Jumat, 06 Agustus 2010

Blackberry and Indonesia

Pin It!

Ketika BB baru masuk dan menjadi booming di Indonesia, saya bertanya2, apa sih istimewanya BB sampe bisa menjadi primadona di Indonesia?
Semua layanan internetnya standard, bahkan salah satu fitur utamanya yaitu push e-mail, bisa dilakukan juga lewat smartphone saya, yakni Sony Ericsson M600i. Keunggulan yang membedakan dengan piranti lain hanyalah Blackberry Messenger (BBM) yang menjadi "komoditas utama" di negara ini. Padahal dengan OS (operating system) lain, seperti Symbian dan Java, chat juga bisa dilakukan bahkan dengan range yg lebih luas melalui YM, MSN, ICQ, GoogleTalk dll, hanya dengan satu software aplikasi (misalnya eBuddy dan Nimbus).

Pertanyaan saya terjawab sudah ketika mengamati pengguna2 BB di Indonesia yg di luar target utama BB negara2 lain. Lucunya, rata2 anak muda, biasanya usia SMA hingga kuliah, menggunakan BB hanya untuk kebutuhan social networking dan chat. Bahkan kebanyakan tidak tahu bahwa BB bisa digunakan untuk push e-mail (push e-mail itu apa aja belum tentu tau), GPS, dan berbagai fitur-fitur BB yang lebih berguna ketimbang sekedar chat/social networking.

Ow, that's why. Yeah yeah... sekali lagi teori bahwa konsumen Indonesia adalah prestige oriented, tidak seperti di negara Barat, seperti di Amerika Serikat, yang lebih ke function-oriented, terbukti. Coba perhatikan anak-anak muda di Amerika Serikat. Bisa dihitung dengan tangan yang pake BB. Rata-rata penggunanya adalah businessman dengan mobilitas antar negara nya tinggi. Itulah sebabnya push e-mail adalah alasan utama para businessman memakai BB, because they do need it!

Owkay, BB telah sukses merubah mental para muda Indonesia yang sudah labil menjadi semakin labil. Sosialisasi dengan sekitarnya menjadi semakin sempit, tergantikan kontak via chat BBM. Tidak heran lantas muncul istilah "autis" untuk pengguna BB yang terlalu addict. Herannya, mereka justru bangga disebut "autis". Wow...! Betapa kacaunya mental generasi muda kita...

Lebih parah lagi, broadcast BBM yang merupakan sarana untuk mengirim pesan kepada semua kontak BBM sekaligus, berubah menjadi sarana untuk menyebarkan isu alias HOAX. Mungkin karena mereka terlalu bangga pake BB, serasa mendapatkan "info eksklusif" lewat BBM, sehingga mereka menjadi sasaran empuk penyebaran HOAX. Parahnya, bila kebiasaan ini dilanjutkan, bisa-bisa generasi muda kita menjadi pribadi yang mudah diadu domba. Entah disadari atau tidak, generasi muda kita sebenarnya sedang dalam proses pembodohan, hingga mungkin akan seperti rakyat Indonesia yang mudah dibujuk dan diadu domba ketika jaman penjajahan Belanda. Bahaya laten ini sudah di depan mata, gejalanya sudah keliatan banget.

Beberapa hari belakangan muncul berita bahwa Indonesia akan mengikuti jejak negara-negara Timur Tengah yang sudah memblokir layanan BB di negaranya dengan alasan pertahanan keamanan. Jika Anda mengerti bagaimana sistem server BB bekerja, maka alasan yang disampaikan sangatlah masuk akal. Dikatakan bahwa server BB pusat yang ada di Kanada (satu-satunya di dunia) adalah server yang mengatur traffic internet via BB. Katanya sih, data-data yang ada telah di-enkripsi sedemikian rupa sehingga tidak seorang pun bisa membukanya, bahkan pihak RIM sendiri.

Pertama, hey... is that possible? It's bullshit. Mana mungkin bahkan designer OS nya tidak bisa membukanya? Siapa yang tahu jika RIM bekerja sama dengan pihak tertentu untuk membagi data tersebut untuk kepentingan tertentu?

Kedua, it's not good at all. Owkay, mungkin bagi beberapa orang merasa it's privacy so it's okay. But what if this kind of "I don't know whether to call it an advantage or a disadvantage" was used for something bad? This will be a perfect place to practice black deeds.

Koruptor akan semakin mudah melancarkan aksinya, pembicaraan perencanaan aksi teror antar teroris pun akan aman.

Pengguna BB di Indonesia langsung kebakaran jenggot mendengar kabar ini. Langsung lah caci maki terhadap pemerintah Indonesia bertebaran. Padahal mereka sendiri belum sempat untuk mencerna alasannya, apalagi "berpikir" tentang kemungkinan-kemungkinan tersebut.

Lah, sekarang koq protes? Katanya mau para koruptor dan teroris dibersihkan? Lah kok giliran sekarang diantisipasi, malah protes lagi? Maunya apa sih bangsa Indonesia ini? Yang dipikirkan koq mau enaknya saja?

Jika ditelisik lebih lanjut, sebenarnya ada baiknya juga jika RIM memiliki server lokal di tiap negara yang menyediakan layanan tersebut. Pertama, pasti service BB akan semakin bagus, baik dalam hal jaringan, maupun layanan konsumennya. Kedua, jika terjadi sesuatu akan semakin mudah mengurusnya. Sudah saatnya RIM menjadi provider yang terbuka, tidak lagi menjadi provider "menyembunyikan kejahatan".

Sekalipun layanan BB ditutup, kenapa sih pada heboh? Padahal layanan internet via ponsel juga banyak dan yang lebih unggul dari BB juga banyak, apalagi sekarang OS Android jauh mengungguli BB. Di Amerika Serikat sendiri, ponsel ber-OS Android berhasil mengalahkan penjualan BB dan iPhone.

Ada yang beralasan, "yah, kontak list di BBM gw udah banyak neh", "yah gw baru beli beberapa bulan, masa langsung ga fungsi sih?". Jawab saya, siapa suruh menggunakan ponsel yang "eksklusif" hanya bisa dipakai sesama pemakai BB. Koq mau jadi korban monopoli? Koq mau sekedar ikut-ikutan tanpa berpikir panjang sebelum beli? Toh, pake OS yang lebih fleksibel juga lebih banyak.

Ada juga yang berlebihan hingga berujar, "gimana nih, saya tidak bisa hidup tanpa BB". Wow, selamat... Anda baru saja menghambakan diri pada BB. You're no longer a free man. Poor you!

Well, coba deh sebelum mengumpat, menjelek-jelekkan pemerintah, dan mengeluh, dipikir dengan akal sehat. Memang pemerintah tidak mungkin bisa melakukan kebijakan-kebijakan yang memuaskan semua pihak. Semua orang pasti punya kebutuhan berbeda-beda. Coba deh berpikir dari berbagai sisi, jangan dari sisi Anda sendiri. Stop being a selfish, hedonist, and stupid personal!


FaceJo TwitJo Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates