada juga karakter kelompok Mariachi oleh Los Lobos memberikan warna tersendiri, baik dari segi cerita, karakter, maupun musik.
Overall, Rango adalah film hiburan yang sangat menghibur sekaligus memberikan sedikit perenungan bagi kita tentang jati diri, kepahlawanan, dan keberanian. Cocok ditonton sekeluarga, tapi siap-siap menjelaskan berbagai hal jika mengajak anak-anak di bawah usia 10 tahun untuk menontonnya.
Lihat data film ini di IMDB
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates