Siapa sih dari kalian yg belon liat atau sekedar denger skandal artis terheboh tahun ini? Gimana2 pun itu sudah menjadi rahasia umum. Sayangnya, bangsa Indonesia masih saja dengan kebiasaan "latah" dan still don't know exactly what to do handling something like this. Begitu kasus ini merebak, polisi "latah" kembali merazia handphone2 warga dan juga warnet2. Belum lagi ormas2 yang sekarang lebih sering bertindak sebagai "polisi masyarakat", pake mencekal artis2 yang terlibat untuk manggung di wilayahnya lah. What the hell???! It's so irrational act and definitely unfair.
Hal terutama adalah kasus ini masih belum jelas. Belum jelas apakah benar sosok yang tampil di video2 tersebut adalah artis yang bersangkutan. Di berita mana pun blm berani memvonis dan masih menggunakan istilah "video mirip artis". Hal ini masuk akal mengingat negara ini adalah negara hukum yang menganut asas praduga tak bersalah. Untuk kasus pidana seperti ini, siapa pun, termasuk media, apalagi masyarakat awam, tidak berhak untuk memvonis dengan tindakan2 yang merugikan pihak yang bersangkutan. Jika hanya sebatas emosional pribadi terhadap sang artis, silahkan, itu masih hak dari masing-masing pribadi.
Kedua, tindakan pencekalan sangat tidak rasional. Apa urgensinya? Toh penampilan mereka di wilayah2 adalah untuk kegiatan positif. Lain cerita jika mereka berkunjung untuk promo video panas mereka atau untuk "sex or nude live performance" di wilayah2. Meresahkan masyarakat? Yang mana? Saya rasa kemunculan video tersebut yang meresahkan. Penampilan para artisnya untuk tujuan hiburan sehat? Sayara rasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Berhentilah melakukan tindakan yang irasional yang hanya akan menambah dangkal pola pikir masyarakat kita. Owkay, Anda mengkhawatirkan pornografi akan mengganggu perkembangan dan mentalitas generasi muda, namun tindakan Anda seperti itu juga akan lebih mendangkalkan pola pikir generasi muda.
Tindakan pihak berwajib yang merazia handphone dan warnet juga terkesan "latah". Seharusnya ini menjadi agenda tetap, bukan hanya pada saat "occasional" seperti ini. Merazia handphone pun hanya boleh dilakukan pada pemilik handphone di bawah umur. Lain dari itu merupakan hak pribadi pemilik handphone. Begitu juga dengan warnet. Pada kasus ini, sebenarnya pihak berwajib pun melakukan ketidak adilan. Kenapa yang dirazia hanya warnet, kenapa tidak pemilik koneksi internet pribadi? Lagi2 masyarakat kecil yang kurang mampu yang menjadi "korban". Sekali lagi, pihak berwajib seharusnya lebih rasional dalam melakukan razia, sesuai dengan kebutuhannya.
Bagi masyarakat awam, sebenarnya yang dibutuhkan adalah kejelasan, apakah itu mereka atau bukan.
Jika iya, ya sudah. That's all we need to know, honesty. Come on, jangan terlalu naif deh. Apakah Anda benar2 berpikir artis2 yang berpacaran hanya akan ngedate seperti anak SMP-SMA yang hanya pegangan tangan atau berpelukan? Apakah Anda benar2 terkejut ketika mengetahui ternyata mereka pernah ML? Once again, don't be so naive. For me personally, I wasn't surprised at all, I was just curious about the video, not the sexual act. Yang patut disalahkan adalah penyebarannya, bukan sexual act-nya. Itulah yang menjadi urusan publik, bukan urusan pribadi para artis. Untuk para artis, Anda hanya diminta untuk peduli dengan karya mereka, bukan kehidupan pribadi mereka. I mean, WHO ARE YOU???
Tidak hanya untuk kasus2 skandal seperti ini, pada kasus apa pun cobalah sebisa mungkin mengurangi tindakan2 irasional yang tidak perlu yang hanya akan semakin mendangkalkan pola pikir masyarakat kita, jangan perangi pembodohan dengan pembodohan yang lain.
Untuk kasus skandal video ini, saya yakin sooner or later akan surut2 sendiri, masyarakat juga akan bosan dan one day juga akan melupakan kasus ini. Para artis pun akan kembali ke track-nya masing2 and life goes on. Begitulah yang terjadi pada kasus2 serupa sebelumnya.
Hal terutama adalah kasus ini masih belum jelas. Belum jelas apakah benar sosok yang tampil di video2 tersebut adalah artis yang bersangkutan. Di berita mana pun blm berani memvonis dan masih menggunakan istilah "video mirip artis". Hal ini masuk akal mengingat negara ini adalah negara hukum yang menganut asas praduga tak bersalah. Untuk kasus pidana seperti ini, siapa pun, termasuk media, apalagi masyarakat awam, tidak berhak untuk memvonis dengan tindakan2 yang merugikan pihak yang bersangkutan. Jika hanya sebatas emosional pribadi terhadap sang artis, silahkan, itu masih hak dari masing-masing pribadi.
Kedua, tindakan pencekalan sangat tidak rasional. Apa urgensinya? Toh penampilan mereka di wilayah2 adalah untuk kegiatan positif. Lain cerita jika mereka berkunjung untuk promo video panas mereka atau untuk "sex or nude live performance" di wilayah2. Meresahkan masyarakat? Yang mana? Saya rasa kemunculan video tersebut yang meresahkan. Penampilan para artisnya untuk tujuan hiburan sehat? Sayara rasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Berhentilah melakukan tindakan yang irasional yang hanya akan menambah dangkal pola pikir masyarakat kita. Owkay, Anda mengkhawatirkan pornografi akan mengganggu perkembangan dan mentalitas generasi muda, namun tindakan Anda seperti itu juga akan lebih mendangkalkan pola pikir generasi muda.
Tindakan pihak berwajib yang merazia handphone dan warnet juga terkesan "latah". Seharusnya ini menjadi agenda tetap, bukan hanya pada saat "occasional" seperti ini. Merazia handphone pun hanya boleh dilakukan pada pemilik handphone di bawah umur. Lain dari itu merupakan hak pribadi pemilik handphone. Begitu juga dengan warnet. Pada kasus ini, sebenarnya pihak berwajib pun melakukan ketidak adilan. Kenapa yang dirazia hanya warnet, kenapa tidak pemilik koneksi internet pribadi? Lagi2 masyarakat kecil yang kurang mampu yang menjadi "korban". Sekali lagi, pihak berwajib seharusnya lebih rasional dalam melakukan razia, sesuai dengan kebutuhannya.
Bagi masyarakat awam, sebenarnya yang dibutuhkan adalah kejelasan, apakah itu mereka atau bukan.
Jika iya, ya sudah. That's all we need to know, honesty. Come on, jangan terlalu naif deh. Apakah Anda benar2 berpikir artis2 yang berpacaran hanya akan ngedate seperti anak SMP-SMA yang hanya pegangan tangan atau berpelukan? Apakah Anda benar2 terkejut ketika mengetahui ternyata mereka pernah ML? Once again, don't be so naive. For me personally, I wasn't surprised at all, I was just curious about the video, not the sexual act. Yang patut disalahkan adalah penyebarannya, bukan sexual act-nya. Itulah yang menjadi urusan publik, bukan urusan pribadi para artis. Untuk para artis, Anda hanya diminta untuk peduli dengan karya mereka, bukan kehidupan pribadi mereka. I mean, WHO ARE YOU???
Tidak hanya untuk kasus2 skandal seperti ini, pada kasus apa pun cobalah sebisa mungkin mengurangi tindakan2 irasional yang tidak perlu yang hanya akan semakin mendangkalkan pola pikir masyarakat kita, jangan perangi pembodohan dengan pembodohan yang lain.
Untuk kasus skandal video ini, saya yakin sooner or later akan surut2 sendiri, masyarakat juga akan bosan dan one day juga akan melupakan kasus ini. Para artis pun akan kembali ke track-nya masing2 and life goes on. Begitulah yang terjadi pada kasus2 serupa sebelumnya.



23.21
Vincent Jose



