Deadpool 2

Deadpool to face his long time love-hate relationship with Cable.
Read more.

Solo: A Star Wars Story

Young Han Solo to be the lates Star Wars' side story.
Read more.

Jurassic World: Fallen Kingdom

What will happen to the dinosaurs after Jurassic World has fallen?
Opens June 6.

The Avengers: Infinity War

The Avengers gank to face the almighty, Thanos.
Read now.

Incredibles 2

Elastigirl to save the world when Mr. Incredible has to stay at home to take care the kids.
Opens June.

Saturday, March 16, 2019

Review Film menurut ViJo
(Read this first to understand The Jose Movie Review)

The Jose Movie Review
Entah sejak kapan saya mulai menulis review film-film yang pernah saya tonton. Kalau tidak salah sejak jaman Friendster mungkin yah. Waktu itu saya menggunakan fitur “Review”. Lantas ketika Facebook merebak, saya menggunakan fasilitas “Notes”. Enaknya, di “Notes” Facebook saya punya space lebih banyak untuk menjabarkan apa yang ada di otak saya tentang film-film yang saya tonton. Banyak yang suka dan rajin membacanya, tapi tentu saja ada juga yang membencinya dan menganggap saya sok pintar serta sok tahu soal film. Keadaan itu memuncak ketika saya mengkritik orang-orang yang segitu tergila-gilanya dengan 2012 dan Twilight Saga. Bahkan ada teman dekat yang lantas mengunfollow Twitter saya gara-gara saya mengatakan Twilight Saga sebagai film ababil. What??? What’s happened to these people??? But that’s okay, banyak juga koq yang mendukung saya untuk menuliskan buah-buah pikiran saya tersebut. “Biarin lah, setiap orang berhak punya opini,” begitu hibur mereka.
Yes, he’s right! Tiap orang berhak punya opini! Kenapa saya tidak boleh punya opini bahwa Transformers dan Twilight Saga adalah film sampah, sementara mereka yang mengatas-namakan penonton mayoritas merasa fine-fine saja mencaci maki film semacam Watchmen dan film-film berkelas Oscar hanya dengan alasan “membosankan”? Padahal jelas-jelas di setiap review, saya menyertakan argumen yang kuat dan objektif kenapa saya menyukai atau tidak menyukai suatu film. Sekarang siapa sih yang sok pintar? Siapa sih yang shallow?
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Friday, March 15, 2019

The Jose Event Review
Sensasi Benar-Benar
Dikelilingi Adegan Film
di Format ScreenX

Pengalaman sinematik terus-terusan mengalami perkembangan dengan berbagai varian yang menawarkan pengalaman lebih. Setelah 3D, IMAX, Sphere X, 4DX, dan Starium, satu format lagi yang turut memberikan semakin banyak pilihan format bagi penonton Indonesia; Screen X. 
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Wednesday, November 7, 2018

The Jose Flash Review
A Man Called Ahok

Jika menggarap sebuah biopic bukanlah pekerjaan mudah, maka tingkat kesulitannya makin bertambah ketika sosok yang diangkat adalah politikus, apalagi jika kiprah (atau kasus)-nya masih berlangsung. Perlu kejelian (atau lebih tepatnya, kehati-hatian) lebih agar film masih bisa punya pengaruh tanpa terasa sebagai sebuah propaganda (kecuali jika memang diniatkan demikian sejak awal). Ujung-ujungnya hanya akan menjadi kontroversial yang kurang menguntungkan dalam hal peraihan penonton. Maka ketika terdengar kabar bahwa Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih kita kenal sebagai Ahok akan dibuatkan biopic (bahkan ada dua versi dari produksi yang sama sekali berbeda dalam rentang waktu yang tak terlalu jauh), wajar jika di benak banyak pihak muncul tudingan propaganda atau politisasi.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Tuesday, October 2, 2018

The Jose Flash Review
Sui Dhaaga: Made in India
[सुई धागा: मेड इन इंडिया]

Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Wednesday, September 26, 2018

The Jose Flash Review
Aruna & Lidahnya

Nama Edwin di ranah festival film memang menjadi salah satu yang paling populer di Indonesia, terutama lewat Babi Buta yang Ingin Terbang (2008), Kebun Binatang (2012), salah satu segmen di film omnibus, Belkibolang (2010), dan beberapa film pendek sebelumnya. Tahun 2017 silam Edwin akhirnya memberanikan diri menggarap film untuk ditayangkan di bioskop komersial atas nama Palari Films bersama produser ‘langganan’-nya, Meiske Taurisia, dan Muhammad Zaidy yang sebelumnya pernah menjadi co-produser Athirah. Posesif, film komersial perdana mereka disambut baik dengan angka penonton yang tergolong baik untuk skala dan genrenya, maupun raihan berbagai penghargaan bergengsi. Tahun 2018 ini, Edwin dan tim Palari Films-nya mencoba melahirkan karya komersial keduanya, Aruna & Lidahnya (A&L), yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Laksmi Pamuntjak. Menggandeng jajaran aktor papan atas Indonesia, mulai Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Hannah Al Rashid, Oka Antara, Desta, hingga Ayu Azhari, A&L juga menarik perhatian Go Studio, CJ Entertainment, Phoenix Films, dan Ideosource untuk turut mendukung produksi. Dengan nama-nama ‘jaminan mutu’ yang terlibat dan trailer yang lebih ringan serta menghibur ketimbang karya-karya Edwin sebelumnya, A&L jelas punya potensi yang besar untuk mendulang sukses. Menggabungkan tema kuliner dan persahabatan (setidaknya itu yang ‘dijual’ utama lewat trailernya meski pembaca novelnya tentu tahu isu flu burung dan latar belakang serta perkembangan kepribadian karakter-karakternya punya porsi yang lebih dominan), A&L siap ‘disantap’ oleh penonton Indonesia mulai 27 September 2018.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Tuesday, August 28, 2018

The Jose Flash Review
Wiro Sableng:
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Lihat data film ini di filmindonesia.or.id.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

The Jose Flash Review
Satyameva Jayate
[सत्यमेव जयते]

Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

The Jose Flash Review
Searching

Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Friday, August 24, 2018

The Jose Flash Review
Sultan Agung:
Tahta, Perjuangan, Cinta

Lihat data film ini di filmindonesia.or.id.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

The Jose Flash Review
Sesat

Lihat data film ini di filmindonesia.or.id.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Wednesday, August 22, 2018

The Jose Flash Review
10x10

Thriller yang memanfaatkan satu lokasi saja memang bukan hal baru. Mulai Misery yang sudah dianggap klasik, Cube, Buried, Triangle, The Mist, Identity, Vacancy, ATM, Phone Booth, dan Devil yang masing-masing juga menjadi karya memorable. Tahun 2018 ini sutradara film pendek Inggris, Suzy Ewing mencoba untuk kembali mengangkat konsep ini sebagai karya debut film panjangnya. Dari naskah yang ditulis oleh Noel Clarke (aktor dari Star Trek: Into Darkness, Mute, dan serial Doctor Who), film indie berjudul 10x10 ini dibintangi Luke Evans (Dracula Untold, Fast & Furious 6, Beauty and the Beast, The Girl on the Train) dan Kelly Reilly (Pride & Prejudice, Sherlock Holmes, Flight). Uniknya lagi, rumah yang digunakan sebagai setting lokasi penyekapan di film ini pernah dibahas di program Grand Designs di stasiun TV Inggris Channel 4.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates